ia pintar, ia jago, ia berpengalaman, ia sukses, pernah aku mengaguminya, dengan semua mimpi dan cita-citanya, sempat aku bilang: hebat ini orang, memang ini yang mereka dan aku butuhkan
berharap detik ini, semua mimpiku menjadi kenyataan, aku pernah yakin saat itu, tapi, rasanya saat ini, agak sulit yakin kembali, orang yang kuharap bisa sejalan, sepikiran ternyata ..jauh dari harapanku. pernah aku memberikan nilai hebat kepadanya saat itu, mengingat akan pengalamanya dan kepintarannya yang luar biasa mengagumkan tapi saat ini, nilai itupun sudah pudar, entah kenapa, mungkin karena ke egoisan diriku mungkin aku terlalu egois dengan mimpiku , dengan harapanku kadang sempat hampir putus asa, seolah berjalan sendiri, ada teman kerja, seolah tiada ia ada, tapi bagiku tak terguna ataukah aku terlalu egois, ataukah aku terlalu idealis, aku hanya kasihan kepada mereka, yang menaruh banyak harapan darinya, berharap bisa menjadi teman bahkan sahabat, berharap menjadi panutan, berharap menjadi pelindung, berharap menjadi tempat bernaung, berharap sejalan sepikiran, berharap menerima semua ide-ide gila, berharap mengurangi kata "tapi", berharap tidak menggurui, tidak mengatur, tidak memberi perintah berharap mendengarkan dengan setia, berharap banyak kata-kata bijak keluar dari hati yang tulus, berharap menjadi tameng saat diserang, berharap menjadi payung saat kepanasan atau kehujanan, berharap menjadi air saat mereka kehausan, (6 Juni 2008 - mungkin aku terlalu egois) http://akudanomk.wordpress.com/2008/06/06/sosok-aku-mungkin-egois/
