Dear Pak Agus,

Benar juga Pak, bahwa apa yang kita ucapkan sebaiknya berasal dari hati
yang tulus. Namun, apa yang kita bicarakan di sini saya kira tidak sejauh itu.
Kalau saya perhatikan, ketiga kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih"
punya status dan fungsi yang berbeda. "Tolong" dan "terima kasih" bisa
diucapkan di mana saja, kapan saja, hampir pada segala situasi dan
konteks. Maksudnya kita sebagai manusia adalah makhluk yang tidak
berdaya tanpa kehadiran dan interaksi dengan orang lain. Oleh sebab itu,
kita perlu banyak2 minta tolong. Nah, setelah ditolong kita sampaikan
terima kasih.

Akan tetapi, kata "maaf" punya dimensi yang jauh berbeda. Kata "maaf"
adalah tanda telah terjadinya pelanggaran hak atau etika (kesalahan). Oleh
sebab itu, kita tidak perlu memberi/meminta maaf kalau tidak terjadi
kesalahan. Apakah bos yang menegur office boy, bersalah? Kan bisa saja
bos menegur tanpa didahului kata "maaf", misalnya, "Mas, tolong lain
kali datang tepat waktu, ya." atau "Mas, begini ya, nanti jendela sebelah
sini bisa dibersihkan lagi, nggak?"

Kata "maaf" yang terinflasi bisa berbahaya. Misalnya aparat yang menggusur
perkampungan kumuh, berkata, "Bapak2, Ibu2, maaf saya hanya melaksanakan
tugas." Karena sudah minta maaf, dia lalu merasa terjustifikasi melakukan
penggusuran. Atau para wakil rakyat yang tidak menepati janji yang diucapkan
saat kampanye.

Kata "maaf" yang harus kita ucapkan sesuai konteks, dalam bahasa Inggris
adalah "to forgive", atau "to appologize". Beda dengan "sorry" yang saya
setuju bisa diucapkan kapanpun, terutama bertujuan untuk bela sungkawa,
misalnya kalau ada teman berduka karena PHK atau keluarga meninggal,
kita selalu bilang "I am sorry", bukan "I appologize".

Ini sekadar renungan dari saya lho Pak.


Leo.




________________________________
From: Agustinus Mulianto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, October 15, 2008 2:31:06 PM
Subject: RE: [StThomas_Kelapa2] FW: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !


Mas Leo,
 
Benar sekali apa yang anda utarakan, apa yang kita ucapkan sebaiknya memang 
keluar dari hati yang tulus.
 
Bagi saya : Saya ada sekarang ini adalah karena cinta kasih Allah (bukan cinta 
minta ya…….), sehingga saya merasa Allah saying pada saya.
Sehingga jika orang lain turut menikmati dunia dan hidup, berarti Allah juga 
sayang padanya. Mau tidak mau saya juga (harus, bukan terpaksa) sayang dan 
mencintai orang lain dan salah satunya terungkap dengan kata-kata yang 
menunjukkan sayang dan cinta kasih kita kepada siapapun : tolong, maaf dan 
terima kasih.
 
Salam dalam kasih Kristus.
Agustinus Mulianto
 
 
From:SantoThomas_ [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:SantoThomas _Kelapa2@ 
yahoogroups. com] On Behalf Of Leo Rijadi
Sent: 15 Oktober 2008 14:15
To: SantoThomas_ [EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: Re: [StThomas_Kelapa2] FW: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !
 
Memang sebuah kisah yang perlu kita renungkan.
Dari beberapa artikel serupa yang pernah saya baca, memang mengucapkan
kata-kata "tolong", "terima kasih", "maaf", atau "I love U" dapat meningkatkan
mutu kehidupan sosial pribadi dan masyarakat. Bukan saja orang lain yang
akan gembira, tetapi diri kita sendiri akan lebih tenang.
 
Hanya saja, di Indonesia kata "maaf" sudah ter-"inflasi", sudah terlalu
sering diucapkan tanpa kita ingat maknanya. Misalnya, dalam contoh
direktur yang menegur office-boy, tidak perlu mengucapkan maaf, karena
si direktur tidak berbuat salah. Masih banyak kata-kata simpatik namun
tegas yang bisa diucapkan direktur tsb kepada office-boy.
 
Marilah kita kembalikan kata "maaf" kepada fungsi aslinya. Jangan
biarkan kata "maaf" menjadi sekadar basa-basi.
 
 
Leo.
 
