----- Forwarded Message ----

From: Pujasumarta - <[email protected]>
Subject: [Komunikasi_KAS] RAPAT KERJA PARA USKJP REGIO JAWA PLUS TANJUNG KARANG

Teman-teman Ytk., saya kirimkan sepintas laporan mengenai Rapat Kerja Para
Uskup Regio Jawa plus Tanjungkarang, yang diselenggarakan pada hari Selasa,
30 Juni - Kamis, 2 Juli 2009 di Sentul Leadership Development Center. Salam,
doa 'n Berkat Tuhan, + Johannes Pujasumarta

*RAPAT KERJA PARA USKUP REGIO JAWA PLUS TANJUNGKARANG*

Sentul Leadership Development Center

Sentul City, 30 Juni – 2 Juli 2009



RAPAT KERJA PARA USKUP Regio Jawa Plus Tanjungkarang diselenggarakan di
Sentul City, 30 Juni – 2 Juli 2009. Para Uskup dari wilayah gerejawi pulau
Jawa plus Tanjungkarang berkumpul setiap tahun untuk mengadakan Rapat Kerja
(Raker) dengan mengadakan analisis terhadap situasi factual dewasa ini
dengan mendengar nara sumber mengenai situasi politik menjelang Pemilu 2009,
megnenai ekonomi seputar krisis moneter, mengenai pendidikan  yang
dirumuskan dalam Nota Pastoral KWI,  serta berbagi pengalaman mengenai
masalah-masalah internal Gereja yang muncul di keuskupan masing-masing.

*Selasa, 30 Juni 2009*, menjelang  jam 17.00 kami  Kuria Keuskupan Bandung
sampai di Sentul Leadership Development Center (SLDC).  Pada jam 17.00
seluruh rangkaian acara Raker diawali dengan Ibadat sore, yang dipimpin oleh
Mgr. Y. Sunarko, SJ.

Saya duduk di deret sebelah kanan, dan saya lihat di hadapan saya Mgr.
Henrisusanto, SCJ Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Mikhael Angkur Uskup
Keuskupan Bogor, Bp. Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ Uskup Keuskupan Agung
Jakarta, Mgr. Pandoyopoetra, O. Carm Uskup Keuskupan Malang, lalu di deret
sebelah kanan saya: Mgr. Vincentius Sutikno Uskup Keuskupan Bandung, Mgr.
Ignatius Suharyo Keuskupan Agung Semarang, saya Uskup Keuskupan Bandung  dan
Mgr. Y. Sunarko, SJ Uskup Keuskupan Purwokerto. Masing-masing Uskup disertai
oleh anggota Kuria. Kuria Keuskupan Bandungan full team lengkap: Pst. Anton,
Pst. Didiek, Pst. Edy dan saya sendiri.

Jam 18.00: pembicaraan diawali dengan tinjuan terhadap situasi social
politik terutama yang berkaitan dengan Pemilu Capres dan Cawapres.
Pembicaraan dimoderatori oleh Pst. Y. Suratman. Setelah dari berbagai sudut
pandang capres dan cawapres, dengan keprihatinan yang mendalam mengenai masa
depan yang harus kita bangun bersama, akhirnya tetap dianjurkan setiap warga
masyarakat menentukan pilihan sesuai dengan hati  nurani, dan keyakinan
masing-masing. Agar tidak terjadi arogansi kekuasaan pada pemenang,
diharapkan kita memperhatikan keseimbangan. Untuk itu dibuka kemungkinan
pemilu tahap kedua.

*Selasa, 01 Juli 2009*: jam 06.00, diawali dengan perayaan Ekaristi. Kuria
Keuskupan Bandung diserahi tugas untuk menjadi pelaku liturgy hari ini. Kita
bersyukur bahwa pada awal Tahun Imam  ini diselenggarakan Rapat Kerja ini.
Umat setempat hadir pada misa pagi ini, sehingga jumlah umat yang hadir
mencapai jumlah 70. Sebelum berkat dan pengutusan nyanyian “Tahun Imam”
dinyanyikan bersama. Setelah misa acara yang sejak dulu terjadi: foto
bersama. Pada kesempatan itu saya berkesempatan foto bersama Devi, yang
aktip terlibat dalam Pelayanan Sosial Garam. Ia bekerja di kawasan Sentul
ini.

Tinjauan tentang ekonomi dipaparkan oleh A. Prasetyantoko seputar krisis
financial global .  Pembicaraan dimoderatori oleh Pst. Didiek. Peredaran
uang yang berlebihan ibarat aliran darah dalam tubuh manusia yang dapat
membuat serangan jantung atau stroke. Bank memberikan utang kepada orang
yang tidak layak mendapatkannya. Suka bunga rendah hampir nol persen, untuk
beli rumah, yang disewakan; karena ketidakmampuan membayar utang banyak
rumah disita, dan menimbulkan krisis. Oktober 2008 ekonomi collaps,
yang menimbulkan
ketidakpastian yang berkepanjangan.  Puncak krisis itu mulai berdampak pada
sector riil: phk, pemecatan secara terselubung. Sektor-sektor pendukung
property itu terkena dampak krisis tersebut. Pengangguran menjadi masalah
serius, di Indonesia akan bias mencapai 10%, 22 juta. Yang membuat ekonomi
kita bertahan:  1. konsumsi, ( di Indonesia: 57%),  Bank mendorong
masyarakat agar konsumptif, *(factor lain:  2. Investasi, 3.  ekspor –
impor, 4. peran pemerintah).*

In Indonesia Sumatera Utara penghasil kelapa sawit, karet, namun masyarakat
kekurangan gizi. Ruang seperti apa yang memanggil kita untuk lakukan
sesuatu? Ada symptoms: ekonomi bergerak pada sector tidak riil, alirah darah
terlalu banyak, cholesterol tinggi, berisiko stroke atau serangan jantung.
Hendaknya rakyat didorong untuk berproduksi lebih daripada berkonsumsi,
melalui Credit Union, agar tidak tergiur pada “modus investasi” yang tidak
bisa dipertanggungjawabkan.

Pertemuan sesudah minum jam 10.30 diisi dengan pembicaraan mengenai berbagai
upaya Pengembangan Sosial Ekonomi yang diselenggarakan oleh
keuskupan-keuskupan masing-masing


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Group Komunikasi_KAS adalah wadah komunikasi by email umat Allah Keuskupan 
Agung Semarang (KAS) dan siapapun yang punya hubungan batin dengan KAS.

Gereja sebagai "a dynamic communion of communities"

Baiklah kalau semakin banyak orang mengasihi Tuhan dan sesamanya, terlebih yang 
kecil, lemah, miskin dan tersingkir.

Yahoo! Groups Links




      

Kirim email ke