"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat".
(Yes 30:19-21.23-26; Mat 9:35-10:1.6-8)

"Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam 
rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan 
segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus 
oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti 
domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian 
memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang 
empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."Yesus 
memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir 
roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 
melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.Pergilah dan 
beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; 
bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu 
telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan 
cuma-cuma." (Mat 9:35-10:1.6-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
•       Pada masa kini kiranya cukup banyak orang yang lesu, kurang gairah 
dalam hidup atau sakit, karena berbagai tantangan atau hambatan yang terjadi. 
Jumlah mereka yang lesu, sakit dan menderita kemungkinan akan bertambah banyak 
seiring dengan musim hujan yang menimbulkan banjir, tanah longor, dll. Ketika 
banjir karena hujan lebat terjadi, ada kemungkinan mereka yang tidak menjadi 
korban banjir ikut uring-uringan alias saling menyalahkan, yang membuat orang 
semakin dikuasai oleh setan. "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah 
dekat", demikian pesan Yesus kepada para rasul, kepada kita semua yang beriman 
kepadaNya, maka marilah kita renungkan atau refleksikan. Pesan ini kiranya 
dapat saya `terjemahkan' demikian: kemanapun kita pergi atau dimanapun kita 
berada hendaknya menjadi pengharapan bagi alias menggairahkan orang lain: yang 
sakit berharap segera sembuh, yang lesu segera berubah menjadi bergairah, yang 
terlantar segera terrawat dan diperhatikan, dst… Kita dapat menjadi pengharapan 
dan menggairahkan karena dengan cuma-cuma kita berbuat baik kepada mereka 
sesuai dengan kemungkinan, kesempatan serta kemampuan yang ada. Ingatlah bahwa 
segala sesuatu yang kita miliki, nikmati dan kuasai sampai saat ini juga telah 
kita terima sebagai anugerah Allah melalui orang yang telah berbuat baik kepada 
kita, maka juga boleh dikatakan sebagai yang cuma-cuma juga. Dengan kata lain 
kita dapat menjadi pengharapan bagi orang lain jika kita senantiasa bermurah 
hati alias menjual murah hatinya atau memberi perhatian kepada siapapun. Mereka 
yang sakit dan lesu pada umumnya diawali dengan sakit hati alias merasa kurang 
diperhatikan, maka dekati dan sikapi dengan hati, rendah hati serta kasih 
sayang. 
•       "TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di 
ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan 
berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput 
yang luas; sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan 
makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung 
yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai 
pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh" (Yes 30:23-25), 
demikian kata-kata penghiburan Yesaya kepada saudara-saudarinya. Sebagai orang 
beriman,  kita adalah `tangan-tangan Tuhan' alias berpartisipasi dalam karya 
penyelamatan-Nya, sehingga cara hidup dan cara bertndak kita dimanapun dan 
kapanpun menjadi `penghiburan' atau `harapan yang menggairahkan' bagi orang 
lain. Maka baiklah kita mawas diri: pertama-tama apakah saya pribadi dapat 
menjadi penghiburan atau harapan bagi orang lain, dimana cara hidup dan cara 
bertindak kita sungguh menarik, memikat, memukai dan mempesona, karena saya 
berbudi pekerti luhur, dari diri saya terpancar keceriaan dan kegembiraan 
sejati sebagai penghayatan persatuan saya dengan Tuhan. Saya sendiri dalam 
keadaan atau situasi apapun.tetap tegar, bergairah, dinamis, tidak lesu atau 
tidak frustrasi. Kehadiran dan sepak terjang kita senantiasa memberdayakan, 
meneguhkan dan memperkuat orang lain, sebagaimana Tuhan senantiasa menghidupkan 
dan mengembangkan citpaan-ciptaanNya di dunia/bumi ini. Kami berharap mereka 
yang berpengaruh dalam kehidupan bersama dapat menjadi penghiburan dan harapan 
bagi sesamanya, misalnya para pemimpin, atasan, manajer, kepala bagian, dst.. , 
mengingat dan memperhatikan sikap mental `feodal' masih subur dalam kehidupan 
bersama kita. 

"Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan 
layaklah memuji-muji itu. TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan 
orang-orang Israel yang tercerai-berai; Ia menyembuhkan orang-orang yang patah 
hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan 
menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, 
kebijaksanaan-Nya tak terhingga.TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang 
tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi."
(Mzm 147:1-6)

Jakarta, 5 Desember 2009


Kirim email ke