Masalahnya adalah Bang IAN menuliskan "BILA TURUN ke 3300-3500", coba kalau 
menulis "BILA NAIK ke 4500 dalam 2-3 minggu kemudian", pasti banyak sekali yang 
merasa senang, dan Bang IAN disanjung2, sejak dulu selalu demikian adanya di 
pasar, lebih banyak orang yang senang mendapat berita "yang bernuansa bagus" 
walaupun kenyataan yang akan terjadi kelak BELUM TENTU seperti apa yang mereka 
dengar, atau bahkan sebaliknya. 


  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, June 14, 2011 5:24 PM
  Subject: Re: [saham] Re: Bila Terjadi Krisis


    
  Komentarilah apa yang saya tulis dan bukan apa yang tidak saya tulis.
  Kesimpulan yang anda ambil di bawah jauh dari kenyataan.

  Saya merepost posting saya sebelumnya karena sudah ada orang yg menuliskan 
seolah2 saya pernah mengatakan IHSG akan crash. Ketimbang makin ngaco dan makin 
banyak yg disesatkan akibat kesimpulan yg salah itu, makanya saya repost 
posting saya tersebut.

  Semoga dipahami sekarang.

  Semoga dipahami sekarang, dan jangan terlalu banyak curigaan seperti di bawah 
:)

  Sekedar catatan:
  Saya termasuk penentang I Told You dari dulu.
  Saya bahkan pernah mengatakan bahwa hanya analis2 pemula saja yang suka klaim 
I Told You atas analisanya yang tepat.

  Pembelajaran ini saya dapat dari seorang trader di AS waktu saya masih aktif 
trading di bursa AS tahun 1998-2000 (kalau tidak salah ingat) dan aktif menulis 
di message board para trader di AS. Saya sering bikin prediksi di antara trader 
AS, dan ketika tepat saya menulis I Told You. Lalu saya diingatkan, tidak perlu 
melakukan hal tersebut karena tidak pantas. Saya waktu itu sadar, dan tidak 
meneruskan kebiasaan yang tidak benar itu.

  Seorang chartis yang benar tahu betul kalau perkiraan/prediksi yang dibuat 
itu bukanlah memastikan pergerakan yang akan datang, tapi lebih memperkirakan 
kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga, kalaupun ternyata tepat, itu terjadi 
bukan karena chartist tersebut tapi karena memang market pas bergerak searah 
dengan trend. Padahal, dalam kenyataan sehari2 market bisa bergerak searah 
dengan trend bisa juga berlawanan dengan trend. Itu sebabnya, seorang trader 
harus terbiasa berhadapan dengan yang namanya stop limit ketika harga bergerak 
keluar dari trend nya.

  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu



  2011/6/14 Trader Newbie <[email protected]>



    2 arahnya:

    Bila hari ini merah dalam, maka I Told U.

    Bila hari ini hijau, maka I Warn U.

    Itu karena bang Ian merepost email di bawah.

    Ps: bukan berarti saya dalam posisi menjual pada saat bang Ian mempost di 
Jumat lalu dan saya belum sempat buyback sehingga saya kritis ke bang Ian. 
Posisi saya saat ini cash 50:50.


    Sent from my BlackBerry® smartphone


----------------------------------------------------------------------------

    From: [email protected] 
    Sender: [email protected] 
    Date: Tue, 14 Jun 2011 10:01:44 +0000
    To: <[email protected]>
    ReplyTo: [email protected] 
    Subject: Re: [saham] Re: Bila Terjadi Krisis


      
    "BILA" apa 2 arahnya sih?

    "BILA" hujan turun bawalah payung.

    Kalo hujan ngga turun ya udah..hanya saja jika benar hujan turun..bawalah 
payung.

    2 arahnya dimana? :) 



    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


----------------------------------------------------------------------------

    From: "Trader Newbie" <[email protected]> 
    Sender: [email protected] 
    Date: Tue, 14 Jun 2011 09:41:53 +0000
    To: <[email protected]>
    ReplyTo: [email protected] 
    Subject: Re: [saham] Re: Bila Terjadi Krisis


      
    Dari postingan abang di bawah tentu saja.
    Saya belum sempat membaca postingan yang lain.

    Posisi abang yang saya tahu per Jumat dulu sudah cash.
    Pandangan abang tentang bursa saat ini menurut postingan tidak jelas, 
karena abang menggunakan kata "BILA".

    Abang mengirimkan kembali posting tersebut pada hari ini di saat bursa kita 
hijau.

    Ini yang saya maksud dengan dua arah :)



    Sent from my BlackBerry® smartphone


----------------------------------------------------------------------------

    From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
    Sender: [email protected] 
    Date: Tue, 14 Jun 2011 16:29:52 +0700
    To: <[email protected]>
    ReplyTo: [email protected] 
    Subject: Re: [saham] Re: Bila Terjadi Krisis


      
    Dua arahnya dimana ya?

