Bro panda sori nih, mgkin kalo cerita roko itu ga berbahaya masalah no1 nya 
pikiran aja mgkin terlalu polos untuk dijadikan suatu kebohongan, memang 
pikiran itu no1 betul mempengaruhi fisik, tapi bukan berarti dengan pikiran, 
kita bs menghilangkan efek negatif dari racun itu sendiri. 

Rasanya ga perlu penjelasan lg klo rokok itu emang racun yg adiktif, hanya saja 
kembali ke orangnya, dia pilih untuk pura2 ga tau dan tetap konsumsi racun ( 
+harus bayar lagi) atau memilih untuk jgn mulai  meroko /berhenti dan mencoba 
dengan segenap hati, bukan cari excuse untuk ttp ngeroko (tp itu kembali lg ke 
pilihan diri sendiri)

Klo buat orang muda lifestyle sehat mati, dan orang tua ngeroko masi sehat itu 
yakin sekedar generalisasi biasa aja, ada 1 org tua yg sehat perokok di antara 
99 yg penyakitan, serta ada 1 org muda tidak peroko yg meninggal di antara 99 
yg sehat dan berumur panjang, lalu serta merta di generalisasi untuk 
mendapatkan kesimpulan yg salah.

Memang di indonesia itu kliatannya win-win solution semua butuh industri rokok, 
pdhl balik lg yg plg dirugikan itu justru konsumen, duit buat bayar cukai, gaji 
karyawan, sogok sana sini, advertising yg super buanyak (ntah deh brp budget 
adv perusahaan rokok) semua dibayar oleh konsumen (semua lapisan masy tua muda 
laki perempuan sakit sehat)  yg sebenarnya dirugikan (medically) juga oleh 
industri rokok tersebut.

Jadi kalau pilihannya memang bro panda tetap merokok saya menghargai tapi 
janganlah menyebar pesan yg keliru yang mgkin bs salah ditangkap oleh korban 
rokok lainnya, thanks

Salam hangat,
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "panda" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 11 Mar 2012 07:15:44 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Rokok

Dulu saya pernah berimajinasi industri rokok yang menyehatkan, misalnya dgn 
rokok yang isinya vitamin C, masa iya ga bisa sih :d
Saya rasa malah bisa jadi jalan keluar

Sy sendiri sampai saat ini masih ketergantungan sekali, pernah coba stop malah 
sakit :d wkwkwkwkw, dan menurut dokter itu biasa terjadi

Dokternya malah bilang justru pembunuh no 1nya pikiran, ga heran banyak yang 
usianya diatas 80, perokok berat dan sehat2 aja, ada juga yang sehat 
lifestylenya, ga ngerokok tapi mati muda

Argumen sy saat ini krn pekerjaan saya lumayan bikin stress, jadi deh pelarian 
ke rokok, daripada stress bikin pikiran kusut dan perpendek umur hehehehehe

Yah jadi curhat deh, intinya ga akan bisa di stop industri rokok, terlalu 
banyak alasan2 apalagi dinegara ini, pembatasan yang dilakukan juga keliatan ga 
ngaruh

Kalo dibawa2 nama asing juga jadi ga tepat ya, krn ini hanya persoalan bisnis
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "kangduren" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 11 Mar 2012 06:27:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Rokok

ane dulu begitu :D
dan kalo dr yg ane/ banyak org ngalami, org lebih  seneng ga makan drpd ga 
merokok (krn makan buat gemuk, malah ada yg sengaja merokok agar kurangi makan).
tp itu SALAH krn perasaan aja, rasa lapar berkurang tapi nanti muncul lagi, 
merokok jelas2 merugikan kesehatan (ini ane share krn ane kena sakit akhirnya 
:D)
masih terbilang 'beruntung' kena bronkitis, paru2 ane masih bagus (hasil 
rontgen dan dokter).
Jadi HINDARI lah rokok :peace:

