Betul sekali, dah ada yg posting duluan P Susanto :), tadi saya juga mo
posting hal yg serupa, cuma jadi tiba2 lupa nama obatnya... hehehe :p
Saya hanya menambahkan sedikit,

*Obat Generik dengan obat yang bermerk, kalo kandungannya sama ya hasilnya
SAMA.*

Jadi banyak yang tidak paham maksud generik. Generik itu artinya obat
tersebut *dijual dengan nama yang sama dengan kandungan kimianya*,
mengutip wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/Generic
 "Generic drug <http://en.wikipedia.org/wiki/Generic_drug>, a drug
identified by its chemical name rather than its brand name"

Kenapa koq ada obat generik? Biasanya karena paten awalnya sudah expire,
artinya bahwa kandungannya sudah bukan hak cipta milik produsen tertentu.
Atau bisa jadi dari awal memang tidak dipatenkan, karena sang penemu obat
memang tidak mau mempatenkannya (mulia sekali yach). Produsen apa pun bisa
memproduksinya asal memenuhi syarat-syarat.

*Apakah Obat Generik khasiatnya sama dengan obat merk (dgn asumsi kandungan
kimiawi yang persis sama)?* *IYA*
berikut kutipan dari wiki lagi, FDA yang menyatakannya, bukan saya :p :
http://en.wikipedia.org/wiki/Generic_drug
...
A generic drug must contain the same active ingredients as the original
formulation. According to the U.S. Food and Drug
Administration<http://en.wikipedia.org/wiki/U.S._Food_and_Drug_Administration>(FDA),
generic drugs are identical or within an acceptable
bioequivalent <http://en.wikipedia.org/wiki/Bioequivalence> range to the
brand <http://en.wikipedia.org/wiki/Brand> name counterpart with respect to
pharmacokinetic <http://en.wikipedia.org/wiki/Pharmacokinetics> and
pharmacodynamic <http://en.wikipedia.org/wiki/Pharmacodynamics> properties.
By extension, therefore, generics are considered (by the FDA) *identical in
dose, strength, route of administration, safety, efficacy, and intended use*
.[3] <http://en.wikipedia.org/wiki/Generic_drug#cite_note-2> The FDA's use
of the word *identical* is very much a legal
interpretation<http://en.wikipedia.org/wiki/Statutory_interpretation>,
and is not literal. In most cases, generic products are available once the
patent <http://en.wikipedia.org/wiki/Patent> protections afforded to the
original developer have expired. When generic products become available, the
market competition often leads to substantially lower prices for both the
original brand name product and the generic forms. The time it takes a
generic drug to appear on the market varies. In the US, drug patents give
twenty years of protection, but they are applied for before clinical trials
begin, so the *effective* life of a drug patent tends to be between seven
and twelve years
...

Dengan demikian khasiatnya *SAMA*.

Untuk kasus kenapa ngga sembuh, ilustrasi dari Pak Susanto di bawah ini
(saya kutip lagi dari Pak Susanto) sangat tepat:

*Maaf, tapi jangan hanya karena klaim satu orang belaka kita jadi hilang
kepercayaan pada obat murah....murah belum tentu murahan. Hanya karena A
(anggaplah doi gak salah beli obat) kagak sembuh minum obat generik bukan
berarti orang lain juga kagak sembuh. Hal yang sebaliknya juga sama, kalo A
sembuh belom tentu B sembuh dengan minum obat yang sama.*

