Luar biasa....om '+' smart banget ngeles nya......

--- On Thu, 2/24/11, positif01 <[email protected]> wrote:

From: positif01 <[email protected]>
Subject: ITMG Re: [saham] AS & IHSG: update singkat
To: 
Date: Thursday, February 24, 2011, 1:43 AM







 



  


    
      
      
      Sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan yang sama pada beberapa milis.
Rilis indikasi laporan keuangan ITMG dalam indikator keuangan instan, EPS 
misses expectation, Revenues exceed expectation. Kurang lebih tampilan serupa 
biasa dilihat di running text seperti di Bloomberg ketika ada rilis company 
earnings.

Prinsip traders/investors dalam bereaksi instan terhadap laporan keuangan, 
"buy/buy more" jika 'exceed expectation' >25%, dan 'sell' jika 'meet' apalagi 
'miss' expectation. Bagaimana dengan ITMG? What to do?

1. Broker besar dunia (yang pasti bukan 'underwriter GIAA) masih belum 
menurunkan TP next 12 month yang ada di rata-rata >Rp55.000;
2. Yang investasi 'short-term' bertahap, tentu jika harga 'average' masih lebih 
besar dibandingkan harga 5-10 menit setelah manajemen ITMG menginfokan indikasi 
laba/pendapatan kuartal-4, seharusnya sudah 'sell' untuk profit taking;

3. Yang masuk baru-baru saja sebelum hari ini, untung atau rugi, juga sudah 
seharusnya 'sell'/keluar;
4. Apakah say good-bye forever? Jawabnya, sejauh keyakinan sejumlah analis dari 
sekuritas ternama, belum melihat ada perubahan tren positif ITMG ke depan 
terlebih pasca kenaikan harga batubara selama Januari 2011. 'Downside risk' 
yang menjadi catatan adalah kapasitas terpakai produksi yang mungkin tidak 
optimal karena faktor cuaca, tapi bisa saja telah teratasi pada kuartal-1 2011;

5. Temukan sendiri harga terbaik pada level 'support' untuk masuk kembali. 
Lihat 'chart' Anda. Menghindari 'bottle-necking' jika masuk pada level yang 
sama.

Harga ITMG turun bukan karena prospek harga batubara. Saya setuju dengan 
kesimpulan Morgan Stanley yang tercatat sebagai broker nomor 1 dunia selama 
2010 yang menyatakan subsektor batubara adalah 'attractive' atau mampu 
outperform broad market ke depan, dibandingkan 'banking' yang 'in-line' atau 
sejalan dengan broad market rata-rata. Pendapat yang sama disampaikan juga oleh 
Peabody yang merupakan perusahaan batubara terbesar di dunia dalam 'outlook' 
bisnis batubara selama 2011.

'+' 

2011/2/24  <[email protected]>
















 



  


    
      
      
      












Laba Indo Tambangraya Tergerus 39% Menjadi US$ 204 Juta... http://de.tk/L4G2P

EbitSent from BlackBerry® on 3From:  positif01 <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 24 Feb 2011 12:33:11 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] AS  IHSG: update singkat

 



    
      
      
      Terus kenapa dan mengapa Sidaut?
'+'

2011/2/24 Daud Hardjakusumah <[email protected]>

















 



  


    
      
      
      Ngomong ngomong sampeyan pernah bilang ada surprise di laba itmg ya?
 Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah


[email protected]


sidaut.blogspot.com



From: positif01 <[email protected]>


Sent: Thu, February 24, 2011 5:13:11 AM
Subject: [saham] AS & IHSG: update singkat


















 



    
      
      
      Selasa, status pasar saham AS sudah diturunkan menjadi 'market uptrend 
under pressure'. Penutupan Rabu pagi tadi, NYSE mencatat volume yang masif 
ditengah penurunan indeks sehingga kembali mengkualifikasikannya sebagai hari 
distribusi. Kedua bursa, NYSE dan Nasdaq, sudah tercatat mengalami 5 hari 
distribusi dalam kurun waktu 5 minggu, merupakan sinyal yang memadai untuk 
menyesuaikan status pasar saham AS.



Berkebalikan dengan status terkini pasar saham AS, kondisi tersebut memberikan 
peluang bagi selective emerging market, seperti yang masuk dalam pengelompokan 
Goldman Sachs, di antaranya Korea, Indonesia, Turki, untuk menutup 
gap/decoupling dengan indeks developed market. Pada penutupan NYSE tadi, 
tercatat ETF berbasiskan saham unggulan Indonesia, seperti EIDO 
(http://finance.yahoo.com/q?s=EIDO&ql=0) dan IDX 
(http://finance.yahoo.com/q?s=IDX&ql=0), justru ditutup dalam teritori positif 
di atas +1,5% menandakan konfirmasi perspektif pasar di 'developed market' yang 
positif terhadap selective emerging market dalam situasi yang volatil.



Kondisi 'reversal' pada selective emerging market dapat dibaca di antaranya 
melalui 'chart' relevan yang sudah menjadi pembicaraan luas di kalangan traders 
di NYSE (nanti siang di-share).



Kata kunci dalam situasi volatil global ini adalah: 'selective emerging market' 
dan 'selective inflationary-benefiting stock group industry'.
Pada penutupan bursa AS tadi pagi, dapat dicatat:



"Although the broad market closed comfortably above its session low, energy was 
the only major sector to finish with a gain. Higher oil prices helped energy 
stocks outperform for the entire session and settle with a 2.0% gain."



'+'


    
     





















      

    
     

    
    






  










    
     

    










    
     

    
    






  










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke