Dari detik.com hari ini.
Where we stand for?
 
Facial Dengan Plasenta Bayi Bikin Kulit Kencang
Nurul Ulfah - detikHealth




(Foto: dailymail)
New York, Tren facial menggunakan plasenta manusia kini menjadi populer di 
Amerika dan kalangan Hollywood. Meski terdengar aneh, tapi para ahli yakin 
bahwa plasenta bayi bisa mengencangkan, meregenerasi dan membuat kulit tampak 
lebih muda.

Para ahli kosmetik mengatakan bahwa plasenta akan memiliki khasiat yang lebih 
baik lagi jika langsung diminum atau dimasukkan dalam tubuh. Tapi siapa yang 
mau minum cairan plasenta yang berasal dari dalam rahim wanita, meski itu bisa 
membuat kulit kencang dan sehat.

Oleh karena itu, plasenta akhirnya digunakan sebagai bahan facial atau masker 
di tempat-tempat kecantikan. Cairan plasenta dicampur dengan beberapa krim 
lainnya lalu dioleskan pada wajah selama beberapa saat. Meski aromanya agak 
aneh dan tidak sedap, tapi banyak wanita yang percaya bahwa facial plasenta 
memang berkhasiat.

Tak hanya kaum wanita yang percaya akan khasiat plasenta, kaum pria pun 
ternyata mulai mencobanya. Adalah Robin van Persie, penyerang dari Arsenal yang 
telah merasakan efek plasenta.

Pemain dari Belanda yang sedang menderita kerusakan jaringan pergelangan sendi 
itu mendengar kabar dari salah satu fansnya yang mengatakan bahwa ada seorang 
wanita Serbia yang bisa memijat dan memperbaiki sendinya.

Setelah didatangi, ternyata wanita itu menggunakan cairan plasenta kuda untuk 
keperluan memijatnya. Mariana Kovacevic, si pemijat, sudah menggunakan cairan 
plasenta itu untuk menyembuhkan dua orang pasien.

Dan hasilnya, hanya butuh satu minggu untuk menyembuhkan pasien, padahal jika 
menggunakan tindakan medis dari dokter membutuhkan waktu sebulan. Sejak itu, 
banyak orang yang percaya dengan kekuatan plasenta.

Hugh Fearnley-Whittingstall, seorang juru masak yang percaya akan khasiat 
plasenta pun mencoba menyajikan makanan dari plasenta untuk merayakan kelahiran 
putri pertamanya. Ia mengambil plasenta dari istrinya yang baru melahirkan, 
kemudian memurnikannya dan dijadikan bahan campuran dalam makanan.

"Plasenta lebih dari sekedar bantalan untuk bayi dalam rahim, tapi plasenta 
juga kaya akan protein, seng dan zat besi," ujar seorang ahli nutrisi, Susannah 
Lawson seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (20/11/2009).

Lawson mengatakan, mungkin inilah yang menyebabkan kebanyakan hewan melakukan 
placentophagia atau kegiatan memakan plasenta setelah melahirkan.

"Kandungan zat besi yang tinggi sangat bermanfaat untuk wanita yang mengalami 
trauma atau banyak kehilangan darah pasca kelahiran. Seng juga penting untuk 
mengisi kehilangan seng ibu yang banyak diberikan pada anaknya sebagai zat 
untuk kekebalan tubuh," jelas Lawson.

Plasenta mengandung hormon yang dapat menstimulasi jaringan pertumbuhan yang 
diketahui mampu menghilangkan kerutan. Plasenta dalam bentuk ekstrak juga 
berfungsi membantu meningkatkan kemampuan kulit menyerap oksigen, 
menstimulisasi metabolisme sel, dan meningkatkan reproduksi sel. Bahkan 
plasenta memiliki sifat immunostimulator atau perangsang sistem imun tubuh.

Penggunaan ekstrak uterus (plasenta) bukan hal baru sebetulnya. Bahan itu 
dipakai sebagai salah satu bahan dalam kosmetika pertama kali pada tahun 
1940-an. Tapi kini, tren itu mencuat lagi dan banyak diminati wanita.

Meski demikian, plasenta yang dihalalkan Majelis Ulama Indonesia sebagai bahan 
kosmetika hanyalah plasenta yang berasal dari binatang halal, sedangkan dari 
manusia dianggap haram.

 
Salam dari Nias,
ditto




Everytime you smile at someone, it is an action for love, 
a gift to that person, a beautiful thing.
(Mother Teresa)
 
DITTO SANTOSO
Email : [email protected] , [email protected]
Blog: www.rumahditto.blogspot.com, www.facebook.com/ditto.santoso  
Mobile : 62 81 311 420 720
 


      

Kirim email ke