    Sudah baca posting2 saya yg lainnya yg dengan jelas menyebutkan posisi saya 
dan pandangan saya tentang bursa saat ini? Tidak ada yg dua arah yang saya 
ingat. :)

    Abaikan omongan orang lain tentang saya, baca langsung saja apa yang saya 
tulis dan bukan dari orang lain tuliskan tentang saya karena rawan dibelokin 
artinya :)

    jabat erat,
    Irwan Ariston Napitupulu



    2011/6/14 Trader Newbie <[email protected]>



      Masalahnya Bang, tulisan ini mengindikasikan 2 arah.
      Bila, jika....

      Bagaimana perkiraan bang Irwan terhadap kondisi bursa kita dalam say 3-6 
bulan ke depan dari kacamata abang yang mudah dicerna oleh kita-kita yang awam 
tanpa menggunakan kata bersayap BILA/JIKA....



      Sent from my BlackBerry® smartphone


--------------------------------------------------------------------------

      From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
      Sender: [email protected] 
      Date: Tue, 14 Jun 2011 15:52:27 +0700
      To: <[email protected]>
      ReplyTo: [email protected] 
      Subject: [saham] Re: Bila Terjadi Krisis


        
      Saya repost sajalah posting saya terdahulu agar lebih jelas.
      Bagi yang belum paham arti kata "BILA", saya sedikit jelaskan ya, kata 
BILA itu artinya belum terjadi dan sifatnya lebih kepada pengkondisian.  
Tujuannya untuk memberikan gambaran seandainya hal tersebut beneran terjadi 
sehingga diharapkan sudah siap dan tahu medan tempur yang akan dihadapi.

      Agar repot memang menghadapi orang yang ngga hati2 dalam membaca dan 
mengartikan, lalu mengartikan sendiri semaunya saja yang akhirnya malah 
memberikan arti yang berbeda seolah2 saya mengatakan apa yang orang tersebut 
tuliskan. Apesnya, pihak lain yang tidak mengikuti postingan dengan lengkap, 
jadi percaya kalau saya mengatakan demikian.

      Begitulah nasib saya, ditambahin kerjaan yang ngga seharusnya saya lakuin 
hanya karena keteledoran beberapa pihak dalam membaca dan mengartikan tulisan 
akibat emosinya duluan yang didahulukan, bukan nalarnya :)

      jabat erat,
      Irwan Ariston Napitupulu



      2011/6/13 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

        Ini hanya untuk nambah pengetahuan saja ya.

        Bila terjadi krisis seperti tahun 2008 lalu, dan polanya mirip, maka 
dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan harga saham bergerak turun dari puncaknya 
dengan besaran sekitar 50-75% (kecuali defensive stock yg biasanya turunnya 
bisa lebih kecil). Jadi bukan dalam 3-4 hari seperti perkiraan orang belakangan 
ini.

        Bila ekonomi AS mengalami double dips yaitu kondisi dimana masuk resesi 
(2008-2009) lalu recover sesaat (2009-2011) kemudian masuk lagi resesi, maka 
saya perkirakan indeks DOW bisa masuk ke level 8500-9000 kembali.

        Saat ini tidak ada yang tahu apakah AS akan masuk resesi lagi atau 
tidak, karenanya pintar2 sajalah mengatur porto dan aset yang ada.

        Berhatilah2 dengan rekomendasi2 buy yg menganggap ekonomi aman2 saja 
karena ketika anda terbuai dan terlena, lalu ekonomi benar2 mengarah ke 
negatif, aset anda akan tergerus cukup hebat.

        Juga berhati2lah dengan rekomendasi2 sell yg mengatakan ekonomi mau 
crash/resesi, karena ketika ternyata ekonomi tidak jadi masuk resesi, maka bisa 
jadi anda kehilangan peluang untung dari kenaikan harga saham.

        Semua pilihan ada ditangan anda masing2, sesuaikan dengan batasan 
resiko masing2.
        Punya poisisi atau tidak posisi, keduanya sama2 memiliki resikonya 
masing2 dengan sifat resiko yg tentunya berbeda. Yang satu kemungkinan 
kehilangan/tergerusnya aset tapi punya peluang naik asetnya, yang satunya lagi 
resiko asetnya tidak bertambah tapi juga tidak berkurang karena pegang cash. 
Yang mana lebih cocok toleransi resikonya, silakan anda pilih dengan 
bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

        Abaikan saja para cheerleader yg teriak2 buy or sell di milis atau pun 
lainnya, fokus dengan kemampuan sendiri dalam menganalisa situasi dan grafik 
yang ada.
        Tips untuk melihat grafik, lihatlah grafik seolah2 anda tidak punya 
posisi apapun, biasanya lihat grafiknya jadi lebih jernih. Bila masih belum 
bisa jernih karena ada posisi, print saja grafik tersebut, tanyakan ke tukang 
parkir atau pembantu anda di rumah, menurut matanya dia, grafiknya cenderung 
mau turun atau naik dalam 1-2 bulan ke depan. Agar mantap, tanyakan saja ke 5 
orang yg awam bursa dan grafik. Biasanya, orang awam cenderung masih polos dan 
jernih lihat grafik  ketimbang yg sudah tiap hari lihat grafik  Kalau ke 
pembantu, coba saja nanyanya dengan bilang, kalau sendainya grafik ini adalah 
grafik harga cabe, kira2 harga cabenya mau naik atau turun :)


        jabat erat,
        Irwan Ariston Napitupulu


















  

Kirim email ke