PEG ini simple ngitung eps proyeksi, kuncinya sih di growth itu ya bung Ian :D biasanya kalau manajemennya bagus kita lebih bisa baca proyeksi mereka, krn mereka pastinya lebih tau bidangnya dan kekuatan perusahaannya. tenkiu bung Ian :)
--- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> wrote: > > Ada macam2 teknik analisa di FA, sama seperti ada macam2 teknik analisa di TA. > PEG adalah salah satu cara analisa di FA. > PEG menggunakan asumsi perkiraan rata2 growth laba, biasanya dipakai 5 > tahun ke depan. Setidaknya itu yang sering saya lihat di yahoo > finance. Sebagai contoh, berikut data2 beberapa rasio saham AAPL atau > Apple Inc. > > http://finance.yahoo.com/q/ks?s=AAPL+Key+Statistics > > Perkiraan growth 5 tahun ke depan, setahu saya kalau di AS itu, yg > ngasih angkanya adalah pihak management perusahaan. Tapi tidak > dilarang seorang analis membuat hitungan sendiri berdasarkan kemampuan > dia memprediksi kondisi makro ataupun prospek perusahaan mengingat > pihak managemen perusahaan bisa saja memberikan perkiraan angka > pertumbuhan yang terlalu optimis atau sebaliknya malah memberikan > perkiraan angka pertumbuhan yang terlalu pesimis. Itulah gunanya > seorang analis funamental melakukan adjustmen dalam perhitungan dengan > menggunakan asumsi2 yang dia yakini, untuk kemudian keluar angka > perkiraan valuasi wajar suatu saham. > > Analisa atau prediksi para analis fundamental yg profesional, memang > perlu terus memantau perkembangan situasi. Bila ada perubahaan situasi > sehingga asumsi yang digunakan juga perlu disesuaikan, maka tentunya > akan merubah perhitungan2 fundamental yang telah dibuat sebelumnya. > Itu sebabnya, seorang analis fundamental yang profesional bisa > beberapa kali mengupdate/merubah target price nya di satu saham walau > dalam hitungan minggu atau bulan. Bukan karena analisanya tidak > konsisten, tapi karena dia melihat adanya perubahan situasi yang bisa > merubah asumsi2 perhitugnan sebelumnya. > > Seperti contoh kasus di Indonesia, dengan dikeluarkan pengumuman > rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dari 4500 ke 6000, > maka tentunya bila itu terjadi, akan ada perubahaan2 kondisi makro > Indonesia, dan kondisi2 lainnya sehingga situasinya jadi berubah, dan > asumsi2 perhitungan sebelumnya yang telah dibuat, perlu direvisi > karena perubahan2 yg terjadi tersebut. > > Analisa fundamental itu bersifat dinamis, tidak statis. Dia akan > membutuhkan penyesuaian ketika asumsi2 yg digunakan sebelumnya > mengalami perubahaan karena kondisinya berubah. > > Saya pribadi, karena tahu cara ngitung FA secara cepat dan praktis, > cenderung mengabaikan dan malas baca riset2 sekuritas atas analisa > dari para analis2 fundamental yang profesional. Kalau pun sesekali > saya baca, saya bacanya hanya berapa target harga dari sekuritas atau > analis tsb. Bukan untuk dipakai, tapi lebih sekedar ingin tahu saja > perkiraan orang lain. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > 2012/3/11 kangduren <kangduren@...>: > > bung Ian, mo tanya, hehehe....... > > sebenernya FA ini ada macam2 aliran ya? > > yg PEG ini salah satunya, cuma mungkin ada kelemahan yaitu, menentukan > > growthnya bukan parameter seharusnya yg bersifat statis, tapi hrs > > fleksibel, biasanya yg analisa fundamental ini institusi besar yg punya > > infrastruktur di tiap2 negara utk memantau perkembangan global. > > Oleh krn itu kita sering jg baca analis fundamental kadang2 berubah analisa > > dalam hitungan minggu. > > kira2 begitu ga bung Ian? :D > > > > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> > > wrote: > >> > >> Saya ingin update tulisan lama saya yang kebetulan sesuai dengan kenyataan > >> atau mendekati kenyataan. > >> Sekaligus ini sebagai contoh kasus nyata bahwa bisa saja suatu saat masuk > >> secara FA (alasan valuasi) waktu BMRI di 6200 untuk tujuan investasi akan > >> mendapat harga yang lebih baik ketimbang masuk secara TA untuk tujuan > >> trading. > >> > >> Bila dilihat grafik BMRI, maka sinyal buy muncul pada hari kamis 8 Maret > >> 2012, ketika garis konfirmasi untuk double bottoms yg di 6500 berhasil > >> ditembus, yang mana teknik TA dengan menggunakan teknik chart pattern akan > >> memberikan sinyal BUY bila tembus 6500 alias masuk di 6550 dengan stop > >> limit di 5950. > >> > >> Sekarang para sahabat di milis saham ini bisa melihat pembuktian ucapan > >> saya bahwa tidak selalu masuk secara TA bisa memberikan harga lebih baik > >> ketimbang masuk secara FA. Dalam kasus contoh nyata BMRI di bawah, adalah > >> salah satu buktinya. Saya menulis hal2 di bawah dan posting awalnya, pada > >> saat belum kejadian muncul sinyal BUY TA dan disaat waktu itu TA masih > >> menunjukkan bearish untuk BMRI. > >> > >> > >> Satu hal lagi yang yg perlu diperhatikan terkati FA dan TA. > >> > >> Untuk TA (trading), orang akan keluar/jual pada saat muncul sinyal sell > >> berdasarkan grafik. Sehingga dari sisi waktu, bisa muncul sinyal sell > >> setiap saat tergantung bentuk grafiknya. Oleh karena itu, di TA orang akan > >> mengenal atau menggunakan yang namanya stop limit untuk membatasi kerugian. > >> > >> Sementara untuk FA (investasi berdasarkan valuasi), orang akan keluar/jual > >> setelah harga dilihat mahal secara relatif berdasarkan valuasi, maupun bila > >> sudah overvalued berdasarkan valuasi, yang akan diperbaharui bila ada corp > >> action yang sifatnya signifikan ataupun setelah ada pengumuman lapkeu atau > >> laba/rugi setiap periode tertentu. Jadi, di FA, orang tidak mengenal yang > >> namanya stop limit alias orang tidak akan menjual hanya karena supportnya > >> tembus atau hal2 yg berbau teknikal lainnya. > >> > >> > >> jabat erat, > >> Irwan Ariston Napitupulu > >> ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
