Halo sahabat SBI
Hampir saja saya kehilangan jejak. Rupa2nya saya lupa untuk registrasi ulang,
sehingga beberapa waktu (memang saat itu juga ga rajin buka email) terlepas
dari kawanan milis sbi.
Kabar ringan dari semarang mengenai perdagangan burung. Pada tanggal 6 dan 10
Desember 2006, saya dan teman2 iseng-iseng main ke pasar burung dan mencatat
burung2 yang diperdagangkan. Pada tgl 6, berdasarkan pengamatn kami, ada 30an
jenis burung yang ditemukan di pasar karimata. Salah satu diantaranya adalah
elang ular bido juvenil. Saat itu pasar sepi, selain hari Rabu, pengamatn kami
sore hari, sehingga pedagang banyak yang dudah pulang. Hari Minggu tgl 10
Desember kami mencoba melakukan pencatatan ulang di pasar karimata dan pasar
ngaliyan (lebih tepat disebut kios, lebih kecil). Suasana saat itu sangat
ramai. Jumlah yang mampu teramati dan teridentifikasi ada 74 jenis, 5 hanya
dikethui nama pasaran dan 9 lainya tidak teridentifikasi. Saat itu kami tidak
berani membawa buku panduan (gila emangnya), hanya mencatat ciri2 dan
mengingatnya. Itu pun dengan sembunyi2 sambil istirahat minum di warung
angkringan.Yang jumlahnya paling banyak di jual dari ordo ploceidae. Yang
tidak biasa dijual adalah caladi tilik, pelatuk besi, kadalan kembang,
kirik-kirik senja dan sempur hujan rimba. Saat itu juga ada alap-alap sapi.
Nah, kami mencoba pengamatn ulang pada tanggal 14 Januari 2007, ada sedikit
perbedaan jenis yang menarik, diantaranya bubut besar, gagak hutan, tangkar
ongket dan caladi ulam. Seorang pedagang membawa sekitar 6 ekor anakan
srigunting.
Saya agak bingung menyebut sempur hujan rimba. Gambar di Mackinnon sangat
lain dengan gambar di buku A Photograpgic guide
nya Dewi M Prawiradilaga.
Sedang sempur yang saya dapati di pasar karimata sama persis dengan gambar di
buku Bu Dewi, apakah ada yang bisa menjelaskan perbedaan ini?
Sekitar bulan September 2006, saya pernah melihat 2 ekor bangau bluwok
soaring di langit unnes, kemudian terbang ke arah barat. Bebera waktu setelah
itu (atau sebelumnya ya
lupa) pak Baskoro elihat di sekitar mangkang. Nah pada
tanggal 9 Desember, sekitar jam 11.00 saya melihat dua ekor bangau bluwok
soaring di atas kebun binatang mangkang.(saat itu saya sedang berada di dalam
lokasi kebun binatang). Jarak pengamatan sangat dekat, terlihat sangat jelas.
Pada tanggal 5 Januari 2007, saya dan teman2 sempat melihat lagi bangau bluwok
2 ekor soaring di wana wisata Penggaron, malah saat itu barengan dengan elang
ular bido. (di penggaron si dulu sudah pernah ada catatan, di September 2005
juga pernah disinyalir berdasarkan info teman2). Pada tanggal 13 Januari 2006
di Goa Kreo, saya kembali melihat dua ekor bangau (saya dan teman2 berpendapat
itu bangau bluwok) soaring bersama accipiter (unident). Jarak pengamatan agak
jauh. Tidak begitu jelas muka dan kepala. Yang jelas,
bagian leher keatas berwarna putih, kedua sayap hitam dan ekor putih, kedua
kaki menjulur. Apakah ada yang bisa membantu saya untuk mennerangkan perbedaan
bangau bluwok dan bangau sandang lawe saat terbang? Apa ciri khas masing2
bangau tersebut? Pak Baskoro, pernahkah ada catatan bangau bluwok di goa kreo?
Soalnya, jarak Unnes ke Goa Kreo, secara geografis cukup dekat, jalannya aja
yang muter2.
Pas Bas, saat di penggaron kemarin saya gak ketemu sama kadalan kembang,
(tapi ketemu sama yang aneh2, bahkan medheni, yang kami banyak gak tau)
mungkinkah yang di karimata itu penghuni penggaron pada awalnya?hahaha
ga
ngerti lah.Oh ya pak, tanggal 17 Desember 2006 saat ke Sayung, ketemu sama
Pecuk (nurut kami si pecuk padi hitam) pernahkah ada catatan sebelumnya?
Arif, Pelatuk Smg
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.