----- Original Message ----
From: Agustinus Mulianto <[EMAIL PROTECTED] co.id>
To: Sonny Setiawan <[EMAIL PROTECTED] com>; adrian sisca <[EMAIL PROTECTED] 
com>; Tyas Endah <[EMAIL PROTECTED] co.id>; sio.jonto <[EMAIL PROTECTED] 
co.id>; Veronica Anggraini Manfe <veronica.manfe@ commlife. co.id>; Savitri 
Saraswati <[EMAIL PROTECTED] t.co.id>; Paulus_D_Sriwidodo <Paulus_D_Sriwidodo@ 
telkomsel. co.id>; Antonius Sigit B <[EMAIL PROTECTED] co.id>; [EMAIL 
PROTECTED] co.id; [EMAIL PROTECTED] co.id; Rini <[EMAIL PROTECTED]>; 
savitrisaraswati@ yahoo.com; sukatani1994@ yahoo.com; Joice <[EMAIL PROTECTED] 
com>; ratna_i_lamda <ratna_i_lamda@ telkomsel. co.id>; [EMAIL PROTECTED] 
net.id; Yenny Singanus <[EMAIL PROTECTED] com>; Savitri Saraswati <[EMAIL 
PROTECTED] e.com>; SantoThomas_ [EMAIL PROTECTED] ups.com
Cc: dadang sutenda <dadang_sutenda@ sierad.co. id>; [EMAIL PROTECTED] co.id; 
[EMAIL PROTECTED] co.id; lily.setiawati@ betaradarma. com
Sent: Tuesday, October 14, 2008 8:19:49 AM
Subject: [StThomas_Kelapa2] FW: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !
Temanz,
 
Sekedar meneruskan apa yang baik. Semoga berguna.
 
Agustinus Mulianto
 
 
From:[EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:ApiKatolik@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of arie prawiro
Sent: 13 Oktober 2008 14:55
To: Milis Logistindo
Cc: agneseka2101@ yahoo.com; alumni-stft- st-yohanes@ googlegroups. com; agnes 
Century21; Albert Hari Nugroho Marwoto; amelia hirawan; Aser Cyprianus 
Simbolon; Trie Raharja Agust; Tabitha Daddy SRiyadi; sos staff; Rika Bogor; 
papa Putri; Milis; kudus; Danar Bagus Ariaqadar; bonaventura Lianto pontianak; 
Teguh Budiaryanto; niken; Mark Brown; Frengky Chow Kientjem; Nurhayati McD; 
zhiescha zhineirqhia; v3 Holmes; titin medan melati; Tina Christiana; 
damai_hutasoit@ yahoo.com; Kasyifi Dad; SOS National Director; Nita, Drg; 
Eddyanto Distr Adikarya; Effendy Lim; frans; Lyna Spy sipayung; Dwi Astoko; 
Indah Laksmi Hapsari; Troy Soputro Indocement; yosefa imi; mujiantono jps; 
Yohanes Mgl; Sugeng; Johannes Welirang; Lou Mahadi; meifang.bdg@ gmail.com; 
Yoyo Suhaya; monika satya; Buaran WH; linda nurharyati; noelycious; Uchie 
oktaviani; Susmono Putro Nugroho; ony yani; [EMAIL PROTECTED] com; Rudy 
Herdianto; Rio smith; santoso tanara; [EMAIL PROTECTED] com;
 [EMAIL PROTECTED] -majalah. com; Zaid Tohendra
Subject: [ApiK] Fw: AW Inspiration - LUAR BIASA !
 


 
Menghargai Orang Lain

Rating Artikel : 
Oleh : Andrie Wongso
 
 
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang 
direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan 
dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari 
perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam 
bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai 
untuk diab adi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan 
dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup 
lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, "Yang terhormat Pak 
Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "tolong", setiap 
kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima 
kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "maaf", saat Bapak menegur, 
mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat 
karena Bapak ingin saya merubahnya menj adi kebaikan. 

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "terima kasih" kepada 
saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak 
Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya 
bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa 
direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat 
saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak 
Direktur berada. Amin."

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan 
menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di 
sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang 
selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. 

Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang 
selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, 
ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. 
Terpilihnya tulisan itu untuk diab adi kan, karena seluruh isi kantor itu 
setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka 
teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.

Pembaca Yang Budiman,

Tiga kata "terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat 
sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu 
kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah 
menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. 
Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap 
keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, 
membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam 
mencapai tujuan bersama.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti 
terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita 
berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai 
diri kita sendiri.
 

Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
----------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.526 / Virus Database: 270.8.0/1721 - Release Date: 10/12/2008 
12:00 PM

[Non-text portions of this message have been removed]
  


      

Kirim email ke