HR SP MARIA BUNDA ALLAH: Bil 6:22-27; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21
"Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia 
dikandung ibu-Nya". 
Pertama-tama saya ucapkan `SELAMAT TAHUN BARU 2010'; marilah kita masuki Tahun 
Baru ini dengan semangat baru. Hari ini juga "Hari Perdamaian Sedunia", dan 
bagi anggota Serikat Yesus merupakan hari "Pesta Nama". Dalam "Hari Perdamaian 
Sedunia" ini Paus Benediktus XVI memberi pesan dengan tema "IF YOU WANT TO 
CULTIVATE PEACE, PROTECT CREATION". Tahun 2010 yang juga disebut `Tahun Macan', 
yang juga ditandai dengan `pemanasan global',  kiranya kita juga akan 
menghadapi aneka tantangan dan hambatan dalam rangka membudayakan hidup damai 
maupun melindungi ciptaan Allah di dunia ini. Namun demikian marilah kita 
bersama-sama, bergotong royong mengusahakan damai maupun pelestarian lingkungan 
hidup. 

"Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu 
nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya" (Luk 2:21)  

"Hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut 
Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya 
takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan 
Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan"(Luk 
1:31-33). Nama Yesus telah ditentukan oleh Allah sebelum lahir di dunia ini. 
Kiranya kita semua juga berbuat yang sama, yaitu mempersiapkan nama bagi anak 
yang masih berada dalam kandungan maupun nama suatu gedung, paguyuban, dst. 
sebelum diresmikan atau diberkati. Dalam memilih nama kiranya tidak sembarangan 
saja, melaikan sungguh dipertimbangkan, direnungkan dan dibicarakan bersama, 
karena nama mengandung banyak makna dan cita-cita atau harapan. Demikian 
kiranya nama-nama yang dikenakan pada diri kita masing-masing, maka marilah 
kita mawas diri perihal nama yang dikenakan pada diri kita: apakah kita setia 
pada cita-cita atau dambaan yang dibebankan pada diri kita. 

Bagi kita semua orang Kristen maupun Katolik, dan khususnya rekan-rekan anggota 
Serikat Yesus, marilah kita mawas diri perihal kekristenan atau kekatolikan 
kita. Kita semua diharapkan hidup dan bertindak meneladan Yesus maupun dengan 
menghayati ajaran-ajaran atau sabda-sabdaNya, hidup dan bertindak dirajai atau 
dikuasai oleh Yesus. Untuk lebih mengenal dan memahami cara bertindak maupun 
sabda-sabda Yesus, baiklah kita baca dan renungkan apa yang ditulis di dalam 
Kitab Suci; dengan kata lain kami berharap di tahun 2010, tahun macan, ini kita 
menggiatkan gerakan pembacaan maupun pendalaman Kitab Suci. Dalam upacara 
saling menerimakan Sakramen Perkawinan pada umumnya pasangan suami-isteri baru 
juga dibekali Kitab Suci, Rosario dan Salib, dengan harapan dalam mengarunsi 
hidup berkeluarga hendaknya tidak melupakan Sabda Tuhan, Bunda Maria maupun 
Kasih Sejati yang telah dihayati oleh Yang Tersalib. Hemat saya ketika 
suami-isteri sedini mungkin membiasakan pemfungsian Kitab Suci, Rosario dan 
Salib, maka hidup berkeluarga akan damai sejahtera, saling mengasihi dan dengan 
demikian anak-anak yang lahir dan dianugerahkan oleh Tuhan juga akan terbiasa 
membaca Kitab Suci, berdoa Rosario dan berdevosi kepada Yang Tersalib. 

Hidup berkeluarga yang saling mengasihi baik dalam untung dan malang, sehat 
maupun sakit sampai mati, akan membawa keluarga yang bersangkutan ke damai 
sejati. Dan jika setiap keluarga dapat hidup dalam damai sejati, maka dambaan 
perdamaian seluruh dunia segera menjadi nyata. Perdamaian Sedunia hemat saya 
perlu dimulai dan didasari oleh hidup damai sejahtera dalam keluarga-keluarga. 
Bagi suami-isteri kami harapkan mawas diri perihal nama yang menyatukan mereka 
berdua, dua nama menjadi satu: apa makna dan dambaan anda berdua? Bagi para 
anggota Lembaga Hidup Bakti kami harapkan mawas diri perihal nama yang menandai 
kebersamaan hidup kita, misalnya SJ, MSF, OSF, OSC, PI, OFM , dst.. Sebagaimana 
keluarga menjadi dasar dan landasan perdamaian sedunia, demikian halnya 
komunitas-komunitas hidup membiara. Semoga baik dari keluarga-keluarga maupun 
komunitas biara serta paguyuban-paguyuban tersiarkan damai sejahtera, warta 
gembira bagi seluruh umat manusia. 

"Kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga 
adalah ahli-ahli waris, oleh Allah" (Gal 4:7)    

Secara manusiawi kita semua pernah menjadi anak, dan dengan demikian juga 
menjadi ahli waris atau menerima warisan tertentu dari orangtua kita 
masing-masing. Ketika menjadi tua atau orangtua pada gilirannya harus 
mewariskan kepada anak-anak atau generasi penerus/generasi muda apa-apa yang 
mereka butuhkan untuk hidup kini dan masa depan. Sebagai orang beriman kita 
semua adalah `anak-anak Allah', yang memperoleh warisan dari Allah, antara lain 
ciptaan-ciptaanNya yang indah, mulia, luhur dan suci di dunia ini alias 
lingkungan hidup yang enak, nyaman dan nikmat, mempesona dan memikat. Maka 
baiklah memasuki dan mengarungi Tahun 2010 ini marilah kita tanggapi ajakan 
Paus untuk melindungi atau melestarikan ciptaan alias lingkungan hidup. 

Allah kita adalah Allah Pencipta, maka sebagai anak-anak Allah kita dipanggil 
untuk berpartisipasi dalam karya PenciptaanNya, termasuk melindungi 
ciptaan-ciptaanNya. Kita semua kiranya berprihatin dengan adanya `pemanasan 
global', yang sedikit banyak pasti akan merusak lingkungan hidup maupun aneka 
jenis kehidupan di alam raya ini, yang pada gilirannya akan mencelakakan atau 
menyengsarakan manusia, sebagai ciptaan terluhur dan termulia di dunia ini. 
Marilah keprihatinan kita terhadap `pemanasan global' kita wujudkan secara 
positif dengan gerakan bersama yang bersifat preventif untuk mengurangi 
`pemanasan global', antara lain gerakan penanaman pohon-pohon/penghijaun, 
penghematan enerji, pengurangan berbagai sarana maupun bangunan yang dapat 
menambah panas bumi dst.. . Yang tidak kalah penting atau yang pertama-tama dan 
terutama harus menjadi perhatian kita tentu saja manusia, melindungi dan 
mendampingi manusia agar setia sebagai ciptaan Tuhan terluhur dan termulia di 
dunia ini. 

Melindungi manusia sebagai ciptaan terluhur dan termulia berarti mendampingi 
sebaik mungkin sejak ia masih berada di dalam kandungan sampai lahir dan mati. 
Dengan kata lain marilah pada tahun 2010 ini kita sungguh lebih menekankan dan 
mengutamakan `human investment' daripada `material investment' . Memang 
mendidik, mendampingi dan membina manusia/anak-anak tidak mudah, sarat dengan 
tantangan maupun hambatan serta hal-hal yang sering sulit terpahami. Maka 
baiklah ketika kita harus menghadapi hal-hal yang sulit dipahami, marilah kita 
meneladan Bunda Maria, Bunda Allah, Bunda kita, yang "menyimpan segala perkara 
itu di dalam hatinya dan merenungkannya". Dengan kata lain di tahun 2010, tahun 
macan, yang konon akan ada kemungkinan terjadi banyak konflik, marilah kita 
lebih banyak berdoa dan merenung alias mempersembahkan apa yang kita alami 
kepada Tuhan. Marilah kita mendunia dengan iman, berpartisipasi dalam seluk 
beluk duniawi dalam semangat iman. Marilah kita saling membantu agar kita semua 
semakin cerdas beriman, sehingga kita bersama-sama dapat mengusahakan 
perdamaian dunia yang menyelamatkan dan membahagiakan semua orang. 

"Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau 
memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas 
bumi. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya 
bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.Tanah telah memberi hasilnya; Allah, 
Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi 
takut akan Dia!" (Mzm 67:5-8)
Selamat tahun baru 2010

Jakarta, 1 Januari 2010          


Kirim email ke