wahai cicak-cicak cimanggis (yang bentar lagi jadi cicak-cicak tapos),
BERSATULAH



Everytime you smile at someone, it is an action for love, 
a gift to that person, a beautiful thing.
(Mother Teresa)
 
DITTO SANTOSO
Email : [email protected] , [email protected]
Blog: www.rumahditto.blogspot.com, www.facebook.com/ditto.santoso  
Mobile : 62 81 311 420 720
 

--- On Sun, 11/8/09, Ditto Santoso - Karina KWI <[email protected]> wrote:


From: Ditto Santoso - Karina KWI <[email protected]>
Subject: FW: puisi adhie massardi
To: [email protected], [email protected]
Date: Sunday, November 8, 2009, 11:43 PM








 
 

From: robert sulistyo [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 09, 2009 11:11 AM
To: Diah Pitaloka; Whisnu Yonar Anggono; Stella Bazuki; Ditto Santoso
Subject: puisi adhie massardi
 
fyi. puisi-puisi.



salam,

-----------------------------------------------------------------------


Negeri Para Bedebah

karya: Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan


Buaya Mabok Duren

karya: Alvin Lie

Duren si raja buah
Harum aroma
Nikmat rasanya
Kebanggaan Indonesia

Duren kini lain lagi
Muncul di Mahkamah Konstitusi
Ini duren atau upeti
Bikin buaya lupa diri

Buaya mabok duren
Suara rakyat tak didengar
Buaya mabok duren
Tak jelas mana salah mana benar

Buaya mabok duren
Lukai rasa keadilan
Buaya mabok duren
Bikin rakyat naik pitam

Duren oh Duren
Buaya kok mabok duren

(asy/gah) 






      

Kirim email ke