Waduh Ibu Rieke Diah Pitaloka koq berani2 nya menulis kayak gitu padahal tidak 
tahu permasalahan.
apakah bisa dituntut sebagai pembodohan masyarakat.  atau mungkin beliau tidak 
tahu apa yang dia tidak tahu.

nah  itu sudah dijawab dengan nada yang sama oleh Pak Arjuna.

fbs

________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, March 26, 2012 5:02 AM
Subject: [saham] Kenaikan Harga BBM: Sesuatu Yang WAJARRR
 

 


KENAPA BBM MESTI NAIKK???!!!! 

Seputar pembuatan minyak, pernah kepikir gak kenapa sih bensin itu mahal? 
*sekedar wawasan, biar pikiran kebuka*

1. Harga minyak mentah dunia meroket guys, lebih dari 100 dollar per barrel. 
Indonesia memang penghasil minyak, tapi pada tau gak kalo yang kuasain sumur2 
itu kebanyakan perusahaan luar? (Chevron dll) jadi kalo Pertamina mau olah tu 
minyak juga harus beli lho!! Makanya harga minyak mentah pengaruh banget ma 
harga bensin kita. Kita juga impor arabian crude oil buat produksi pelumas dan 
lilin serta aspal.

2. Pengolahan crude jadi bensin itu mahal coy. Selain ribet, harus di destilasi 
dan di striping, dia juga buth reforming *penaikan bilangan oktan* biar 
oktannya sesuai. Dan itu MAHAL. Butuh katalis (satu drum = 300 juta) padahal d 
reaktor ada 700 m3 katalis yang berarti bisa ratusan drum. Dan itu diganti tiap 
bulan minimal 1 drum. Belum lagi butuh daya besar untuk bangkitin energi 
penjalan pabrik.
*Pengalaman Magang di Pertamina Refinery Unit 3*

Jadi kalo harga menjadi 6000an per liter itu udah termasuk MURAH. Ya bayangin 
aja. Harga mentahnya aja 100 dollar per barrel (1 barrel = 160 liter) berarti 1 
liternya 5600 rupiah. Belum Diolah lho itu. Harusnya harga bensin itu 11000an 
agar pabrik untung. Emang kita disubsidi sama pemerintah, tapi apa iya mau 
manja2an mulu? Gak malu? Udah manja2an, masih protes2 pula. Jadi BE SMART ya..

Kalo gak tau gimana susahnya buat bensin gak usah berkoar2 protes kenaikan BBM. 
Yang bekoar2 itu jangankan ngerti suruh buat bensin. Perngertian bensin aja 
belum tentu paham..

Be Smart ya, jadilah bangsa Indonesia yang Cerdas. Bantu pemerintah kita, 
jangan protes aja bisanya.. :) 
Buat yang punya kendaraan roda empat, plis deh. Beli mobil ratusan juta mampu, 
masa' beli pertamax ga mampu. Maunya disamain sama rakyat jelata yang 
disubsidiiiiii mulu.

Maju Indonesia!!!

*teruskan broadcast ini! Biar yg mengaku mahasiswa2 intelek semua 
ngertiii!!!!!!!!!!


Intinya kenaikan harga itu wajar, kita yang berkecimpung di investasi dunia 
saham kan inginnya harga saham meningkat terus, masa bbm yg jelas harga 
dipasaran dunia kecenderungannya naek, trus didalam negeri ga boleh naek.. 
Daripada subsidi bbm yang hasilnya cuma uang di bakar jadi asap diknalpot, 
mending subsidi pertanian agar kita swasembada pangan, subsidi pendidikan 
tinggi agar anak petanin tukang ojek bisa kuliah di ITB,UI, UGM,ITS, Undip dan 
PTN diseluruh negeri yang kita cintai ini pendidikan bisa full gratis, subsidi 
bbm dikurangi untuk pembuatan Mass Rapid Trans di kota2 besar di 
Indonesia..untuk membuat bangsa ini menjadi Besar dan Maju, kita harus berpikir 
positif, berjiwa besar, dan bertindak dan bersikap mandiri tanpa harus 
ketergantungan dengan subsidi BBM yg notabene pemborosan dengan uang ratusan 
triliun dibakar percuma..
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  [email protected] 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 25 Mar 2012 21:44:18 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
  
Pertanyaannya angka2 yg ada di dalam analisa itu valid ga?paling ga 
valid,hahaha..cuma asal bunyi aja...andaikata ada keuntungan yang pasti masuk 
ke kas negara lah.. Keep positive thinking, oke:)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  "Gito Sibarani" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 25 Mar 2012 15:05:51 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
  
Best Regards,
gS
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Koko Tobing <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
  
Apakah ada tanggapannya saudara/???


Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi 
adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan 
tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada 
rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan 
tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para 
ekonom yang tidak bermahzab neolib!
        * Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
        * Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
        * Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
= (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
        * Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
= 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
        * Lifting = 930.000 barel per hari,
atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
        * Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
        * Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
        * Pertamina memperoleh dari Konsumen :
= Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
= Rp. 283,5 Trilyun
        * Pertamina membeli dari Pemerintah
= 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
= Rp. 224,546 Trilyun
        * Kekurangan yang harus di IMPOR
= Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta 
barel
= 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
= Rp. 149,887 Trilyun
KESIMPULAN: ‎
        1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar 
liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
        2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
        3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
        4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
= Rp. 35,658 Trilyun
        5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun 
        6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan 
ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
        7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran 
Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di 
Indonesia
= Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun
= Rp. 126,591 trilyun
        8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada 
Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 
224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah 
disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
        9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu 
sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar 
Pemerintah (subsidi)
= Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun
= Rp. 97,955 Trilyun
Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang 
keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. 
Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun 
kekuasaannya?
JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada 
rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat 
agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!
 
 
Jakarta 16 Maret 2012
Salam Juang
 
 
 
Rieke Diah Pitaloka



Kirim email ke