obat generic lebih murah dari obat patent meskipun kasiatnya sama, karena tidak 
tidak ada biaya iklan yang mahal dan patent. 
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
  ----- Original Message ----- 
  From: Mikail 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, June 23, 2011 12:32 PM
  Subject: Re: [saham] OOT: Obat Generik Khasiatnya SAMA


    
  Ketinggalan yang pentingnya, (saya kutip lagi dari P Susanto ;):

  intinya satu kasus pribadi tidak bisa digunakan untuk menggeneralisir 
sesuatu. Kalo A tertabrak busway saat nyebrang di jalan gajahmada bukan berarti 
B,C,D bakal ketabrak juga, bisa jadi A pas lagi sial aja makanya ketabrak.

  Perfect Illustration!!! :) :p :p



  2011/6/23 Mikail <[email protected]>

    Betul sekali, dah ada yg posting duluan P Susanto :), tadi saya juga mo 
posting hal yg serupa, cuma jadi tiba2 lupa nama obatnya... hehehe :p
    Saya hanya menambahkan sedikit,

    Obat Generik dengan obat yang bermerk, kalo kandungannya sama ya hasilnya 
SAMA.

    Jadi banyak yang tidak paham maksud generik. Generik itu artinya obat 
tersebut dijual dengan nama yang sama dengan kandungan kimianya,
    mengutip wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/Generic
     "Generic drug, a drug identified by its chemical name rather than its 
brand name"

    Kenapa koq ada obat generik? Biasanya karena paten awalnya sudah expire, 
artinya bahwa kandungannya sudah bukan hak cipta milik produsen tertentu. Atau 
bisa jadi dari awal memang tidak dipatenkan, karena sang penemu obat memang 
tidak mau mempatenkannya (mulia sekali yach). Produsen apa pun bisa 
memproduksinya asal memenuhi syarat-syarat.

    Apakah Obat Generik khasiatnya sama dengan obat merk (dgn asumsi kandungan 
kimiawi yang persis sama)? IYA
    berikut kutipan dari wiki lagi, FDA yang menyatakannya, bukan saya :p :
    http://en.wikipedia.org/wiki/Generic_drug
    ...
    A generic drug must contain the same active ingredients as the original 
formulation. According to the U.S. Food and Drug Administration (FDA), generic 
drugs are identical or within an acceptable bioequivalent range to the brand 
name counterpart with respect to pharmacokinetic and pharmacodynamic 
properties. By extension, therefore, generics are considered (by the FDA) 
identical in dose, strength, route of administration, safety, efficacy, and 
intended use.[3] The FDA's use of the word identical is very much a legal 
interpretation, and is not literal. In most cases, generic products are 
available once the patent protections afforded to the original developer have 
expired. When generic products become available, the market competition often 
leads to substantially lower prices for both the original brand name product 
and the generic forms. The time it takes a generic drug to appear on the market 
varies. In the US, drug patents give twenty years of protection, but they are 
applied for before clinical trials begin, so the effective life of a drug 
patent tends to be between seven and twelve years
    ...

    Dengan demikian khasiatnya SAMA.

    Untuk kasus kenapa ngga sembuh, ilustrasi dari Pak Susanto di bawah ini 
(saya kutip lagi dari Pak Susanto) sangat tepat:

    Maaf, tapi jangan hanya karena klaim satu orang belaka kita jadi hilang 
kepercayaan pada obat murah....murah belum tentu murahan. Hanya karena A 
(anggaplah doi gak salah beli obat) kagak sembuh minum obat generik bukan 
berarti orang lain juga kagak sembuh. Hal yang sebaliknya juga sama, kalo A 
sembuh belom tentu B sembuh dengan minum obat yang sama.

    Semoga bermanfaat... ^_^


    2011/6/23 Susanto Salim <[email protected]>

        
      sebagai catatan ane dulu suka beli amoxixylin untuk radang tenggorokan, 
sembuh juga bos. Amoxixylin versi generik dari obat paten dengan nama yang 
mirip. Maaf, tapi jangan hanya karena klaim satu orang belaka kita jadi hilang 
kepercayaan pada obat murah....murah belum tentu murahan. Hanya karena A 
(anggaplah doi gak salah beli obat) kagak sembuh minum obat generik bukan 
berarti orang lain juga kagak sembuh. Hal yang sebaliknya juga sama, kalo A 
sembuh belom tentu B sembuh dengan minum obat yang sama.

      intinya satu kasus pribadi tidak bisa digunakan untuk menggeneralisir 
sesuatu. Kalo A tertabrak busway saat nyebrang di jalan gajahmada bukan berarti 
B,C,D bakal ketabrak juga, bisa jadi A pas lagi sial aja makanya ketabrak.

      PS:
      kalo kandungan gak sesuai label artinya ada penipuan, bisa di tuntut 
produsennya dong.
      -----------
      A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his 
revenue.
      -- René Descartes




      2011/6/23 11:11 <[email protected]>


          
        Untuk generik dari dosis 500 yg di claim
        Paling real nya berapa kali ya
        Makannya diminum ga ada pengaruh..
        Jadi curiga jgn2 margin generik lebih besar walaupun harga nya lebih 
murah dr non generik..


        Sent from my BlackBerry®


------------------------------------------------------------------------

        From: "ricky1group" <[email protected]> 
        Sender: [email protected] 
        Date: Thu, 23 Jun 2011 03:59:14 -0000
        To: <[email protected]>
        ReplyTo: [email protected] 
        Subject: [saham] Re: Harga obat tinggi tapi masih kuat beli


          
        apaan, gw 3 tahun lalu pernah sengaja nyari obat generik untuk 
antibiotik, gak usah sebut merek. Dosisnya 500, harganya sih cukup murah bisa 
cuma sekitar 30% dari harga obat non generik dgn dosis yg sama (saat sebelum 
kebijakan keajiban penulisan HET).

        Tapi pake generik tak berpengaruh untung saja memang untuk penyakit 
luka, kalau sampai operasi bisa keburu infeksi kali kalau pakai generik. 
Generik bagus untuk yang ngak pernah minum obat sehingga dosis ringan pun 
berpengaruh tapi kalau yg sudah biasa minum obat sepertinya generik akan cukup 
makan waktu.

        --- In [email protected], ivtech03@... wrote:
        >
        > Banyak kelas menengahnya gengsi untuk minta/beli obat generik. 
        > -----Original Message-----
        > From: "ricky1group" <ricky1group@...>
        > Sender: [email protected]
        > Date: Thu, 23 Jun 2011 03:50:47 
        > To: <[email protected]>
        > Reply-To: [email protected]
        > Subject: [saham] Re: Harga obat tinggi tapi masih kuat beli
        > 
        > nah kalau itu gw juga sempat kepikiran, tapi kan pabrik obat juga 
produksi vitamin dan sejenisnya.
        > 
        > Nah kalau gw lihat bukan di sisi banyak yang sakit, setahu gw harga 
rata-rata obat di Indonesia relatif lebih mahal ketimbang harga obat di negara 
berkembang lainnya apalagi dengan India dan China, sepertinya harga obat disini 
lebih mahal tapi sayang tidak ada tabelnya, mungkin kalau yang ada boleh 
tampilin daftar perbedaan harga obat menurut rata-rata jenis penyakit spt 
semacam paracetamol atau antibiotik dosis umum.
        > 
        > dengan harga yang relatif tinggi saja masih ada begitu besar 
kemampuan beli, berarti kan INDONESIA CUKUP MAKMUR nan MAMPU kan ?
        > 
        > 
        > 
        > --- In [email protected], ivtech03@ wrote:
        > >
        > > Banyak sakit donk
        > > -----Original Message-----
        > > From: "ricky1group" <ricky1group@>
        > > Sender: [email protected]
        > > Date: Thu, 23 Jun 2011 03:42:01 
        > > To: <[email protected]>
        > > Reply-To: [email protected]
        > > Subject: [saham] Harga obat tinggi tapi masih kuat beli
        > > 
        > > Orang Indonesia memang MAKMUR
        > > 
        > > 
http://industri.kontan.co.id/v2/read/1308787422/71010/Konsumsi-obat-Indonesia-capai-US-444-miliar
        > > 
        > > Kamis, 23 Juni 2011 | 07:03 oleh Sofyan Nur Hidayat
        > > KONSUMSI OBAT DI INDONESIA
        > > Konsumsi obat Indonesia capai US$ 4,44 miliar
        > > 
        > > JAKARTA. Konsumsi obat di dalam negeri pada tahun 2011 diperkirakan 
bisa mencapai US$ 4,4 miliar. Konsumsi obat itu mengalami kenaikan 11% dari 
tahun sebelumnya.
        > > 
        > > Chairman International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) 
Lutfi Mardiansyah mengatakan pertumbuhan konsumsi obat tahun ini disebabkan 
penambahan populasi penduduk dan peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB). 
"Pertumbuhan tahun ini saya rasa sama dengan tahun lalu sebesar 11%," kata 
Lutfi dalam acara diskusi yang digelar oleh Forum Wartawan Industri (Forwin), 
Rabu (22/6).
        > > 
        > > Pada tahun 2010 sendiri, Lutfi mengatakan pasar farmasi nasional 
mencapai US$ 4 miliar. Dari jumlah itu sekitar US$ 2,4 miliar merupakan nilai 
omzet obat resep atau etikal. Sedangkan obat bebas atau over the counter 
mencapai US$ 1,6 miliar.
        > >
        >











  

Kirim email ke