--- Iesje rositha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> >
> >
> > 
> > Siapa yang paling berbahagia saat pesta pernikahan
> > berlangsung? Bisa
> > jadi kedua mempelai yang menunggu detik-detik
> memadu
> > kasih. Meski
> > lelah menderanya namun tetap mampu tersenyum
> hingga
> > tamu terakhir pun.
> > Berbulan bahkan hitungan tahun sudah mereka
> menunggu
> > hari bahagia ini.
> > Mungkin orang tua si gadis yang baru saja
> > menuntaskan kewajiban
> > terakhirnya dengan mendapatkan lelaki yang akan
> > menggantikan perannya
> > membimbing putrinya untuk langkah selanjutnya
> > setelah hari pernikahan.
> > Atau bahkan ibu pengantin pria yang terlihat terus
> > menerus sumringah,
> > ia membayangkan akan segera menimang cucu dari
> > putranya. "Aih, pasti
> > segagah kakeknya," impinya. 
> > 
> > Para tamu yang hadir dalam pesta tersebut tak
> luput
> > terjangkiti aura
> > kebahagiaan, itu nampak dari senyum, canda, dan
> > keceriaan yang tak
> > hentinya sepanjang mereka berada di pesta. Bagi
> > sanak saudara dan
> > kerabat orang tua kedua mempelai, bisa jadi
> momentum
> > ini dijadikan
> > ajang silaturahim, kalau perlu rapat keluarga
> besar
> > pun bisa
> > berlangsung di sela-sela pesta. Sementara teman
> dan
> > sahabat kedua
> > mempelai menyulap pesta pernikahan itu menjadi
> reuni
> > yang tak
> > direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk
> > acara reuni tidak
> > ada yang hadir, jadilah reuni satu angkatan
> > berlangsung. Dan satu
> > lagi, bagi mereka yang jarang-jarang menikmati
> > makanan bergizi plus,
> > inilah saatnya perbaikan gizi walau bermodal uang
> > sekadarnya di amplop
> > yang tertutup rapat. 
> > 
> > Nyaris tidak ada hadirin yang terlihat sedih atau
> > menangis di pesta
> > itu kecuali air mata kebahagiaan. Kalau pun ada,
> > mungkin mereka yang
> > sakit hati pria pujaannya tidak menikah dengannya.
> > Atau para pria yang
> > sakit hati lantaran primadona kampungnya
> > dipersunting pria dari luar
> > kampung. Namun tetap saja tak terlihat di pesta
> itu,
> > mungkin mereka
> > meratap di balik dinding kamarnya sambil memeluk
> > erat gambar pria yang
> > baru saja menikah itu. Dan pria-pria sakit hati
> itu
> > hanya bisa
> > menggerutu dan menyimpan kecewanya dalam hati
> ketika
> > harus menyalami
> > dan memberi selamat kepada wanita yang harus
> mereka
> > relakan menjadi
> > milik pria lain. 
> > 
> > Apa benar-benar tidak ada yang bersedih di pesta
> > itu? Semula saya
> > mengira yang paling bersedih hanya tukang pembawa
> > piring kotor yang
> > pernah saya ketahui hanya mendapat upah sepuluh
> ribu
> > rupiah plus
> > sepiring makan gratis untuk ratusan piring yang ia
> > angkat. Sepuluh
> > ribu rupiah yang diterima setelah semua tamu
> pulang
> > itu, sungguh tak
> > cukup mengeringkan peluhnya. Sedih, pasti. 
> > 
> > Tak lama kemudian saya benar-benar mendapati orang
> > yang lebih bersedih
> > di pesta itu. Mereka memang tak terlihat ada di
> > pesta, juga tak
> > mengenakan pakaian bagus lengkap dengan dandanan
> > yang tak biasa dari
> > keseharian di hari istimewa itu. Mereka hanya ada
> di
> > bagian belakang
> > dari gedung tempat pesta berlangsung, atau bagian
> > tersembunyi dengan
> > terpal yang menghalangi aktivitas mereka di rumah
> si
> > empunya pesta.
> > Mereka lah para pencuci piring bekas makan para
> tamu
> > terhormat di
> > ruang pesta. 
> > 
> > Bukan, mereka bukan sedih lantaran mendapat
> bayaran
> > yang tak jauh
> > berbeda dengan pembawa piring kotor. Mereka juga
> > tidak sedih hanya
> > karena harus belakangan mendapat jatah makan, itu
> > sudah mereka sadari
> > sejak awal mengambil peran sebagai pencuci piring.
> > Juga bukan karena
> > tak sempat memberikan doa selamat dan keberkahan
> > untuk pasangan
> > pengantin yang berbahagia, meski apa yang mereka
> > kerjakan mungkin
> > lebih bernilai dari doa-doa para tamu yang hadir. 
> > 
> > Air mata mereka keluar setiap kali memandangi nasi
> > yang harus terbuang
> > teramat banyak, juga potongan daging atau makanan
> > lain yang tak habis
> > disantap para tamu. Tak tertahankan sedih mereka
> > saat membayangkan
> > tumpukan makanan sisa itu dan memasukkannya dalam
> > karung untuk
> > kemudian singgah di tempat sampah, sementara
> > anak-anak mereka di rumah
> > sering harus menahan lapar hingga terlelap. 
> > 
> > Andai para tamu itu tak mengambil makanan di luar
> > batas kemampuannya
> > menyantap, andai mereka yang berpakaian bagus di
> > pesta itu tak taati
> > nafsunya untuk mengambil semua yang tersedia
> padahal
> > tak semua bisa
> > masuk dalam perut mereka, mungkin akan ada sisa
> > makanan untuk
> > anak-anak di panti anak yatim tak jauh dari tempat
> > pesta itu. Andai
> > pula mereka mengerti buruknya berbuat mubazir,
> > mungkin ratusan anak
> > yatim dan kaum fakir bisa terundang untuk ikut
> > menikmati hidangan
> > dalam pesta itu. 
> > 
> > Sekadar usul untuk Anda yang akan melaksanakan
> pesta
> > pernikahan, tidak
> > cukup kalimat "Mohon Doa Restu" dan "Selamat
> > Menikmati" yang tertera
> > di dinding pesta, tapi sertakan juga tulisan yang
> > cukup besar "Terima
> > Kasih untuk Tidak Mubazir". Mungkinkah? 
> > 
> > Bayu Gawtama
> > http://gawtama.blogspot.com
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
>
===================================================================
> >         Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli
> > Ikhtiar
> >
>
===================================================================
> > 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> >     [EMAIL PROTECTED]
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection 
=== message truncated ===



                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hjfbsd6/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705019888:TM/Y=YAHOO/EXP=1123523654/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

* http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * 
http://www.sarikata.net/ * 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke