kenapa ga ada yang demo ketika harga rokok naik ke 12.000 ya? 
 
 
 
 

From: Topas Bayu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Tuesday, March 27, 2012 2:37 AM
Subject: Bls: [saham] Re: Kenaikan Harga BBM: Sesuatu Yang WAJARRR


  
Kl ada pohon durian yg ditanam oleh moyang kita apakah harga jual buahnya 
gratis{krn kita gak keluar sesenpun} atau harga pasar? Tapi dari sekian kali 
BBM naik selama selama reformasi baru kali ini paling heboh ya.


Dari: Yudo <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Senin, 26 Maret 2012 23:54
Judul: Re: [saham] Re: Kenaikan Harga BBM: Sesuatu Yang WAJARRR


  
Owww ini yang menyebabkan rumah dia dikirimi bangkai yah 
Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
From: "Ronny" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Mon, 26 Mar 2012 15:28:31 -0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [saham] Re: Kenaikan Harga BBM: Sesuatu Yang WAJARRR
  
yg lucu dari itung2nya di bawah ini point 8 dimana sbb: 
> 8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada 
> Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 
> 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah 
> disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.

Dari point2 yang diatasnya udah bener diomongin pendapatan dan pengeluaran 
pertamina tapi buat pemerintah cuman diomong pendapatannya aja, la terus 
pemerintah emangnya jual oil ke pertamina nggak ada biayanya atau gratis? jadi 
kalau di lihat ada opportunity cost (gain yang bisa didapat kalau jual di pasar 
international) yang nggak dimasukin di itungan di bawah ( atau cuman diitung 
pendapatan doang buat pemerintah tapi nggak ada cost of good soldnya). Bukan 
berarti kalau bisa ambil dari ladang minyak dalam negeri terus artinya gratis. 
Kadang2 emang kita suka terhanyut dengan populist policy. Majulah Indonesia!

just my opinion aja. 

