Kenapa ga pake 2 2nya? FA untuk liat big picture-nya TA buat masuknya, kalo ada waktu bisa liat psikologi candlestick untuk pelajarin price actionnya.
TA banyak macamnya, metode (yg kebetulan nyaman) untuk saya kasi sinyal di 6250 bukan di 6500. FA bagus buat boost moral saya, ga bermaksud bela TA atau FA. Tapi setidaknya ga menjatuhkan dua duanya. Dan sejauh ini simply profitable at least buat saya : ) Just my 0.02 Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 20:42:37 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Sekilas Analisa BMRI Saya ingin update tulisan lama saya yang kebetulan sesuai dengan kenyataan atau mendekati kenyataan. Sekaligus ini sebagai contoh kasus nyata bahwa bisa saja suatu saat masuk secara FA (alasan valuasi) waktu BMRI di 6200 untuk tujuan investasi akan mendapat harga yang lebih baik ketimbang masuk secara TA untuk tujuan trading. Bila dilihat grafik BMRI, maka sinyal buy muncul pada hari kamis 8 Maret 2012, ketika garis konfirmasi untuk double bottoms yg di 6500 berhasil ditembus, yang mana teknik TA dengan menggunakan teknik chart pattern akan memberikan sinyal BUY bila tembus 6500 alias masuk di 6550 dengan stop limit di 5950. Sekarang para sahabat di milis saham ini bisa melihat pembuktian ucapan saya bahwa tidak selalu masuk secara TA bisa memberikan harga lebih baik ketimbang masuk secara FA. Dalam kasus contoh nyata BMRI di bawah, adalah salah satu buktinya. Saya menulis hal2 di bawah dan posting awalnya, pada saat belum kejadian muncul sinyal BUY TA dan disaat waktu itu TA masih menunjukkan bearish untuk BMRI. Satu hal lagi yang yg perlu diperhatikan terkati FA dan TA. Untuk TA (trading), orang akan keluar/jual pada saat muncul sinyal sell berdasarkan grafik. Sehingga dari sisi waktu, bisa muncul sinyal sell setiap saat tergantung bentuk grafiknya. Oleh karena itu, di TA orang akan mengenal atau menggunakan yang namanya stop limit untuk membatasi kerugian. Sementara untuk FA (investasi berdasarkan valuasi), orang akan keluar/jual setelah harga dilihat mahal secara relatif berdasarkan valuasi, maupun bila sudah overvalued berdasarkan valuasi, yang akan diperbaharui bila ada corp action yang sifatnya signifikan ataupun setelah ada pengumuman lapkeu atau laba/rugi setiap periode tertentu. Jadi, di FA, orang tidak mengenal yang namanya stop limit alias orang tidak akan menjual hanya karena supportnya tembus atau hal2 yg berbau teknikal lainnya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/2/10 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > Kalau untuk trader mah, pantau saja chartnya. > Sinyal beli BMRI bisa muncul ketika harga BMRI di bawah 6200, misalkan > turun ke 5800 trus mantul ke 6000 lalu muncul sinyal buy. Tapi bisa juga > muncul sinyal buy BMRI ketika harga BMRI mantul ke 6500, baru muncul > indikasi BUY. > Jadi, kalau trading, kemungkinannya ada dua, beli lebih murah dari 6200 > atau beli lebih mahal dari 6200. > Sementara untuk smart investor, ngga pusingin volatilitas harga, karena > mereka fokus pada valuasi harga suatu saham. Ketika sudah dirasa murah dan > potensi cuannya sudah lumayan, maka saatnya masuk, BUY tutup mata tutup > telinga, ngga peduli asing nakut2innya seperti apa dengan macam2 news. BUY! > :) > > Antara investing dan trading, memiliki perlakuan yg berbeda dalam > pengambilan keputusan. > > catatan: > saya pribadi tidak memiliki saham BMRI, karena saya fokus di saham2 second > liner yg cuannya saya perkirakan bisa di atas 100% dalam setahun atau lebih > cepat :) > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2012/2/10 saham_us <[email protected]> > >> >> >> investor *ngiler* liat harga BMRI saat ini, trader *ketar-ketir *sambil >> pegang jantung yg mpot-mpotan [image: :D] >> >> >> --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> >> wrote: >> > >> > Mumpung harga BMRI sudah turun banyak dari puncaknya, berikut ini saya >> > coba kasih gambaran BMRI. >> > >> > Net income BMRI tahun 2007 sebesar 4,346 triliun. >> > Net income BMRI tahun 2011 sebesar 11,9 triliun. >> > Rata2 pertumbuhan laba selama 4 tahun terakhir adalah sebesar 28,6%. >> > >> > Saat ini harga BMRI di 6200, PER setara dengan 12x. >> > >> > Suatu perusahaan dengan PER 12x, dan dengan pertumbuhan laba sebesar >> > 28,6%, secara valuasi adalah murah sekali. >> > Harga seperti ini bisa bikin ngeces para fund manager yg periode >> > investasinya jangka menengah ke panjang. >> > >> > Harga wajar BMRI menurut saya minimal di PER 17x saja maka harga wajar >> > BMRI ada di Rp8750 (potensi cuan 41%). >> > Bila laba BMRI di tahun 2012 bertumbuh 25%, maka net income 2012 >> > menjadi Rp14,875 triliun alias BMRI saat ini diperdagangkan di PE >> > 9,63x (future). >> > >> > Asumsi growth rata2 5 tahun ke depan sekitar 25% saja, maka di harga >> > tersebut PEG BMRI masih 0,68, alias masih murah. >> > >> > So, ngga perlu heboh, ngga perlu panik melihat penurunan yg terjadi >> > saat ini. Lihatlah penurunan ini sebagai peluang untuk beli di harga >> > murah. >> > >> > BUY BMRI di 6200 atau lebih rendah. Hold untuk investasi, tunggu cuan >> > 40-an persen sambil ongkang2 kaki atau sambil tidur (pinjam istilah >> > LKH) :) >> > >> > jabat erat, >> > Irwan Ariston Napitupulu >> > >> >> >> > > >
