maturnuwun pak bas. coba besok2 kalo ketemu lagi biar kami pastikan. apakah 
benar bluwok, atau sandang lawe. Pecuknya penghuni tetap tho, weleh...weleh. 
Ndeso, ya maklum, kami pengamat ndeso ngerti barang baru Ngumunan. Bukunya Ibu 
dewi MP yang buatan lipi itu lho pak, kerjasama sama JICA. pakai bahasanya aja 
inggris, jadi kami cuma ngeliatin gambarnya aja, hehehe... 
  ya, lepas hari sabtu besok, coba minta2 koleksinya pak bas buat ajar iden, 
biar ga nDeso.
   
  Nuwun.
  cah ndeso
Karyadi Baskoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Salam

--- nugie nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> ....Saat itu kami tidak berani membawa
> buku panduan (gila emangnya), hanya mencatat ciri2

Ya gak apa-apa bawa fieldguide ke pasar burung. Nanti
sampeyan kan malah jadi selebritis disana.
Paling-paling ditanya nama jenis-jenis yang dijual. Ya
kalo apes ketahuan mendata, paling ya benjol-benjol
dikit lah, hehehee

> Saya agak bingung menyebut sempur hujan rimba.
> Gambar di Mackinnon sangat lain dengan gambar di
> buku A Photograpgic guideĀ… nya Dewi M Prawiradilaga.

Wah tak bisa komentar, saya tak punya buku nya itu
je...

Kalau yang di Mangkang, itu memang Bluwok. Jarak Kebun
Binatang dengan spot Bluwok di lahan basah cuma 1 km.
Sering kok dia terbang hilir mudik Barat - Timur, dan
pasti melewati kawasan BonBin.

Untuk yang di Penggaron dan Kreo, menilik deskripsi,
kemungkinan besar itu Sandang Lawe.

Kalau Bluwok, sangat dominan warna putih. Warna hitam
di tepi sayap baru jelas terlihat saat terbang. Kalau
istirahat warna hitam nyaris tertutup. Makanya ada
yang memberi nama Bangau putih susu...

Kalau Sandang lawe, sangat dominan hitam. Ekor putih
dan lehernya putih seperti wool. Makanya dikasih nama
Woolly-necked Stork.

Sangat jelas bedanya, meski nampak dari jauh. Kalau
Bluwok justru kemungkinan tertipu ident dengan
kelompok Kuntul karena sama-sama dominan putih. Kalau
dengan Sandang lawe, dari jauh sudah jelas warna
dominan hitam.

Tapi bagaimanapun, tambahan catatan ini baik. Semakin
memastikan bahwa kedua jenis Bangau ini "tinggal" di
wilayah Semarang...

Untuk Pecuk padi hitam di Sayung, itu penghuni "hampir
tetap". Biasanya nongkrong di muara sampai belasan
ekor.

Kemarin-kemarin foto2 bangau itu sudah saya posting,
lha sampeyan menghilang sih. Besok aja liat gambarnya
di kandang saya ya...

Kang Bas

__________________________________________________________
Get your own web address. 
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL


         

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

Kirim email ke