Mas Leo,

 

Benar sekali apa yang anda utarakan, apa yang kita ucapkan sebaiknya memang
keluar dari hati yang tulus.

 

Bagi saya : Saya ada sekarang ini adalah karena cinta kasih Allah (bukan
cinta minta ya...), sehingga saya merasa Allah saying pada saya.

Sehingga jika orang lain turut menikmati dunia dan hidup, berarti Allah juga
sayang padanya. Mau tidak mau saya juga (harus, bukan terpaksa) sayang dan
mencintai orang lain dan salah satunya terungkap dengan kata-kata yang
menunjukkan sayang dan cinta kasih kita kepada siapapun : tolong, maaf dan
terima kasih.

 

Salam dalam kasih Kristus.

Agustinus Mulianto

 

 

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Leo Rijadi
Sent: 15 Oktober 2008 14:15
To: [email protected]
Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] FW: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !

 

Memang sebuah kisah yang perlu kita renungkan.

Dari beberapa artikel serupa yang pernah saya baca, memang mengucapkan

kata-kata "tolong", "terima kasih", "maaf", atau "I love U" dapat
meningkatkan

mutu kehidupan sosial pribadi dan masyarakat. Bukan saja orang lain yang

akan gembira, tetapi diri kita sendiri akan lebih tenang.

 

Hanya saja, di Indonesia kata "maaf" sudah ter-"inflasi", sudah terlalu

sering diucapkan tanpa kita ingat maknanya. Misalnya, dalam contoh

direktur yang menegur office-boy, tidak perlu mengucapkan maaf, karena

si direktur tidak berbuat salah. Masih banyak kata-kata simpatik namun

tegas yang bisa diucapkan direktur tsb kepada office-boy.

 

Marilah kita kembalikan kata "maaf" kepada fungsi aslinya. Jangan

biarkan kata "maaf" menjadi sekadar basa-basi.

 

 

Leo.

 

----- Original Message ----
From: Agustinus Mulianto <[EMAIL PROTECTED]>
To: Sonny Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>; adrian sisca
<[EMAIL PROTECTED]>; Tyas Endah <[EMAIL PROTECTED]>; sio.jonto
<[EMAIL PROTECTED]>; Veronica Anggraini Manfe
<[EMAIL PROTECTED]>; Savitri Saraswati
<[EMAIL PROTECTED]>; Paulus_D_Sriwidodo
<[EMAIL PROTECTED]>; Antonius Sigit B
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Rini
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Joice
<[EMAIL PROTECTED]>; ratna_i_lamda <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED]; Yenny Singanus <[EMAIL PROTECTED]>; Savitri Saraswati
<[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]
Cc: dadang sutenda <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, October 14, 2008 8:19:49 AM
Subject: [StThomas_Kelapa2] FW: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !

Temanz,

 

Sekedar meneruskan apa yang baik. Semoga berguna.

 

Agustinus Mulianto

 

 

From: [EMAIL PROTECTED] ups.com <http://ups.com/>  [mailto:ApiKatolik@
yahoogroups. com] On Behalf Of arie prawiro
Sent: 13 Oktober 2008 14:55
To: Milis Logistindo
Cc: agneseka2101@ yahoo.com <http://yahoo.com/> ; alumni-stft- st-yohanes@
googlegroups. com; agnes Century21; Albert Hari Nugroho Marwoto; amelia
hirawan; Aser Cyprianus Simbolon; Trie Raharja Agust; Tabitha Daddy SRiyadi;
sos staff; Rika Bogor; papa Putri; Milis; kudus; Danar Bagus Ariaqadar;
bonaventura Lianto pontianak; Teguh Budiaryanto; niken; Mark Brown; Frengky
Chow Kientjem; Nurhayati McD; zhiescha zhineirqhia; v3 Holmes; titin medan
melati; Tina Christiana; damai_hutasoit@ yahoo.com; Kasyifi Dad; SOS
National Director; Nita, Drg; Eddyanto Distr Adikarya; Effendy Lim; frans;
Lyna Spy sipayung; Dwi Astoko; Indah Laksmi Hapsari; Troy Soputro
Indocement; yosefa imi; mujiantono jps; Yohanes Mgl; Sugeng; Johannes
Welirang; Lou Mahadi; meifang.bdg@ gmail.com <http://gmail.com/> ; Yoyo
Suhaya; monika satya; Buaran WH; linda nurharyati; noelycious; Uchie
oktaviani; Susmono Putro Nugroho; ony yani; [EMAIL PROTECTED] com; Rudy
Herdianto; Rio smith; santoso tanara; [EMAIL PROTECTED] com;
[EMAIL PROTECTED] -majalah. com; Zaid Tohendra
Subject: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !

 



 
Menghargai Orang Lain

Rating Artikel : 
Oleh : Andrie Wongso
 
 
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang
direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan
dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun
dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan
dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan
dibingkai untuk diab adi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni
sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang
telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, "Yang terhormat
Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "tolong",
setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.
Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "maaf", saat Bapak
menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah
diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menj adi kebaikan. 

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "terima kasih"
kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima
kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya
sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak,
tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah
Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi
jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin."

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan
menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata
di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy
yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. 

Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang
selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja,
ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut.
Terpilihnya tulisan itu untuk diab adi kan, karena seluruh isi kantor itu
setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan
mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.

Pembaca Yang Budiman,

Tiga kata "terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat
sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu
kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah
menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang
mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap
keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing,
membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam
mencapai tujuan bersama.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek
seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan
siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita
telah menghargai diri kita sendiri.
 

Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
http://mail. <http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>  promotions.
yahoo.com/ newdomains/ aa/
----------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.526 / Virus Database: 270.8.0/1721 - Release Date: 10/12/2008
12:00 PM

[Non-text portions of this message have been removed]

 

 

Kirim email ke