Semoga bermanfaat... ^_^

2011/6/23 Susanto Salim <[email protected]>

> **
>
>
> sebagai catatan ane dulu suka beli amoxixylin untuk radang tenggorokan,
> sembuh juga bos. Amoxixylin versi generik dari obat paten dengan nama yang
> mirip. Maaf, tapi jangan hanya karena klaim satu orang belaka kita jadi
> hilang kepercayaan pada obat murah....murah belum tentu murahan. Hanya
> karena A (anggaplah doi gak salah beli obat) kagak sembuh minum obat generik
> bukan berarti orang lain juga kagak sembuh. Hal yang sebaliknya juga sama,
> kalo A sembuh belom tentu B sembuh dengan minum obat yang sama.
>
> intinya satu kasus pribadi tidak bisa digunakan untuk menggeneralisir
> sesuatu. Kalo A tertabrak busway saat nyebrang di jalan gajahmada bukan
> berarti B,C,D bakal ketabrak juga, bisa jadi A pas lagi sial aja makanya
> ketabrak.
>
> PS:
> kalo kandungan gak sesuai label artinya ada penipuan, bisa di tuntut
> produsennya dong.
> -----------
> *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his
> revenue.
> -- René Descartes*
>
>
> 2011/6/23 11:11 <[email protected]>
>
> **
>>
>>
>> ** Untuk generik dari dosis 500 yg di claim
>> Paling real nya berapa kali ya
>> Makannya diminum ga ada pengaruh..
>> Jadi curiga jgn2 margin generik lebih besar walaupun harga nya lebih murah
>> dr non generik..
>>
>> Sent from my BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * "ricky1group" <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Thu, 23 Jun 2011 03:59:14 -0000
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[saham] Re: Harga obat tinggi tapi masih kuat beli
>>
>>
>>
>> apaan, gw 3 tahun lalu pernah sengaja nyari obat generik untuk antibiotik,
>> gak usah sebut merek. Dosisnya 500, harganya sih cukup murah bisa cuma
>> sekitar 30% dari harga obat non generik dgn dosis yg sama (saat sebelum
>> kebijakan keajiban penulisan HET).
>>
>> Tapi pake generik tak berpengaruh untung saja memang untuk penyakit luka,
>> kalau sampai operasi bisa keburu infeksi kali kalau pakai generik. Generik
>> bagus untuk yang ngak pernah minum obat sehingga dosis ringan pun
>> berpengaruh tapi kalau yg sudah biasa minum obat sepertinya generik akan
>> cukup makan waktu.
>>
>> --- In [email protected], ivtech03@... wrote:
>> >
>> > Banyak kelas menengahnya gengsi untuk minta/beli obat generik.
>> > -----Original Message-----
>> > From: "ricky1group" <ricky1group@...>
>> > Sender: [email protected]
>> > Date: Thu, 23 Jun 2011 03:50:47
>> > To: <[email protected]>
>> > Reply-To: [email protected]
>> > Subject: [saham] Re: Harga obat tinggi tapi masih kuat beli
>> >
>> > nah kalau itu gw juga sempat kepikiran, tapi kan pabrik obat juga
>> produksi vitamin dan sejenisnya.
>> >
>> > Nah kalau gw lihat bukan di sisi banyak yang sakit, setahu gw harga
>> rata-rata obat di Indonesia relatif lebih mahal ketimbang harga obat di
>> negara berkembang lainnya apalagi dengan India dan China, sepertinya harga
>> obat disini lebih mahal tapi sayang tidak ada tabelnya, mungkin kalau yang
>> ada boleh tampilin daftar perbedaan harga obat menurut rata-rata jenis
>> penyakit spt semacam paracetamol atau antibiotik dosis umum.
>> >
>> > dengan harga yang relatif tinggi saja masih ada begitu besar kemampuan
>> beli, berarti kan INDONESIA CUKUP MAKMUR nan MAMPU kan ?
>> >
>> >
>> >
>> > --- In [email protected], ivtech03@ wrote:
>> > >
>> > > Banyak sakit donk
>> > > -----Original Message-----
>> > > From: "ricky1group" <ricky1group@>
>> > > Sender: [email protected]
>> > > Date: Thu, 23 Jun 2011 03:42:01
>> > > To: <[email protected]>
>> > > Reply-To: [email protected]
>> > > Subject: [saham] Harga obat tinggi tapi masih kuat beli
>> > >
>> > > Orang Indonesia memang MAKMUR
>> > >
>> > >
>> http://industri.kontan.co.id/v2/read/1308787422/71010/Konsumsi-obat-Indonesia-capai-US-444-miliar
>> > >
>> > > Kamis, 23 Juni 2011 | 07:03 oleh Sofyan Nur Hidayat
>> > > KONSUMSI OBAT DI INDONESIA
>> > > Konsumsi obat Indonesia capai US$ 4,44 miliar
>> > >
>> > > JAKARTA. Konsumsi obat di dalam negeri pada tahun 2011 diperkirakan
>> bisa mencapai US$ 4,4 miliar. Konsumsi obat itu mengalami kenaikan 11% dari
>> tahun sebelumnya.
>> > >
>> > > Chairman International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) Lutfi
>> Mardiansyah mengatakan pertumbuhan konsumsi obat tahun ini disebabkan
>> penambahan populasi penduduk dan peningkatan pendapatan domestik bruto
>> (PDB). "Pertumbuhan tahun ini saya rasa sama dengan tahun lalu sebesar 11%,"
>> kata Lutfi dalam acara diskusi yang digelar oleh Forum Wartawan Industri
>> (Forwin), Rabu (22/6).
>> > >
>> > > Pada tahun 2010 sendiri, Lutfi mengatakan pasar farmasi nasional
>> mencapai US$ 4 miliar. Dari jumlah itu sekitar US$ 2,4 miliar merupakan
>> nilai omzet obat resep atau etikal. Sedangkan obat bebas atau over the
>> counter mencapai US$ 1,6 miliar.
>> > >
>> >
>>
>>
>  
>

Kirim email ke