Artikerl ini sangat memberkati saya.... semoga bermanfaat. GBU

----- Pesan Diteruskan ----
Dari: emmerita wahyu <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: angelo CWS <[EMAIL PROTECTED]>; Isabella Ose <[EMAIL PROTECTED]>; ika 
widhiana <[EMAIL PROTECTED]>; renar - WWF <[EMAIL PROTECTED]>; alexander adikku 
<[EMAIL PROTECTED]>; wulandari restu <[EMAIL PROTECTED]>; rommy hardi <[EMAIL 
PROTECTED]>; henricus hari <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Selasa, 10 Juli, 2007 4:52:29
Topik: Fwd: [choice_smg] Fwd: Fw: [kekal] Kesaksian "Mau saya doakan ?"
__ 
 


Ini ada kesaksian, mungkin dapat menguatkan kita utk menjadi saksi Kristus
di bawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang kemarin berkotbah. Nama
pendetanya Bp Wisnu. Berikut penuturan beliau :

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang.
Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak
saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di
dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia
sekitar 7 - 8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup
botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut,dia nyanyikan lagu "Yesus
ajaib, Tuhanku ajaib ...." Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus.

Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut, "Diam kamu ! Jangan
nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu !" Tapi
ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani
terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata "Tuhan, anak ini
luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa / berani melakukan hal
tersebut."

Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol
menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis
tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong
hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh
massa hingga terjatuh lagi. Semua
penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya masih ada di situ dengan tujuan
jika kemudian anak tsb akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha
untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, "Sudah dibilang
jangan nyanyi masih nyanyi terus ! Kamu mau saya pukul ?" dst, dst. Anak
kecil itu hanya terdiam.

Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara,
"Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh,
bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau
dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut." Seluruh kerumunan
menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci.

Kemudian dia melanjutkan, "Sudahlah. ...Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah
lagi. Sini .. saya doakan saja Bapak,Ibu" 

Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak
ini. Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau menerima Tuhan. Saya
yang sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan
kerumunan tsb.

Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga
mikrolet melaju dengan sangat lambat. Sopir mikroletnya bertanya " Ada apa
sih Pak? Koq banyak kerumunan?" Saya jawab " O, itu ada banyak orang
didoakan oleh anak kecil"

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen
itu naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, " Dik, kamu
nggak takut dengan orang-orang itu ?"

Jawabnya, "Buat apa saya takut ? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar
dari roh apapun di dunia ini", tuturnya mengutip ayat Firman Tuhan.
Lanjutnya, "Bapak mau saya doakan?"

Saya terperanjat, "Kamu mau doakan saya ?"
Jawabnya, "Ya kalau Bapak mau"

Saya menjawab, "Baiklah. Kamu boleh doakan saya"
Doanya,"Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti
dia akan ada pelayanan Youth."

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya
tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian
tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini,
dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau,
Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan
kehendaki. Tuhan memberkati.~


      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke