hua..h.a..h.a.h.a..... Ok, Pak, saya tidak mengatakan bahwa market itu efisien atau tidak, cuman mengutip saja bahwa si fama masih percaya sama EMH. Soal investor tidak rasional ini, bukan berarti penganut EMH percaya semua investor rasional, tapi karena tidak rasional nya investor ini bersifat random akhirnya saling meniadakan thus market secara keseluruhan dianggap rasional. Counter argumen nya adalah bahwa ternyata tidak rasional nya si investor tidak bersifat random, tapi justru cenderung ke satu arah, makanya si market jadi tidak rasional, atau setidaknya begitulah kata si Dan Arielly (kalo gak salah inget)
Trims, sudah mau repot2 buka buku kembali untuk menyajikan referensi dari tulisan bapak, meski saya kira kata2 fama yang dikutip tersebut tidak bisa diartikan dia meninggalkan EMH, mungkin kalo keseluruhan paragrap di kutip baru bisa kelihatan konteks omongan doi. Eniwei, kita yang maen saham secara langsung baik dengan TA atau FA tentu percaya bahwa market tidak efisien, thus ada cara untuk memperoleh return yang lebih bagus dari market dengan memanfaatkan berbagai informasi baik TA maupun FA. Akhir kata, efisien atau tidak efisien yang penting kita sama2 bisa cuan lah he.h.e.h.e.. ----------- *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his revenue. -- René Descartes* 2011/4/11 caknoval <[email protected]> > > > Pak Susanto, > Saya tidak mengatakan Fama meninggalkan EMH, melainkan saya bilang Fama > mengakui bahwa pasar tidak akan pernah bisa efisien. Info tsb saya baca dari > buku Accounting Theory: Research, Regulation and Accounting Practice, karya > Michael Gaffikin. Dia menulis: > "In 2004 The Wall Street Journal reported that even the 'father of EMH', > Eugene Fama, at a conference to honour him held at the University of > Chicago, conceded that markets may not be efficient and there may be 'poorly > informed investors' who do not act rationally". > > Jadi begitu pak. Makanya sampai sekarang namanya tetap EMH, karena memang > masih hipotesis, bukan teori. Dan namanya hipotesis itu untuk dibuktikan, > bukannya untuk dipercaya. Dan kalau teori adalah 'a confirmed hypothesis', > maka bisa disimpulkan kalau sampai sekarang (sudah 40 tahunan) EMH masih > bernama EMH, itu berarti memang tidak pernah bisa terbukti adanya pasar yang > efisien. > > Jadi jangan percaya pada EMH pak. Percayalah kepada Tuhan saja :-) > > Noval > > > --- In [email protected], Susanto Salim <susanto.salim@...> wrote: > > > > Pak, infonya dari mana si fama meninggalkan EMH? > > kalo kata blog nya fama tertanggal 4 nov 2009 katanya: > > > > "I continue to believe the EMH is a solid view of the world for almost > all > > practical purposes. But it's pretty clear I'm in the minority. If the EMH > > took over the investment world, I missed it. " > > <sumber: > > > http://www.dimensional.com/famafrench/2009/11/qa-is-market-efficiency-the-culprit.html > > > > > ----------- > > *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with > his > > revenue. > > -- René Descartes* > > > >
