Ha..ha...ha..jangan pak!! malah dihukum Tuhan pak...krn menikah sejenis....haram tuh he..he...
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: tommy boy <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 10 Jun 2011 11:07:09 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] oot: pelapor nyontek massal di usir dari kampungnya Supaya tdk dihukum sama Tuhan, bagusnya kita kawinin 2 abg yg ribut tadi. Gmn bro taufik? Hahaha On Sat Jun 11th, 2011 1:02 AM ICT [email protected] wrote: >Miris....turut prihatin....apa niru2 anggota parlemen kita yg sekongkol atau >korupsi berjamaah ya....cckkk....ccckkk.... > >Bencana apalagi yg akan terjadi jika Tuhan marah lagi...mudah2an tidak ada >azab lagi dari allah deh.... > > > >Powered by Telkomsel BlackBerry® > >-----Original Message----- >From: tommy boy <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Fri, 10 Jun 2011 10:54:51 >To: <[email protected]> >Reply-To: [email protected] >Subject: Re: [saham] oot: pelapor nyontek massal di usir dari kampungnya > >negara ajaib...yg jujur malah di salahin...ampun ampun > >On Sat Jun 11th, 2011 12:03 AM ICT [email protected] wrote: > >>Ironis... >> >>indahnya berbagi >> >>-----Original Message----- >>From: "sahamvalas ." <[email protected]> >>Sender: [email protected] >>Date: Fri, 10 Jun 2011 23:46:10 >>To: <[email protected]> >>Reply-To: [email protected] >>Subject: [saham] oot: pelapor nyontek massal di usir dari kampungnya >> >>beberapa hari ini ada berita aneh, akhirnya iseng pengen baca juga >> >> >> >>kalau nyontek stock pick boleh gak ya ? >> >> >>*SURABAYA >>Keluarga Pelapor Contek >>Massal Dievakuasi Polisi* >> >>Jumat, 10 Juni 2011 >>SURABAYA (Suara Karya): Polemik kasus sontekan massal di SDN Gadel II >>Surabaya makin memanas. Keluarga pelapor kasus yang membuat sakit hati para >>wali murid itu bahkan harus dievakuasi dengan mobil polisi, sebelum akhirnya >>mengungsi ke rumah orangtuanya di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Kamis >>(9/6) kemarin. >> >>Kronologi kejadian itu bermula saat pasangan Ny Siami-Widodo (orangtua AL), >>yang melaporkan kasus sontek massal ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, >>dipertemukan dengan perwakilan orangtua murid, Kepala UPTD Dinas Pendidikan >>Kecamatan Tandes Dakkah Wahyudi, dan tim independen utusan wali kota, Daniel >>M Rosyid, di Balai RW 2 Gadel, Kelurahan Karang Poh. Tempat pertemuan itu >>sendiri sejak pagi sudah dikepung ratusan orangtua murid dan warga yang >>emosional karena nama SD dan wilayah mereka ikut tercemar. >> >>Seperti diberitakan harian ini, kasus contek massal itu menjadi perhatian >>publik menyusul laporan Ny Siami yang tidak rela anaknya diminta memberi >>sontekan kepada teman-temannya satu kelas saat ujian nasional (UN) pada >>10-12 Mei lalu. Sang orangtua yang berupaya mengajarkan kejujuran kepada >>anaknya, yang kebetulan memiliki kemampuan akademik melebihi teman-temannya >>itu, tak pernah mengira laporan itu berbuntut panjang seperti sekarang. >> >>Suasana pertemuan di Balai RW kemarin yang awalnya berlangsung tenang >>mendadak ricuh saat Ny Siami diberi kesempatan bicara. Ibu rumah tangga yang >>sehari-hari berprofesi sebagai penjahit itu meminta maaf sambil menangis. >>Tapi ternyata, ratusan warga di luar dan di dalam balai RW justru merespons >>ungkapan Ny Siami itu dengan cara berteriak-teriak, mengusir istri seorang >>buruh tersebut. >> >>Padahal, Ny Siami sudah meminta maaf sambil menangis dan berjabat tangan >>hingga berpelukan dengan Kepala Sekolah Sukatman dan guru kelas VI, >>Fathurrochman dan Prayitno, yang terkena sanksi penurunan pangkat akibat >>pelaporannya tersebut. "Air mata buaya, usir-usir!" teriak warga kompak. >> >>Ungkapan perasaan Ny Siami melalui pengeras suara itu bahkan makin kalah >>keras dibanding teriakan dan hujatan tetangganya sendiri tersebut. Polisi, >>yang melihat situasi makin tak terkendali, memutuskan mengevakuasi Widodo, >>Ny Siami, dan kakaknya, Saki Edy Purnomo, menggunakan mobil patroli. >> >>Warga yang sempat melakukan aksi dorong saat Ny Siami dievakuasi ke atas >>mobil patroli itu ternyata masih belum puas. Mereka beramai-ramai mendatangi >>rumah keluarga malang tersebut di Jalan Gadel Sari Barat II/31, Surabaya, >>yang sudah dijaga polisi. >> >>Warga akhirnya gigit jari, karena ternyata keluarga itu dievakuasi ke >>Mapolsek Tandes. Ny Siami sendiri kepada wartawan di Mapolsek Tandes, >>mengaku sudah tidak kuat menghadapi masalah dengan para tetangganya >>tersebut. "Saya tidak kuat, mau pulang ke rumah orangtua di Gresik," ujarnya >>sambil menangis. >> >>Wanita berjilbab yang sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal di kawasan >>Gadel itu juga berencana menjual rumah yang sudah ditinggalinya sejak 8 >>tahun silam tersebut. Wanita malang itu masih belum menuturkan bagaimana >>kelanjutan nasib pendidikan anak kandungnya AL, setelah mengakhiri >>pendidikan di SDN tersebut. (Andira) >> > >
