Kristus Raja Semesta Vs Black Magic
F.X. Didik Bagiyowinadi Pr,
Setiap akhir tahun liturgi Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kristus
Raja Semesta Alam. Apa makna hari raya ini bagi penghayatan iman kita?
Sungguhkah Kristus berkuasa atas alam semesta? Bisakah kuasa Kristus
kita alami di zaman modern ini? Bagaimana seandainya ada umat Katolik yang
terkena guna-guna,black magic, dll;bisakah kuasa Kristus mengalahkannya?
Ataukah terpaksa kita mesti pergi
kepada “orang-orang pintar”? Dan apa konsekuensinya manakala kita
mengakui Kristus sebagai raja kita?
Kristus: Pribadi yang Penuh Kuasa
Hari
Raya Kristus Raja Semesta Alam menyadarkan kita bahwa Tuhan Yesus
Kristus junjungan kita adalah benar-benar pribadi yang mahakuasa. Dia
berkuasa dan berwibawa dalam perkataan dan perbuatan (bdk. Mrk 1:27;
Luk 4:32; Luk 24:19).
· Dalam
pengajaran-Nya, Yesus tidak mengutip pendapat para nabi dan rabbi-rabbi
terkenal, tetapi berani berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu...” (lih
Mat 5:17-48).
· Sabda-Nya penuh daya kuasa, banyak mukjijat terjadi melalui
Sabda-Nya. Dia
menyembuhkan si lumpuh dengan sabda-Nya saja (Luk 5:24-25), begitu juga
penyembuhan jarak jauh terhadap anak pegawai istana (Yoh 4:46-54).
· Sentuhan-Nya
juga berdaya kuasa, begitu dijamah, si kusta menjadi tahir (Luk 5:13)
dan demam ibu mertua Petrus langsung lenyap (Mrk 1:31). Ludah Yesus
yang diaduk dengan tanah dan dioleskan pada mata si buta bisa
menyembuhkannya (Yoh 9:6). Begitu juga dari jumbai jubah Yesus,
mengalir kuasa yang mampu menyembuhkan ibu yang sudah 12 tahun sakit
pendarahan (Mrk 5:27-29; bdk. Mrk 6:56= semua orang yang menjamah-Nya
menjadi sembuh!).
· Bukan
hanya penyakit, roh-roh jahat pun tunduk kepada Yesus. Sekali diusir
keluar dari seseorang, roh-roh jahat langsung takhluk (Mrk 5:6-10).
Yesus melarang setan-setan berbicara sebab mereka mengenal Dia (Mrk
1:34). Kata-Nya, “Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka
sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk 11:20).
· Bahkan kekuatan alam pun tunduk di hadapan Yesus! Yesus bisa berjalan
di atas air dan meredakan angin ribut (Mat 14:22-33).
· Yesus juga sanggup menghidupkan kembali anak perempuan Yairus(Mrk
5:35-43), pemuda dari Nain(Luk 7:11-17), dan Lazarus yang sudah tak
bernyawa(Yoh 11:1-43).
· Rasul
Petrus pun sanggup menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir dalam nama
Yesus, “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kis
3:5).
· Lebih dari itu semua, dengan bangkit dari kematian-Nya, Yesus
berhasil mengalahkan kuasa dosa dan kerajaan Maut (1 Kor 15:26).
Masihkah Kuasa Yesus Kita Alami Sekarang?
Pertanyaannya
untuk kita sekarang, sungguhkah semua itu bisa kita alami saat ini?
Masihkah kuasa Yesus menjadi nyata dalam zaman modern ini? Sungguhkah
Kristus membebaskan kita dari belenggu berbagai ketakhayulan: hari
baik-hari buruk, nasib dan karakter buruk yang konon dipengaruhi oleh
shio/weton, ancaman “Bathara Kala” yang konon membutuhkan ruwatan, dsb.
Bagaimana dengan fenomena “dunia yang tak kelihatan” yang sebenarnya
juga kita akui dalam Syahadat yang panjang? Sungguhkah pengikut Kristus
tidak mempan oleh berbagai guna-guna dan santet? Sungguhkah kuasa Kristus
mengalahkan semua gangguan black magicitu? Ataukah kita mesti lari kepada
“orang-orang pintar”?
Hari
Raya Kristus Raja Semesta Alam mau mengingatkan kita bahwa Kristus
sungguh berkuasa dan sudah menaklukkan segala ketakhayulan, gangguan
“dunia yang tak kelihatan”, dan ulah black magic.
Bagaimana hal itu terbukti dari pengalaman? Saya mau mensharingkan beberapa
“kejadian aneh” yang dialami oleh tiga orang umat Katolik yang menunjukkan
bahwa kuasa Kristus ternyata sungguh masih terjadi hingga saat ini dan di sini.
Dan
saya bersyukur saat bertugas di paroki itu boleh menjadi “saksi” atas
peristiwa-peristiwa ini sehingga bisa mensharingkan dalam tulisan
singkat ini.
