saudara2ku yang hendak menempuh UAS selamat berjuang...
berikan yang terbaik
aq akan selalu mendo'akan kalian
LOVE U COZ ALLAH
Kembali Menata Niat
Kembali bersua dalam kolom e-qolbu, Beningnya hati adalah suksesnya hidup
dunia dan akhirat. Nah, para pembaca yang budiman, Alhamdulillah , e-qolbu saat
ini sudah ikut berkontribusi di dunia maya , internet, yaitu :
<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->[EMAIL PROTECTED]
<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->http: // eqolbu.blog.com
Semoga dengan hadirnya e-qolbu di tengah-tengah pergulatan teknologi
informasi ini mampu memberikan manfaat yang lebih baik bagi kita semua ,
khususnya dalam mempersiapkan bekal sebanyak banyaknya di kehidupan
selanjutnya , yaitu kehidupan Akhirat.
Masih dalam suasana lebaran, tidak ada salahnya kalo kita kembali
menata niat kita untuk terus memperbaiki diri. Setuju kan? Bagi mahasiswa ,
kembali menyemangati diri untuk lebih baik dan serius dalam belajar, apalagi
insya Allah 28 Desember 2005 nanti kita bakalan bersua dengan UAS Semester
ganjil. Dan bagi siapapun, alangkah lebih baik, kalo dari sekarang kita terus
berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup kita, lebih bermanfaat bagi orang
lain. Kunci pertama dalam meningkatkan kualitas hidup kita adalah terus
meluruskan niat kita, apa tujuan hidup kita? Bagaimana cara mencapai tujuan
hidup kita? Apa kontribusi kita untuk masyarakat di sekitar kita? Dan masih
banyak evaluasi diri yang harus kita lakukan dalam upaya memperbaiki
diri
Selamat mengevaluasi diri, be your self!!.
Perjuangan hidup yang kian berat dan panjang adalah salah satu
jalan yang dilalui oleh manusia yang ingin meraih keberhasilan , baik di dunia
dan akhirat. Tidak ada cerita, seseorang berhasil meraih sesuatu tanpa
melakukan usaha sedikitpun. Dan usaha itu pun haruslah usaha yang halal
(diperbolehkan oleh agama), apa untungnya kalo kita berhasil dengan berbuat
curang, berhasil namun dengan menyakiti hati orang lain. Keberhasilan sejati ,
adalah keberhasilan seseorang dalam mencapai keridhoan Allah Subhanahu Wa
Ta'ala dalam setiap langkah dan amalannya. Wah, hebat sekali apabila dalam
setiap langkahnya mendapat keridhoan Allah , maka sekecil dan sebesar apapun
yang didapatkannya , ia selalu merasa bersyukur dengan segala yang dikaruniakan
kepadanya. Sebaliknya, ketika dalam jalan perjuangan ia mengalami musibah dan
cobaan , maka ia akan segera bersabar karena ia yakin bahwa ia sedang diuji
oleh Dzat Yang Maha Penyayang. Kenikmatan, kesenangan, bahkan kesedihan , dan
cobaan menjadikan ia lebih dekat kepada Tuhannya. Itulah pribadi yang
memancarkan keberhasilan yang sejati. Nah, tentunya kita tak akan pernah
mencapai keberhasilan dalam kehidupan kita , kalau kita tidak mengawalinya
dengan kunci pembuka gudang keberhasilan itu, yaitu niat yang tulus (ikhlas).
Orang yang ikhlas dalam hidupnya, bening hatinya, dan sopan tutur katanya ,
akan memberikan kedamaian pada orang-orang di sekitarnya. Walaupun kata orang
dia tidak rupawan, hidungnya tidak begitu mancung, atau dia mengalami
ketidaksempurnaan panca indera, namun orang akan mengenang kebaikannya,
ketulusan hatinya, dan keceriaan wajahnya walaupun dia dianugerahi kekurangan
jasmani . Namun, dibalik itu semua , perlu kita ketahui , Allah tidaklah
memandang hamba-Nya dari jasad, rupa, tampan / cantik, kuat atau lemah, besar
atau kecil, ber-ipk tinggi atau ipk rendah , namun Allah menilai kualitas hidup
hamba-Nya dari ketulusan hatinya dan juga banyaknya amal baik yang
mengiringinya.
Orang yang hatinya bersih akan tercermin dari kerapian dan kebersihan di
lingkungan sekitarnya. Bagi laki-laki, sisirlah rambut sewajarnya , jangan mau
diperbudak mode, malah kita yang jadi susah. Karena berdandan mengikuti mode
akan banyak makan waktu , waktu yang ada lebih baik kita gunakan untuk yang
lebih bermanfaat, membantu orang lain yang kesusahan, belajar bagi para
pelajar, atau kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat. Ketika kita melihat
seorang pemuda dengan rambut ala punk­-nya, tentu dalam hati kita terbersit
sebuah komentar yang menandakan ketidak ngeh-an terhadap pemuda tadi. Nah,
penampilan juga merupakan parameter yang dilihat oleh orang lain. Selamat
kepada pembaca yang ketika orang lain di sekitar Anda merasa aman dari
kejahatan / pikiran yang negatif. Nah, mungkin bagi yang merasa belum, masih
banyak kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Success for you....
Alangkah indahnya hidup, apabila dalam setiap tindak tanduk kita dengan
diiringin ketulusan mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Misalnya, ketika
kita menyampaikan salam , Assalamu'alaikum
, sungguh sejuk , damai, dan
menyenangkan ketika dengan hati yang tulus kita barengi dengan senyuman. Orang
yang kita sapa juga akan merasa damai, dan aman di sekitar kita. Orang yang
berpredikat baik, adalah orang yang memberikan rasa aman dan damai dari
kejahilan tangan dan lisannya kepada orang lain di sekitarnya. Ketika kita
bertemu teman-teman, saudara, dosen, karyawan, satpam, sopir angkutan umum,
penjual nasi , tukang tambal ban , mas-mas yang ada di tempat fotocopy, rental
, tukang parkir, dan siapapun akan merasa damai dengan salam yang kita berikan
pada mereka , dan akan lebih bernilai kalau kita mengawalinya dengan niat yang
tulus (baca : ikhlas). Ikhlas? Kalo kata Fandi dalam cerita Kiamat Sudah Dekat,
adalah "cukuplah karunia Allah berupa iman kepada Allah dan Rasul-Nya
menjadi karunia yang terbesar bagi kita" dan beramal tanpa mengharap pamrih.
Nah, kalo menurut Anda ? seperti apa sih ikhlas itu? Kalo pembaca sudah
mengenal makna tulus ikhlas itu, apakah dalam setiap amalan yang kita lakukan
sudah ikhlas? Atau masih mengharap pamrih ?? Kita renungkan , kita jawab, dan
kita perbaiki , untuk meningkatkan kualitas hidup kita baik di sisi Allah
Subhanahu wa Ta'ala, maupun dalam komunitas sesama manusia.
Dia, Allah Yang Maha Mengetahui dan Mendengar akan selalu memantau, melihat,
dan mendengar perilaku, setiap patah kata dalam setiap ucapan, lirikan mata
dalam setiap pandangan, bahkan dalam hati kita. Segala gerak-gerik hati kita,
berjalan ke arah kebaikan atau kejahatan , selalu bersyukur atau mengingkari
nikmat Allah, bersabar atau selalu mengeluh, ikhlas atau dengan pamrih, Dia
tahu dan Dia mendengar. Sungguh beruntung orang yang senantiasa menyadari bahwa
Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar selalu memantau dan mengawasi
gerak-geriknya. Setiap langkahnya akan penuh dengan sikap merendahkan diri
kepada Penciptanya. sehingga dalam beramal ia akan menjaga dan memelihara
kebersihan niat , kehalalan cara yang dicapai, dan tujuan yang baik yang
nantinya akan mendatangkan keridhoan Allah yang selalu mengawasinya. Dan juga,
ia akan mendapat ketenangan batin yang begitu menyejukkan yang mampu menolak
bisikan kejahatan dari nafsunya dan dari godaan syetan. Sehingga dia terjauh
dari
jurang-jurang kehancuran yang seringkali dipandang indah dan menyenangkan oleh
nafsu syahwat manusia.
Berbeda keadaan dengan orang yang melalaikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Hatinya telah dikuasai oleh nafsu syahwatnya, ucapannya , pandangannya, dan
segala perilakunya akan terus menjauhkan dirinya dari Dzat Yang Maha Pengasih.
Setiap tindak-tanduknya ia sandarkan pada kehendak nafsunya. Termasuk
diantaranya adalah beramal dengan mengharapkan pamrih / balasan / pujian /
sanjungan dari makhluk Allah. Atau sering kita sebut dengan istilah riya' .
Penyakit ini sungguh berbahaya buat kesehatan, khususnya kesehatan hati kita.
Bayangkan saja, kalo setiap amalan yang sudah susah-susah kita lakukan, ucapan
kebaikan yang kita lafadzkan, sedikit atau banyaknya sumbangan amal yang kita
berikan, bahkan senyuman yang kita pancarkan, tidak ada nilainya sama sekali di
sisi Allah hanya gara-gara niatan yang tidak tulus, atau dengan kata lain
mengharap pamrih / balasan atau pujian dari orang lain. Pupus sudah harapan
banyaknya kebaikan yang kita lakukan diterima oleh-Nya kalo kita masih sering
bergantung dan pamrih terhadap selain Dia Yang Maha Membalas segala amalan
kita, baik atau buruk.
Kuliah dengan niat mendapat nilai yang bagus, maka kita akan sekedar
mendapatkan nilai yang bagus. Namun, kuliah kita niatkan sebagai sarana ibadah
kepada Allah , akan memberikan hasil yang lebih besar, mendapat ridho Allah
dalam setiap langkah, dilapangkan rezekinya, dimudahkan dalam menuntut ilmu,
dan ilmu yang diperoleh akan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sungguh
beruntung, orang yang dalam setiap langkahnya senantiasa bernilai ibadah
(mengharap keridhoan-Nya semata), dalam belajarnya , bekerjanya, mengerjakan
tugas, praktikum, kerja praktek, menyusun TA , bersosial ,berorganisasi, dan
kegiatan-kegiatan yang lain. Dan sebaliknya, sungguh merugi, orang yang sudah
bersusah payah dalam suatu amalan, namun ia tidak mendapat apa-apa kecuali
kepayahan dan keletihan, tidak mendapatkan nilai apapun di sisi-Nya. Semoga
kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
Ada sedikit Tips untuk belajar meraih KeIkhlasan :
IKHLAS
I = Iman yang senantiasa ditingkatkan kualitasnya
K = Ketawakkalan kepada Allah atas segala ikhtiar
H = Harap ridho Ilahi semata
L = Lepas semua pandangan makhluk
A = Amal Shalih mengiringi niat
S = Surga Firdaus telah dijanjikan.
Sumber: [EMAIL PROTECTED]
Mencapai ketulusan dalam beramal tidaklah semudah yang kita bayangkan,
tantangan yang harus dihadapi, godaan yang merayu, hawa nafsu yang membayangi,
dan masih banyak lagi perjuangan yang kita lakukan untuk mencapai nilai tulus
ikhlas dalam amalan kita. Berikut ini, ada beberapa tips dalam upaya mencapai
keikhlasan dan keridhoan Allah dan mengobati penyakit riya' dalam setiap amalan
kita.
Pertama, Mengetahui keagungan dan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala ,
nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan penuh perhatian terhadap ke-Esa-an-Nya
sesuai dengan kemampuan. Seperti halnya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Dzat
Yang Maha Berkehendak, manfaat dan madharat adalah dia yang berkehendak. Allah
Maha Melihat dan Mendengar segala ucapan , pandangan, tingkah laku kita baik
yang tampak maupun yang tersirat dalam hati kita.
Kedua, Merenungkan akhir hidup kita, yaitu kematian. Setiap amalan kita akan
ditanya dan dipertanggungjawabkan , sungguh merugi orang-orang yang merasa
amalnya telah banyak , namun tidak disertai keikhlasan, bagaikan fatamorgana.
Bekal apa yang akan kita bawa ke alam kubur? Hartakah? Anak dan istrikah?atau
amalan kita?
Ketiga¸Merenungkan balasan balasan bagi orang-orang yang berlaku kejahatan
, keburukan, dan ketidak ikhlasan dalam amalan. Amal tanpa ikhlas bagaikan
fatamorgana, terlihat sejuk dan menyegarkan , namun pada kenyataannya hampa.
Keempat, Memotivasi diri dalam mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah
bagi orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan dan keikhlasan dalam beramal,
yaitu Surga.
Kelima, Mengetahui dunia dan kefanaannya (sementara) , sehingga kita tidak
menjadi orang yang tenggelam dalam dunia dan lalai akan kehidupan kita setelah
alam dunia, yaitu akhirat.
Keenam, Do'a. Merupakan sarana untuk mengkomunikasikan harapan dan keinginan
kita kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan atas doa dan harapan
kita. Obat ini adalah satu cara yang paling baik di dalam menghancurkan riya' ,
oleh karena itu, janganlah engkau berhenti berdo'a selagi engkau mampu
melakukannya, dan ambillah kesempatan berdo'a dalam waktu-waktu yang
dikabulkan disertai adab berdoa yang baik.
Ketujuh, Rasa khawatir bahwa riya' adalah perusak nilai amal kita.
Kedelapan, Melakukan amal kebaikan yang tidak disaksikan oleh orang lain,
tidak memberitahukannya kepada orang lain kecuali jika dibutuhkan (memberikan
teladan misalnya).
Kesembilan, Bersahabat dengan orang yang tampak dalam pandangan Anda adalah
orang yang senantiasa ikhlas , beramal shalih , dan bertaqwa kepada Allah.
Kesepuluh, Lebih senang dan lebih cinta diingat oleh Allah dibanding diingat
oleh makhluk-Nya.
Kesebelas, Mengetahui cara untuk mengusir godaan dan rayuan syetan yang
selalu membisikkan kejahatan dalam diri kita.
semoga bermanfaat
SPONSORED LINKS
Nation of islam The nation of islam
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "e_qolbu" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.
Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/