Pertanyaan tersebut sering kadang saya pertanyakan dalam hati dan
kadang-kadang ter-ceplos-kan di dalam doa.

Mungkinkah kita pro-aktif dalam pelayanan di Gereja ? apakah tidak akan
terbentur dengan aturan main dan Hirarki yang ada di sistem paroki kita
?

Jawabannya terserah Anda ….apapun jawaban yang ter-lontar-dari mulut
atau ter-bersit di pikiran anda , saya tidak akan minta penjelasan
apa-apa….tentu-nya saya bersyukur anda masih bisa menjawab, baik
secara spontan ataupun pikir-pikir dulu, setidaknya anda tidak menjawab
: "Saya Tidak Tau…bodo Amat…EGP (Emang Gue Pikirin)".

Tapi sebelum anda terjebak dengan jawaban anda sendiri, ada baiknya anda
dapat merenung-kan beberapa kutipan dari MISI dan VISI KEUSKUPAN BOGOR
di bawah ini :


KEUSKUPANBOGOR

    1. V I S I
Keuskupan Bogor menjadi `communio' dari aneka komunitas basis
yang beriman mendalam , solider dan dialogal , memasyarakat dan misioner
.

    2. M I S I
Keuskupan Bogor menghadirkan Kerajaan Allah , dengan mengabdikan diri
secara aktif dalam meningkatkan keimanan dan martabat manusia melalui
pemberdayaan semua potensi.

mengabdikan diri secara aktif:
Menjadikan hidup dan karyanya sebagai pelayanan bagi orang lain dalam
pengembangan hidup, iman, dan penghayatannya. Pelayanan tersebut
dilaksanakan bukan dengan menunggu adanya permintaan, anjuran, atau
paksaan, tetapi atas inisiatif sendiri, bersifat mendatangi dan
menawarkan, serta terdorong oleh gerakan hati yang tulus. Prinsipnya,
hanya dengan melayani dan memberikan diri kepada sesama, dirinya sendiri
semakin berkembang ke arah kepenuhannya.

Saya berharap bacaan di atas dapat memberikan ferensi dan refleksi bagi
anda dan tentunya bagi saya juga …..salam dua jari + senyum  [:)] 
(peace)

sumber: MISI dan VISI KEUSKUPAN BOGOR
<http://www.keuskupanbogor.org/visimisi/index.htm>

http://akudanomk.wordpress.com/2008/04/29/kaum-awam-proaktif-di-gereja-s\
t-thomas-mungkinkah/
<http://akudanomk.wordpress.com/2008/04/29/kaum-awam-proaktif-di-gereja-\
st-thomas-mungkinkah/>

Kirim email ke