HR KENAIKAN TUHAN : Kis 1:1-11; Ef 1:17-23; Luk 24:46-53
"Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan 
kekuasaan dari tempat tinggi"

Sebelum menerima tahbisan imamat, sakramen perkawinan atau kaul kekal, pada 
umumnya calon imam, calon suam-isteri atau biarawan yang bersangkutan diminta 
mempersiapkan diri secara khusus, antara lain dengan mengasingkan diri untuk 
merenung atau retret. Di dalam waktu khusus ini mereka dengan tekun berdoa dan 
berusaha memahami panggilan hidupnya beserta tuntutan-tuntutan atau kewajiban 
yang kelak harus dilaksanakan setelah menjadi imam, suami-isteri atau anggota 
lembaga hidup bakti penuh. Selama masa persiapan khusus tersebut pada umumnya 
orang dalam keadaan gembira sekaligus merasa ragu-ragu juga, namun demikian 
tetap merasa diri sebagai yang terberkati. Masa tenang untuk pengendapan diri 
semacam itu sungguh dibutuhkan dalam rangka menempuh hidup baru. Pada hari ini 
kita kenangkan Yesus naik ke sorga di hadapan para murid sesudah Ia memberkati 
mereka, dan kepada para murid Ia berpesan : "Dalam nama-Nya berita tentang 
pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai 
dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim 
kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota 
ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Luk 
24:47-49)  Para murid diberi tugas untuk menjadi saksi pertobatan dan 
pengampunan dosa ke seluruh dunia , namun sebelumnya diminta untuk tetap 
tinggal di kota sampai diperlengkapi kekuasaan dari tempat tinggi. Mulai hari 
ini juga kepada kita diajak untuk berpartisipasi dalam Novena Roh Kudus sampai 
hari raya Pentakosta yang akan datang, maka marilah entah secara pribadi atau 
bersama-sama kita berpartisipasi dalam novena tersebut. 

"Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan 
kekuasaan dari tempat tinggi." (Luk 24:49)      
Selama masa Novena Roh Kudus yang akan datang ini selain berpartisipasi atau 
jika tak mungkin dapat berpartisipasi dalam Novena secara liturgis, baiklah 
masing-masing dari kita mengenangkan aneka berkat atau anugerah Tuhan yang 
telah kita terima serta telah kita coba nikmati sampai saat ini. Mungkin 
pertama-tama dan terutama adalah rahmat baptisan (pertobatan dan pengampunan 
dosa), yang mendasari hidup dan panggilan kita sebagai anggota Gereja atau 
murid-murid Yesus Kristus, yang selayaknya kita kenangkan. Apakah sebagai orang 
yang telah dibaptis kita masih berpegang teguh pada perlengkapan senjata yang 
dianugerahkan Allah, sebagaimana dikatakan oleh Paulus kepada umat di Efesus 
ini:  "Ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat 
mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu 
menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan 
kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk 
memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai 
iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari 
si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman 
Allah, dalam segala doa dan permohonan" (Ef 6:13-18)    
Perlengkapan yang perlu kita miliki untuk menjadi saksi-saksi iman adalah 
`kebenaran, keadilan, kerelaan, iman, keselamatan, firman Allah dan doa'.  Kita 
dipanggil untuk menghadirkan diri dimanapun dan kapan dalam kebenaran. Dalam 
menghadapi aneka macam godaan atau rayuan untuk berbuat jahat gunakan keadilan; 
hendaknya dengan penuh kerelaan dan kesiap-siapan untuk berbuat baik kepada 
siapapun dan dimanapun. Selama masa Novena Roh Kudus kita juga diajak untuk 
memperdalam firman atau sabda Allah sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci 
serta lebih banyak berdoa mohon karunia Roh Kudus seperti "Roh Hikmat,  Roh 
Pengertian,  Roh Nasihat,  Roh Keperkasaan,  Roh Pengenalan akan Allah. Roh 
Kesalehan, Roh Takut akan Allah, (PS no 93). Marilah kita isi hari-hari Novena 
Roh Kudus, menjelang hari raya Pentakosta ini dengan kegiatan-kegiatan rohani 
maupun memperdalam dan memperbanyak perbuatan-perbuatan bagi bagi 
saudara-saudari kita. 
"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri 
menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke 
atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan 
Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis 1:7-8)
Setelah menerima anugerah Roh Kudus kita dipanggil untuk menjadi saksi Yesus di 
tempat tinggal dan tempat tugas pekerjaan kita masing-masing sampai ke ujung 
bumi. Kenangan penerimaan Roh Kudus akan kita rayakan di hari raya Pentakosta 
yang akan datang, tetapi hendaknya disadari dan dihayati bahwa kita telah 
menerima anugerah Roh Kudus tersebut ketika kita menerima Sakramen Krisma.  
Maka baiklah kita mawas diri apakah di tempat tinggal maupun tempat tugas 
pekerjaan ataupun dimana kita berada dan kemanapun kita pergi senantiasa 
menjadi saksi pertobatan dan pengampunan dosa. Apakah dengan semakin sibuk 
dalam hidup dan melaksanakan tugas pekerjaan kita juga semakin beriman, semakin 
diperbaharui iman kita sesuai dengan tuntutan zaman? Apakah melalui atau dengan 
cara hidup dan cara bertindak kita banyak orang tergerak untuk bertobat? Apakah 
cara hidup dan cara bertindak kita mencerminkan kasih pengampunan Allah bagi 
sesama? 
Sebagai orang yang telah menerima Roh Kudus kita diharapkan memiliki hati yang 
terang sehingga mampu melihat dan memahami apa saja yang terkandung dalam 
panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Roh Kudus juga merupakan 
bentuk `kuasa Allah', yang sungguh menguasai dan merajai semua ciptaanNya di 
dunia ini, dan tentu saja pertama-tama dan terutama manusia sebagai ciptaan 
terluhur dan termulia di dunia ini, yang diciptakan sebagai gambar atau citra 
Allah. Apa saja yang terkandung dalam diri manusia sebagai gambar atau citra 
Allah? Kandungan utama dalam diri manusia sebagai gambar atau citra Allah hemat 
saya adalah kasih, maka kita diharapkan sungguh memahami apa itu kasih dan 
menghayatinya di dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain marilah di hari-hari 
Novena Roh Kudus ini kita juga mawas diri perihal panggilan dan tugas 
pengutusan untuk saling mengasihi. 
Kita semua tidak tahu kapan masing-masing dari kita dipanggil Tuhan alias 
meninggal dunia, maka baiklah kita senantiasa siap sedia dan rela dipanggil 
Tuhan sewaktu-waktu, kapan saja dan dimana saja. Untuk menunjukkan 
kesiap-siagaan dan kerelaan untuk dipanggil Tuhan antara lain memiliki dambaan 
suci di dalam hati, jiwa dan akal budi. Apakah kita memiliki dambaan suci, 
mendambakan hidup suci saat ini dan selamanya? Tanda bahwa kita memiliki 
dambaan suci adalah cara hidup atau cara bertindak kita membuahkan buah-buah 
Roh seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, 
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." (Gal 5:22-23), dan dengan 
demikian dimanapun kita berada atau kemanapun kita pergi akan menjadi dorongan, 
sentuhan dan daya tarik bagi orang lain untuk mengusahakan kesucian hidupnya. 
"Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! 
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh 
bumi.Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan 
diiringi bunyi sangkakala.Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah 
bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, 
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah memerintah sebagai raja atas 
bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus." (Mzm 47:2-3.6-9)
  Jakarta, 13 Mei 2010


Kirim email ke