Pertama,seorang gadis sempat
menghilang tiga hari dari rumahnya sehingga membuat bingung
keluarganya. Saat kembali ke rumah dia berkisah selama tiga hari itu
merasa bingung dan ketakutan, dia merasa ada teman kerja yang
mengguna-gunainya. Bahkan sampai di rumah pun dia masih terbayang-bayang wajah
pria yang mengganggunya. Namun, setelah pengakuan dosa dan pemberkatan rumah,
gangguan itu pun hilang.
Kedua, seorang ibu yang baru melahirkan merasa kesakitan setiap Maghrib dan jam
12 malam!Setelah pengakuan dosa, puasa ala Katolik selama tiga hari, dan
rumahnya diberkati, gangguan itu pun hilang! Namun, gangguan dalam bentuk lain
berpindah ke tempat kerjanya. Dia mengalami sakit migrain setiap kali berada di
ruang kerjanya, tapi bila berada di luar ruangan,
migrainnya sembuh. Namun, begitu balik ke ruang kerja lagi, migrainnya
kambuh! Setelah konsultasi dengan romo, dia pun berangkat pagi-pagi
lantas memerciki seluruh ruang kerjanya dengan air suciyang tersisa dari
pemberkatan rumahnya. Aneh, sakit migrainnya pun sembuh dan tak pernah kambuh.
Temannya yang satu ruangan malahan bertanya, “Kamu melu ngelmu apa?”[Kamu
mengikuti atau mempunyai “ilmu spiritual” apa?]
Ketiga, seorang ibu lain lagi mengalamai bahwa ada benjolan-benjolan di sekujur
tubuhnya. Dokter ahli kulit yang memeriksanya tak bisa mendiagnosa penyakitnya.
Makin hari demam ibu ini makin tinggisehingga tidak bisa bekerja. Bahkan, saat
[maaf] ke belakang, ada tiga petasan kecil keluar dari tubuhnya! Selain dia,
pembantu rumah tangganya menjadi saksi mata. Setelah
rumahnya diberkati dan dia menerima sakramen pengurapan orang sakit,
sekitar satu jam kemudian benjolan-benjolan pada tubuhnya itu pecah,
dan keluar darah dan nanah! Ibu itu pun menjadi sembuh.
Melalui Sakramen + Sakramentali
Apa yang menarik dari ketiga kejadian aneh tadi?
Pertama, sampai saat ini kuasa Kristus sungguh masih nyata! Kuasa Kristus mampu
mematahkan gangguan black magic yang berasal dari kuasa kegelapan. Jadi, kita
tak perlu merasa ragu-ragu lagi akan kuasa dan perlindungan Tuhan Yesus.Dan
Tuhan Yesus telah mengajarkan, “Jenis ini tidak dapat diusair
kecuali dengan berdoa (Mark 9:29) [dan berpuasa (Mat 17:21)].”
Kedua,
cara yang dipakai adalah melalui sakramen (sakramen pengakuan dosa,
sakramen pengurapan orang sakit) dan sakramentali (pemberkatan rumah,
air suci). Hal ini meneguhkan apa yang diajarkan oleh Gereja bahwa
Sakramen dan Sakramentali merupakan cara yang lazim dan biasa dipakai oleh
Tuhan untuk mencurahkan rahmat-Nya(bdk. KGK 1257: Tuhan telah mengikatkan
keselamatan pada Sakramen Pembaptisan, tetapi Ia sendiri tidak terikat pada
Sakramen-Sakramen-Nya).Kalau sudah tahu ada cara yang lazim dan biasa, tak
perlu kita mencari-cari alternatif “luar biasa”, apalagi bila hal itu
bertentangan dengan iman.
Ketiga, dengan berbeda-bedanya sarana sakramen dan sakramentali yang digunakan
dalam ketiga kasus di atas, justru memperjelas bagi kitabahwayang utama adalah
Kristus. Perkara sarana yang digunakan, tak perlu
dimutlakkan. Memutlakkan salah satu sarana, justru akan membuat kita
jatuh pada bahaya takhayul (missalanggapan bahwa:asalkan rumahku diberkati,
pasti semua beres). Dengan memanfaatkan
sarana sakramen-sakramentali, itu berarti manakala menghadapi
kasus-kasus demikian kita bisa minta doa dan pelayanan dari setiap
imam, juga pastor paroki Anda. Tak perlu kita mengkultuskan imam tertentu,
apalagi yang kita anggap “semi dukun”. Semua imam, berkat rahmat tahbisan
imamatnya, bisa menerimakan sakramen dan sakramentali kepada kita.
Dirajai oleh Kristus
Mari
kita mengandalkan kuasa dan perlindungan Kristus. Bila kita tinggal
dalam firman-Nya, hidup dalam kasih seperti yang diajarkan-Nya, niscaya
kita menikmati perlindungan-Nya. Mari kita mempersilakan Tuhan Yesus
Kristus merajai hati kita, memimpin hidup kita, dan menguasai seluruh
budi dan kehendak kita. Niscaya kita akan menikmati kuasa dan
perlindungan-Nya. Semoga.
Sumber: F.X. Didik Bagiyowinadi Pr, Di Tengah Berbagai Angin Pengajaran
(Malang: Dioma, 2005) hlm. 144-149.
sumber :http://www.imankatolik.or.id/kristus_raja_semesta_alam.html
Salam & Doa
Alexander Yusup