Based on experience ya pak Irwan. Thanks sudah meluangkan waktunya untuk membalas :)
2012/10/15 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > ** > > > Analisa grafik tidak bias, bagi yang disiplin. Tapi yang jelas analisa > grafik tidak pernah memastikan suatu gerakan di masa mendatang. Analisa > grafik hanya kasih tahu suatu trend sudah berubah atau setidaknya sedang > tidak berlanjut karena kondisi2 tertentu di bentuk grafiknya. Tapi analisa > grafik tidak pernah memberikan janji bahwa harga mendatang akan bergerak > kemana. Bisa saja suatu trend bullish, kemudian secara TA dikasih sinyal > trend bullishnya sudah berubah atau berakhir, tapi beberapa hari kemudian > harga sahamnya kembali naik dan melanjutkan trend bullishnya. TA akan jujur > bicara bila trend bullishnya memang berlanjut kembali bila harga di pasar > memenuhi kriteria2 tertentu suatu bentuk grafik. > > Pada pengetesan kasus grafik yang pernah saya kirimkan ke milis ini > beberapa waktu yang lalu, dimana saya tidak ceritakan grafik tersebut > grafik apa, banyak analisa grafik yang diberikan jadi cenderung sempurna > dan penuh kehati2an dan cenderung obyektif berdasarkan bentuk grafiknya. > Tapi, ketika orang mulai mencoba mengait2kan ke bentuk saham sektor > tertentu, maka analisa grafiknya jadi bias. Bahkan ketika saya katakan > bahwa grafik tersebut berhubungan dengan logam (walau saya tidak sebutkan > atau kaitkan ke saham logam/mining), maka beberapa orang langsung membuat > analisa grafik dengan mengaitkan kemungkinan prospek industri/sektor logam > dalam jangka panjang sehingga analisa grafiknya jadi bias. > > Akhirnya saya ungkapkan beberapa hari kemudian bahwa grafik tersebut > adalah grafik hasil lempar koin 100x. Grafik lanjutan hasil lempar koin > 100x berikutnya memang belum saya tampilkan sesuai janji sebelumnya. > > Dari hal di atas, sangat bisa terlihat bahwa ketika kita mencoba > mengaitkan dengan saham tertentu, atau sektor tertentu, atau pada > realitanya sering mengaitkan dengan prospek emiten tertentu hanya karena > tahu tickernya, maka analisa grafik yang dilakukan seringnya menjadi bias, > tidak lagi fokus hanya di analisa grafik itu sendiri. Boleh percaya boleh > tidak. :) > > Catatan: saya pribadi terkadang masih suka kepleset terjebak ticker dalam > trading. Tapi kalau lagi cuek dengan ticker, hanya fokus di grafik, > cenderung lebih mudah cari profitnya. :) > > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2012/10/15 Mikail <[email protected]> > >> >> >> Bagaimana mengukur tingkat ke-"bias"-an analisa grafik? karena menurut >> saya, analisa grafik itu sendiri sudah mengandung faktor bias, >> walaupun tanpa pengetahuan tentang ticker sebuah saham. >> >> >> 2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> >>> ** >>> >>> >>> "Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik >>> menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker >>> (kode) dari saham tersebut." --- IAN --- >>> >>> jabat erat, >>> Irwan Ariston Napitupulu >>> >> >> >> >> > >