--- In [email protected], "Gito Sibarani" <totosibar@...> wrote:
>
> Yg ditulis Pak Arjuna ini kopian dr broadcast message di bbm yg udah lama 
> beredar Pak Frans..
> Ada bbrp hal yg ngaco di broadcast message ini, yg terutama adl ".. butuh 
> reforming *penaikan bilangan oktan* biar oktannya sesuai.."
> Jelas2 bensin yg diimpor oleh pemerintah adl beroktan 92 (ga ada lg yg jualan 
> premium di dunia ini). Jadi yg benar adl PENURUNAN OKTAN menjadi oktan 88 
> (premium).
> Klo memang hitungan Kwik Kian Gie ini keliru, toh Pemerintah tdk bisa 
> memberikan hitungan pasti yg lebih meyakinkan!!
> Di acara talkshow "Indonesia Lawyers Club" yg live di TV One bbrp minggu yg 
> lalu Anggito Abimanyu sbg Kepala Bagian Fiskal Kementrian Keuangan mnyatakan 
> hitungan Pak Kwik itu benar. Nah klo sdh spt itu bagaimana?
> Best Regards,
> gS
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: Franciscus B Sinartio <fbsinartio@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 25 Mar 2012 15:45:14 
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Kenaikan Harga BBM: Sesuatu Yang WAJARRR
> 
> Waduh Ibu Rieke Diah Pitaloka koq berani2 nya menulis kayak gitu padahal 
> tidak tahu permasalahan.
> apakah bisa dituntut sebagai pembodohan masyarakat.  atau mungkin beliau 
> tidak tahu apa yang dia tidak tahu.
> 
> nah  itu sudah dijawab dengan nada yang sama oleh Pak Arjuna.
> 
> fbs
> 
> ________________________________
> From: "arjunaphp@..." <arjunaphp@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Monday, March 26, 2012 5:02 AM
> Subject: [saham] Kenaikan Harga BBM: Sesuatu Yang WAJARRR
> 
> 
> 
> 
> 
> KENAPA BBM MESTI NAIKK???!!!! 
> 
> Seputar pembuatan minyak, pernah kepikir gak kenapa sih bensin itu mahal? 
> *sekedar wawasan, biar pikiran kebuka*
> 
> 1. Harga minyak mentah dunia meroket guys, lebih dari 100 dollar per barrel. 
> Indonesia memang penghasil minyak, tapi pada tau gak kalo yang kuasain sumur2 
> itu kebanyakan perusahaan luar? (Chevron dll) jadi kalo Pertamina mau olah tu 
> minyak juga harus beli lho!! Makanya harga minyak mentah pengaruh banget ma 
> harga bensin kita. Kita juga impor arabian crude oil buat produksi pelumas 
> dan lilin serta aspal.
> 
> 2. Pengolahan crude jadi bensin itu mahal coy. Selain ribet, harus di 
> destilasi dan di striping, dia juga buth reforming *penaikan bilangan oktan* 
> biar oktannya sesuai. Dan itu MAHAL. Butuh katalis (satu drum = 300 juta) 
> padahal d reaktor ada 700 m3 katalis yang berarti bisa ratusan drum. Dan itu 
> diganti tiap bulan minimal 1 drum. Belum lagi butuh daya besar untuk 
> bangkitin energi penjalan pabrik.
> *Pengalaman Magang di Pertamina Refinery Unit 3*
> 
> Jadi kalo harga menjadi 6000an per liter itu udah termasuk MURAH. Ya bayangin 
> aja. Harga mentahnya aja 100 dollar per barrel (1 barrel = 160 liter) berarti 
> 1 liternya 5600 rupiah. Belum Diolah lho itu. Harusnya harga bensin itu 
> 11000an agar pabrik untung. Emang kita disubsidi sama pemerintah, tapi apa 
> iya mau manja2an mulu? Gak malu? Udah manja2an, masih protes2 pula. Jadi BE 
> SMART ya..
> 
> Kalo gak tau gimana susahnya buat bensin gak usah berkoar2 protes kenaikan 
> BBM. Yang bekoar2 itu jangankan ngerti suruh buat bensin. Perngertian bensin 
> aja belum tentu paham..
> 
> Be Smart ya, jadilah bangsa Indonesia yang Cerdas. Bantu pemerintah kita, 
> jangan protes aja bisanya.. :) 
> Buat yang punya kendaraan roda empat, plis deh. Beli mobil ratusan juta 
> mampu, masa' beli pertamax ga mampu. Maunya disamain sama rakyat jelata yang 
> disubsidiiiiii mulu.
> 
> Maju Indonesia!!!
> 
> *teruskan broadcast ini! Biar yg mengaku mahasiswa2 intelek semua 
> ngertiii!!!!!!!!!!
> 
> 
> Intinya kenaikan harga itu wajar, kita yang berkecimpung di investasi dunia 
> saham kan inginnya harga saham meningkat terus, masa bbm yg jelas harga 
> dipasaran dunia kecenderungannya naek, trus didalam negeri ga boleh naek.. 
> Daripada subsidi bbm yang hasilnya cuma uang di bakar jadi asap diknalpot, 
> mending subsidi pertanian agar kita swasembada pangan, subsidi pendidikan 
> tinggi agar anak petanin tukang ojek bisa kuliah di ITB,UI, UGM,ITS, Undip 
> dan PTN diseluruh negeri yang kita cintai ini pendidikan bisa full gratis, 
> subsidi bbm dikurangi untuk pembuatan Mass Rapid Trans di kota2 besar di 
> Indonesia..untuk membuat bangsa ini menjadi Besar dan Maju, kita harus 
> berpikir positif, berjiwa besar, dan bertindak dan bersikap mandiri tanpa 
> harus ketergantungan dengan subsidi BBM yg notabene pemborosan dengan uang 
> ratusan triliun dibakar percuma..
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> 
> From: arjunaphp@... 
> Sender: [email protected] 
> Date: Sun, 25 Mar 2012 21:44:18 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected] 
> Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
>   
> Pertanyaannya angka2 yg ada di dalam analisa itu valid ga?paling ga 
> valid,hahaha..cuma asal bunyi aja...andaikata ada keuntungan yang pasti masuk 
> ke kas negara lah.. Keep positive thinking, oke:)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> 
> From: "Gito Sibarani" <totosibar@...> 
> Sender: [email protected] 
> Date: Sun, 25 Mar 2012 15:05:51 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected] 
> Subject: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
>   
> Best Regards,
> gS
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> 
> From: Koko Tobing <koko_tobing@...> 
> Sender: [email protected] 
> Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 +0800 (SGT)
> To: [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo: [email protected] 
> Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
>   
> Apakah ada tanggapannya saudara/???
> 
> 
> Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung
> Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi 
> adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan 
> tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
> Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada 
> rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan 
> tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
> Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para 
> ekonom yang tidak bermahzab neolib!
> * Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
> * Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
> * Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
> = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
> * Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
> = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
> * Lifting = 930.000 barel per hari,
> atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
> * Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
> * Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
> atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
> * Pertamina memperoleh dari Konsumen :
> = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
> = Rp. 283,5 Trilyun
> * Pertamina membeli dari Pemerintah
> = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
> = Rp. 224,546 Trilyun
> * Kekurangan yang harus di IMPOR
> = Konsumsi BBM di Indonesia ��" Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 
> Juta barel
> = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
> = Rp. 149,887 Trilyun
> KESIMPULAN: ‎
> 1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar 
> liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
> 2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
> 3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
> 4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
> = Rp. 35,658 Trilyun
> 5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun 
> 6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan 
> ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
> 7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran 
> Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di 
> Indonesia
> = Rp. 410,091 trilyun ��" Rp. 283,5 Trilyun
> = Rp. 126,591 trilyun
> 8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada 
> Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 
> 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah 
> disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
> 9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu 
> sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina ��" kekurangan yang dibayar 
> Pemerintah (subsidi)
> = Rp. 224,546 Trilyun ��" Rp. 126,591 Trilyun
> = Rp. 97,955 Trilyun
> Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang 
> keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 
> tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 
> tahun kekuasaannya?
> JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada 
> rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat 
> agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!
>  
>  
> Jakarta 16 Maret 2012
> Salam Juang
>  
>  
>  
> Rieke Diah Pitaloka
>




Kirim email ke