tks Pak... btw saya lagi membaca warta edisi minggu ini 22 Feb 2009, di halaman 7 ada permintaan maaf dari pihak KAMUS untuk hal ini.
--- In [email protected], Leo Rijadi <leorij...@...> wrote: > > Ya saya setuju sekali dengan Pak Bayu. > Intinya, harus ada proof reading terakhir sebelum terbit. > Bisakah DP menyediakannya, mendedikasikan satu > orang khusus untuk hal ini? Zaman dulu, warta paroki > harus selalu dibaca Romo sebelum naik cetak. > > > Leo > > > > > ________________________________ > From: BayuVanHayes <aloysiusbayu...@...> > To: [email protected] > Sent: Wednesday, February 18, 2009 4:43:35 PM > Subject: [StThomas_Kelapa2] Warta St Thomas - improper Joke > > > Perkenalkan saya Bayu dari wilayah I - Lingk St Pius... > > Mungkin ini sudah basi ya.. tapi karena saya baru gabung milis (nb: > baru diapproved oom modin - tks)... > > Saya ingin kritik untuk warta st thomas edisi 2-3 minggu lalu, untuk > kolom joke.. dimana illustrasinya adalah buah2an (Apel dan durian) > yang dimasukkan - maaf ke "pantat" - sesuai tertulis di warta.. > > alamak!! joke itu sangat2 tidak proper untuk booklet level gereja.. > (atau booklet apapun yang sifatnya official..) > My question: apakah warta tidak ada editornya? kalaupun tidak ada > siapa sih yang memiliki ide konyol dan not acceptable itu? > > Well, warta itu sudah beredar dan mungkin sudah dibaca sejuta umat, > termasuk my 5 years son dan PRT di rumah... > > Jadi, mohon bantuan pihak2 terkait untuk lebih melakukan close > monitor, dan bila perlu - sepatah kata koreksi (or sorry even) untuk > accident itu.. > > Oks thanks banget for the bandwith.. GBU!! >
