berikut saya forward dari milis KAS, semoga dapat menambah wawasan kita dalam memilih Presiden nanti
berkah dalem Alexander ----- Forwarded Message ---- From: "[email protected]" <[email protected]> To: KAS Komunikasi Sent: Thursday, June 18, 2009 9:10:19 AM Subject: Re: [Komunikasi_KAS] Pemilih cerdas dlm pilpres Saya kutipkan dari Ilusi Negara Islam, "Kebenaran dan kepalsuan sudah jelas. Garis keras ingin memaksa semua rakyat Indonesia tunduk kepada faham mereka yang ekstrem dan kaku. ..... Saat ini kitalah yang memilih masa depan bangsa." Pengantar Editor 'Musuh dalam Selimut', KH. Abdurrahman Wahid, hal. 41. PKS disebut sebagai bagian pokok garis keras itu di Indonesia. Mengapa masih ragu? Salam, doa 'n Berkah Dalem, + J. Pujasumarta Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Br. Yoanes FC" <[email protected]> Date: Thu, 18 Jun 2009 09:02:04 Subject: [Komunikasi_KAS] Pemilih cerdas dlm pilpres Memang untuk mengambil keputusan agar dapat memilih ini atau itu, perlu ada banyak informasi akurat tentang hal atau orang yang akan dipilih. Tapi kita perlu selalu menganalisa dalam konteks dan keterkaitannya. Bagaimanapun buku ILUSI NEGARA ISLAM yang bisa di download gratis di website http://bhinnekatunggalika.org/ aalah informasi yang tak bisa dilewatkan selain grand strategi. Masing-masing pasangan capres-cawapres adalah paket-paket yang harus dilihat keseluruhan. Bagaimana partai-partai koalisi yang mendukungnya, lalu bagaimana orang-perorangnya, tapi semuanya dalam paket keseluruhan mengingat pribadi yang baik sekalipun tidak bisa berkutik dalam paket sistem dan struktur koalisi dan kerangka keseluruhan bangsa Indonesia. Rasanya kita tidak cukup memilih orang-per orang dalam pilpres ini. MINUS MALUM. Ini menjadi pegangan moralnya. Ya, yang terbaik dari hal-hal atau orang-orang yang tersedia untuk dipilih meski semuanya penuh kekurangan. Ya, perspektif kedepannya yang juga perlu dilihat dan dipantau. Hidup memang merupakan keutuhan tiga dimensi waktu, ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Bagaimana perspektif masa depan capres-cawapres ditinjau. Ini harapan dan tinjauan masa depan yang perlu. Karena dari situ juga dapat dilihat kelangsungan bangsa Indonesia. Perlu optimis tapi bijaksana. Butuh keberanian tapi tidak ngawur. Kadang hidup itu tidak hanya berpikir yang rasional saja, tapi kadang ada loncatan yang tidak terduga. Dan manusia perorangan itu memang bisa berubah. Tetapi sistem lebih sulit berubah, meski dapat juga diubah oleh manusia yang sudah bisa berubah dan cerdas untuk mengubah sistem. Kadang orang juga bisa berpikir, lebih baik ada yang baru, karena yang lama juga tidak akan banyak / jauh berbeda gerakannya dengan sebelumnya. Ganti orang ganti acara juga. Bdk. banyak seloroh dalam masyarakat - ganti menteri ganti aturan. Ya, sumonggo, masing-masing punya hak dan kebijakannya. Semoga Roh Kudus membimbing setiap orang masing-masing dalam pilpres nanti.
