150 TAHUN LOURDES



Di Lourdes di gua sunyi terpencil
tampaklah Maria, Perawan Murni
Ave, ave, ave Maria...!

Lagu ini bergema, berkali-kali, berulang-ulang, menggunakan aneka macam 
bahasa....bergiliran dengan untaian doa Salam Maria yang diucapkan juga dalam 
aneka bahasa....selama satu setengah  jam dalam keheningan malam yang dingin di 
kota pegunungan, di tepian Sungai Gave, Lourdes. 
Semua orang memagang lilin bernyala di tangannya. Itulah gambaran prosesi lilin 
di halaman Tribasilika (Basilika Bersusun Tiga) dalam kompleks Gua Massabielle, 
yang dilakukan setiap malam.

Jutaan orang setiap tahun datang dari seluruh dunia ke Lourdes untuk berdoa 
sambil menyucikan hatinya. Di sana mereka ingin mendengar dan mengalami 
peristiwa iman secara pribadi, sehingga rela mengurbankan waktu dan 
uang....bukan untuk sekedar jalan-jalan, namun untuk lebih menemukan kehendak 
Tuhan dalam dirinya melalui pengalaman iman Santa Bernadette Soubirous.

Di tempat inilah, yang dulunya hanya merupakan sebuah kampung kecil di 
pegunungan, 150 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 11 Februari, Bunda Maria 
menampakkan dirinya kepada Bernadette, seorang gadis bersahaja penduduk 
setempat. "Akulah yang dikandung tanpa noda", itulah sebutan nama yang 
diperkenalkan Bunda Maria kepada Bernadette kecil.

Mengapa harus di Lourdes? Mengapa harus Bernadette? Mengapa Bunda Maria 
memperkenalkan dirinya seperti itu? Mengapa terjadi banyak mujizat di sana? 
Mengapa gereja menaruh perhatian khusus kepada peristiwa di kampung terpencil 
ini? Mengapa jutaan orang berduyun-duyun datang ke sana setiap tahun? Ada 
begitu banyak pertanyaan yang diajukan orang mengenai LOURDES.

Lourdes terlalu istimewa untuk dibiarkan menjadi sekedar sebuah sejarah tentang 
masa lalu. Lourdes menjadi peristiwa abadi yang setiap saat terjadi dan dialami 
oleh begitu banyak orang beriman, yang secara instimewa mendevosikan Bunda 
Maria sebagai "Yang Dikandung Tanpa Noda". Terlalu banyak peristiwa iman yang 
dialami oleh orang-orang beriman, anak-anak Bunda Maria.

Anda pernah ke Lourdes? Ada banyak kesankah tentangnya?
Atau, Anda belum pernah ke sana, namun telah banyak mendengar tentangnya. Dan 
mungkin juga, tertantang untuk mengenal lebih jauh "apa & bagaimana" Lourdes 
itu sesungguhnya.

Uskup Emeritus Keuskupan Sintang (Kalbar), Mgr. R. Ishak Doera, yang telah 
berkunjung beberapa kali ke Lourdes mengajak kita semua untuk lebih memahami 
Lourdes. Semua pengalamannya itu disharingkannya dalam sebuah buku yang diberi 
judul LOURDES. Sangat informatif bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang 
Lourdes. Buku ini juga sangat membantu mereka yang kebetulan ingin berangkat 
berziarah ke sana karena Mgr. Ishak Doera secara khusus menyisipkan berbagai 
hal penting yang harus dan dapat kita lakukan ketika berziarah ke sana. Isi 
buku ini sengaja dibuat full colour dengan tata letak dan gambar yang menarik 
untuk disimak. Bentuknya dibuat seukuran saku agar dapat dibawa ke mana-mana ia 
dibutuhkan.

Penerbit OBOR mempublikasikan dan mengedarkan buku ini pada hari Senin, 11 
Februari 2008, persis bertepatan dengan peringatan 150 Tahun Lourdes. Mengapa? 
Agar gema peringatan peristiwa iman itu juga bisa dirasakan oleh Umat Katolik 
di Indonesia. 



Rm. Agustinus Surianto Himawan Pr
(Direktur Penerbit OBOR)


-----------------------------------------

Apa kata orang tentang buku ini? Dapat disimak juga di WIKIMU: 
http://www.wikimu.com:80/News/DisplayNews.aspx?id=6469

Kirim email ke