--- In [email protected], Dana Lingga <dana_lingga@...> wrote:
>
> Itulah enaknya bisnis "candu".
> Lah, harga naik aja tetap dijabanin.
> Mendingan milih makan dikurangi
> daripada nggak ngerokok. 
> 
> Tapi tetap sih saya lihatnya rokok ini
> "sunset industry" karena digempur
> peraturan yang semakin ketat. 
>  
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: kangduren <kangduren@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Sunday, March 11, 2012 1:02 PM
> Subject: Re: Fw: [saham] Analisa BBNI (FA singkat)
>  
> 
>   
> menurut sy sulit rokok hilang dr indonesia krn warung2 itu nanti ga ada 
> income.....
> jd rokok survive krn pedagang2 warung juga mau survive, dugaan saya perokok2 
> baru lebih banyak gol. bawah.
> 
> --- In [email protected], frederickfst@ wrote:
> >
> > Share dkit nih, setelah dpt sedikit view dr ibu katrin mengenai prospek 
> > ggrm ke dpannya, brati org2 yg beli ggrm secara ga lgs kan mengharapkan 
> > kinerja ggrm meningkat yg diperoleh dr "seminimalnya" tidak berkurangnya 
> > demand rokok d negri ini,
> > 
> > Pdhl klo diliat pasar rokok itu kan sebenarnya bertentangan karena rokok 
> > itu pembunuh, sbnernya bangsa kita ini dimanfaatkan sebesar2nya oleh 
> > phillip morris dr negri paman sam sebagai ladang demmand dr perusahaan 
> > rokok yg sudah sulit berkembang di sana karena ketatnya regulasi yg 
> > sebetulnya baik karena prevent bangsany menjadi penyakitan gara2 rokok,
> > 
> > Buat lengkapnya bs disimak d youtube under tag sex lies and cigarettes 
> > video berdurasi 40 mnt ttg ironisnya industri rokok d indonesia.
> > 
> > Yang sekaligus menjadi dilema hrs against dengan segala cara perusahaan 
> > rokok yg skr memperluas target marketnya kepada remaja, anak di bawah umur, 
> > dan bahkan sekarang untuk perempuan (rokok wanita silinder kecil) tp kita 
> > sebagai investor /trader pasti berharap spy perusahaan rokoknya berkembang 
> > terus. 
> > 
> > Saya ngepost topik ini cm sebagai bahan diskusi, bukan brati saya munafik 
> > ato against banget rokok atau gimana, soalnya saya jg sempat beli ggrm, 
> > hehehe, gmn mnurut bapa/ibu sekalian?
> > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: katrin <kusumok@>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sun, 11 Mar 2012 12:25:15 
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: Fw: [saham] Analisa BBNI (FA singkat)
> > 
> > Rada salah tuh asumsi nya, pertumbuhan produksi per tahun masih selalu di
> > atas 2,5 %, data terakhir malah di angka hampir 4 %, jadi bukan sekedar
> > kenaikan penjualan berdasarkan kenaikan harga jual.
> > Sudah gitu, jumlah produser/pabrik rokok semakin mengecil. Jadi kue yang
> > membesar dibagi di antara jumlah produser yang mengecil, market share GGRM
> > selalu meningkat.
> > 
> > Ditambah lagi kondisi bahwa harga bahan baku semakin tahun malah kadang-2
> > semakin menurun karena demand nya yang juga menurun :D
> > 
> > Nah ada 2 studi  yang menarik, yang 1 membandingkan harga rokok berdasarkan
> > inflasi....ternyata pada dasarnya harga rokok selalu naik di sekitar
> > kenaikan inflasi :D jadi nya elastisitas demand masih bisa mengikuti
> > kenaikan harga. Bahkan sebenarnya meningkat sejalan dengan peningkatan
> > kondisi ekonomi Indonesia.
> > Studi kedua, studi demografi, ternyata jumlah perokok usia muda masih terus
> > meningkat...diterjemahkan menjadi tabungan masa depan perusahaan rokok :D
> > 
> > 
> > 
> >
>



Kirim email ke