Analisa grafik tidak bias, bagi yang disiplin. Tapi yang jelas analisa
grafik tidak pernah memastikan suatu gerakan di masa mendatang. Analisa
grafik hanya kasih tahu suatu trend sudah berubah atau setidaknya sedang
tidak berlanjut karena kondisi2 tertentu di bentuk grafiknya. Tapi analisa
grafik tidak pernah memberikan janji bahwa harga mendatang akan bergerak
kemana. Bisa saja suatu trend bullish, kemudian secara TA dikasih sinyal
trend bullishnya sudah berubah atau berakhir, tapi beberapa hari kemudian
harga sahamnya kembali naik dan melanjutkan trend bullishnya. TA akan jujur
bicara bila trend bullishnya memang berlanjut kembali bila harga di pasar
memenuhi kriteria2 tertentu suatu bentuk grafik.

Pada pengetesan kasus grafik yang pernah saya kirimkan ke milis ini
beberapa waktu yang lalu, dimana saya tidak ceritakan grafik tersebut
grafik apa, banyak analisa grafik yang diberikan jadi cenderung sempurna
dan penuh kehati2an dan cenderung obyektif berdasarkan bentuk grafiknya.
Tapi, ketika orang mulai mencoba mengait2kan ke bentuk saham sektor
tertentu, maka analisa grafiknya jadi bias. Bahkan ketika saya katakan
bahwa grafik tersebut berhubungan dengan logam (walau saya tidak sebutkan
atau kaitkan ke saham logam/mining), maka beberapa orang langsung membuat
analisa grafik dengan mengaitkan kemungkinan prospek industri/sektor logam
dalam jangka panjang sehingga analisa grafiknya jadi bias.

Akhirnya saya ungkapkan beberapa hari kemudian bahwa grafik tersebut adalah
grafik hasil lempar koin 100x. Grafik lanjutan hasil lempar koin 100x
berikutnya memang belum saya tampilkan sesuai janji sebelumnya.

Dari hal di atas, sangat bisa terlihat bahwa ketika kita mencoba mengaitkan
dengan saham tertentu, atau sektor tertentu, atau pada realitanya sering
mengaitkan dengan prospek emiten tertentu hanya karena tahu tickernya, maka
analisa grafik yang dilakukan seringnya menjadi bias, tidak lagi fokus
hanya di analisa grafik itu sendiri. Boleh percaya boleh tidak. :)

Catatan: saya pribadi terkadang masih suka kepleset terjebak ticker dalam
trading. Tapi kalau lagi cuek dengan ticker, hanya fokus di grafik,
cenderung lebih mudah cari profitnya. :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2012/10/15 Mikail <[email protected]>

>
>
> Bagaimana mengukur tingkat ke-"bias"-an analisa grafik? karena menurut
> saya, analisa grafik itu sendiri sudah mengandung faktor bias,
> walaupun tanpa pengetahuan tentang ticker sebuah saham.
>
> 2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> "Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik
>> menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker
>> (kode) dari saham tersebut." --- IAN ---
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke