Trimakasih kawan-kawan semua, baik yang sudah mengirimkan info maupun 
yang sedang berencana untuk berbagi info juga...hehehe....

untuk menyegarkan kembali berikut adalah rekap info yang telah 
dibagi, semoga bermanfaat untuk kita semua....


Burung-burung di halaman rumah beberapa anggota SBI-info :

sejauh ini di kota ada 9 jenis, dengan burung gereja erasia sebagai 
jenis yang teramati disemua rumah pengamat. Sementara itu di desa ada 
27 jenis, dengan Cabe jawa, Burung madu Sriganti, Pijantung kecil dan 
Cucak kutilang teramati di rumah 2 orang pengamat dari 3 orang 
pengamat.


DI Kota (saat ini) :
Pengamat : Nonie (Depok-Jakarta), Hasto P. Irawan (Jakarta), Irma 
(Bogor)

1.      Burung madu Sriganti (1)
2.      Tekukur biasa (1)
3.      Cucak kutilang (1)
4.      Cinenen kelabu (1)
5.      Burung gereja Erasia (3)
6.      Cekakak sungai (1)
7.      Caladi ulam (1)
8.      Elang migran ?? (1)
9.      Cabe (1)

Di Kota (toempoe doeloe)
Pelapor : Baskoro

1.      Bangau Tong-tong  (Probably)
2.      Jalak Uren

Di Desa :
Pengamat : Putri (Telanai Pura-Jambi), Iqbal (Padang), Jihad ( 
Kaliabang – Bekasi Utara),  

1.      Cabe jawa (2)
2.      Merbah crukcuk (1)
3.      Cekakak sungai (1)
4.      Kareo padi (1)
5.      Pijantung kecil (2) 
6.      Burung madu sriganti (2)
7.      Burung madu kelapa (1)
8.      Kipasan belang (1)
9.      Cinenen kelabu (1)
10.     Wiwik kelabu (1)
11.     Cucak kutilang (2)
12.     Cipoh kacat (1) 
13.     Ayam hutan (1)
14.     layang-layang asia (1)
15.     bentet (1)
16.     caladi ulam (1)
17.     Burung Gereja erasia (1)
18.     Bondol taruk (1)
19.     Bondol jawa (1)
20.     Prenjak jawa / prenjak sayap garis (1)
21.     Walet sapi (1)
22.     Layang-layang biasa (1)
23.     Cabak kota (1)
24.     Kuntul perak (1)
25.     Blekok sawah (1)
26.     Kowak malam (1)
27.     Mandar padi (1)

Di Desa (toempoe doeloe) :
Pelapor : Hasto P.Irawan

1.      Manyar 
2.      Trocokan 
3.      Bondol haji 
4.      Pipit / Bondol jawa 
5.      Kepodang 
6.      Perkutut 
7.      Kedasih 
8.      Burung hantu ?
9.      Gagak 
10.     Elang hitam

Monggo kalau masih ada yang ingin menambahkan....jika ada kesalahan 
mohon di koreksi kembali ya....

nuwun,
ige





--- In [email protected], jihad jiji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ikutan aah..
> kalo di rumahQ, didaerah bekasi utara (kaliabang tepatnya)
> masih terdapat sawah, walaupun cuma sepetak kecil.
> sedangkan pohon besar sudah tidak ada lagi 
> karena telah berganti dengan rumah-rumah tembok
> yang hampir tidak mempunyai halaman yang tersisa untuk
> tumbuhnya pohon (sama kayak bung hasto)
>  
> akan tetapi beberapa jenis burung masih sering terlihat seliweran 
> yang paling banyak tentu saja si burger Passer montanus, 1 atau 2 
individu kutilang Pycnonotus aurigaster saja yang sangat jarang 
terlihat
> (ditangkepin terus buat dikandangin). banyak Lonchura punctulata 
dan Lonchura leucogastroides yang terlihat kalo lagi panen padi
>  
> kemudian Nectarinia jugularis dan Dicaeum trochileum yang masih 
setia hinggap di pohon jambu yang sedang berbunga dan berbenalu. 
Prinia familiaris yang bunyinya juga kadang-
> kadang terdengar di semak2 deket sawah Arachnothera longirostra 
yang kadang-kadang nongol di kebon pisang. Collocalia linchi 
yang sering terlihat terbang ga teratur, Hirundo tahitica yang cuma 
bulan-bulan tertentu doang nongolnya.
> kalo malem yang kadang-kadang nongol and bersuara cuma si 
Caprimulgus affinis doang
>  
> kalo di sawah terkadang masih terlihat Egretta garzetta, Ardeola 
speciosa and Nycticorax nycticorax walaupun jarang. 
> n baru seminggu kemarin nemu Gallirallus striatus yang sedang 
mengendap-endap di kerimbunan kembang tasbih (Canna indica), tapi 
karna ga punya kamera, ga sempet di abadikan dey hiks...(T_T)
> 
> sekian segitu aja dulu yang lagi diinget
> ada yang rumahnya di bekasi juga?
> --- Pada Sel, 8/7/08, Kutilang Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> 
menulis:
> 
> Dari: Kutilang Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>
> Topik: Re: [SBI-InFo] Re: foto rumah
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 8 Juli, 2008, 4:26 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Salam semua.....
> wah kalau setiap satu minggu ada 3 komentar baru.....bagus juga 
nih...kira-kira nanti setelah satu tahun bakalan ada 144 anggota 
milist yang cerita tentang burung yang ada disekitar rumahnya.... ..
> 
> atau jangan-jangan tragedi yang dialami mas Hasto itu juga terjadi 
pada semua anggota milist ya.....? jangan-jangan saat ini burung 
lebih nyaman di kota daripada di desa....atau paling tidak kota yang 
agak di desa (sub urban) kali ya...??..... .walah semengerikan 
inikah ? mendingan ngeri malem-malem dengerin suara "kukuk beluk" 
atau dengerin suara motor dan mobil yang setiap saat melintas.... ?.
> 
> Bang Iqbal....wah. ..nice pick nih....trimakasih. ...disekitar 
rumah bang Iqbal masih ada layang-layang asia, bentet, caladi ulam, 
sama bondol ya..... wuih...asyik bener nih rumahnya.... .
> 
> Bang Ferry...makasih info teknik pemeliharaannya. ...
> 
> mas Hasto trimakasih cerita masa kecilnya.... .bagus banget !!....
> 
> masih ada yang lain ? monggo silahkan terus berbagi..... .
> 
> ige
> 
> 
> 
> 2008/7/5 Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com>:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Sebelomnya gw mo komentar soal foto bango tongtong kang bas, 
kayaknya itu bango di kebun binatang kaleee.. soalnya sekelilingnya 
rumput rapi, seperti bukan habitat bangau:)
>  
> Burung2 yg ada di sekitar rumah?? Oke deh gw mo cerita burung2 di 
sekitar rumah gw (tepatnya rumah ortu gw) di kampung di pinggiran 
sebuah kota kecil di Jateng, secara gw sekarang tinggal di jakarta. 
Rumah kuno dengan delapan kamar yg dulu pernah ditinggali seluruh 
anggota keluarga yg berjumlah 14 orang (bapak-ibu, sembilan anak, dua 
pembantu, dan satu orang adik ibu yg tinggal bersama kami)
>  
> Gw mulai dari burung2 yg kecil yaa..
> Di kebun samping rumah, ada pohon kelapa genjah, di situ banyak 
bergelantungan sarang manyar (Ploceus manyar), yg dibuat dari anyaman 
rumput bulat seperti bola yg tertutup di atas, dengan corong tempat 
keluar masuk yg memanjang ke bawah. Satu pohon kelapa itu biasanya 
ada 4-5 sarang. Trocokan (Pycnonotus goiavier) sesekali singgah, 
tapi tak bersarang di kebun itu. 
>  
> Di halaman depan, ada cemara hias kerdil. Kalau pagi, burung2 
bondol (Lonchura maja) riuh datang dan pergi karena bersarang di 
situ, dengan ketinggian cuma 3 meteran dari tanah. Juga pipit jawa 
(Lonchura leicogastroides). 
>  
> DI pekarangan belakang, yg penuh dgn rumpun bambu dan pepohonan 
buah dan selalu teduh sepanjang siang, dimana juga terdapat kandang2 
sapi dan kerbau, pohon sawo tua raksasa, anak2 seringkali bercanda 
memanggil si kepodang (Oriolus chinensis) yg dalam lidah lokal 
disebut "pudang". Anak2 akan berseru "pudang-pudang utange piro? 
(pudang utangnya berapa?)" Yg segera dijawab oleh si pudang 
dengan "pitungpuluh" (tujuh puluh), karena siulan si kepodang memang 
mirip ucapan "pitungpuluh" he he he...Kreatif juga si anak anak:). 
Seringkali juga, salah satu Kakak saya "mengunduh" anakan perkutut 
dari sarangnya di pucuk2 bambu yg tinggi untuk dilatih bersuara 
bagus, tapi selalu gagal. 
>  
> Ketika lewat tengah hari, suara panggilan kedasih (Cacomantis 
merulinus) dengan nadanya yg memilukan dan menyiratkan kesedihan itu, 
sering terdengar dari pekarangan belakang. Suara panggilannya yg khas 
itu memang bikin ngelangut dan sedih hati yg mendengarnya. itu 
sebabnya orang inggris menamakan si kedasih sebagai plaintive cuckoo 
alias si cuckoo yang sedih-murung (plaintive).
>  
> DI tepi kolam ikan gurame persis di belakang rumah, ada pohon 
nangka besar. pohon nangka itu hanya beberapa meter dari jendela 
kamar biasa aku tidur. Kalo malam, hampir selalu ada suara burung 
hantu (dalam lidah lokal disebut "kokok beluk"), yg bikin suasana 
malam jadi eerie dan sedikit sereem...hiiiiii. Sementara 
itu, dederuk jawa sering bertengger dikala siang di pelepah kelapa 
tinggi menjulang yg tumbuh di ujung timur kolam ikan. Di waktu2 
tertentu yg jarang terjadi, beberapa burung gagak (Corvus 
macrorhynchos) yang nyaris sebesar elang juga berkelepakan di 
pelepahnya, berkaok2 riuh dengan suaranya yg serak dan buruk. Dan 
orang2 tua pun bilang bahwa itu pertanda akan datang berita 
buruk/kematian. 
>  
> Sepelemparan batu dari rumah, di kebun yg luas di sebelah timur 
rumah milik kakekku, dimana terdapat kuburan kuda milik keluarga, ada 
beberapa pokok bayur tinggi menjulang. di waktu2 tertentu yg jarang 
juga terjadi, elang hitam melayang2 rendah nyaris menyentuh pucuk2 
bayur, mengintai ayam2 kampung piaraan penduduk. begitu rendahnya 
sehingga keliatan betapa besar dan gagahnya si elang, begitu 
mayestik, membuat kagum dan terpesona siapa pun yg memandangnya. 
sayapun sering terkesima memandangnya dar bawah. 
>  
> Kalau sudah begitu, biasanya ayam2 akan segera mengeluarkan 
teriakan2 aneh (alarming call) tanda ada bahaya dan segera berlarian 
berlindung ke bawah semak2 begitu terliat kelebat bayangan besar 
melayang di atas pucuk2 pepohonan. induk ayam riuh memanggil anak2nya 
berkumpul. 
>  
> Hmm betapa indahnya hidup di rumah berbagi tempat dengan burung2, 
apalagi burung2 sebesar gagak dan elang... dan kita tak perlu ke 
hutan atau daerah terpencil untuk melihatnya.. .
>  
> TAPIIIII, cerita di atas yg gw tulis itu bukan terjadi sekarang. 
itu semua terjadi waktu gw masih anak SD, puluhan tahun yg lalu, 
hiks! 
>  
> SEKARANG sudah begitu lama sejak terakhir kali burung2 itu hidup 
bersama kami. Puluhan tahun yang lalu mereka sudah lenyap. yg tersisa 
di kampung kami sekarang cuma beberapa burung gereja kurus jelek yg 
sesekali terlihat. bahkan pipit pun yg kecil sulit dijumpai. Apalagi 
gagak dan elang, keduanya sudah menjadi bagian dari sejarah yg tak 
mungkin kembali. Takkan ada keajaiban yg bisa mengembalikan mereka ke 
kampung kami, kecuali kalau ada mesin waktu untuk membawa kami 
kembali ke masa silam yg jauh dan nglangut itu. Hiks!
>  
> Sekarang bahkan jauh lebih mudah menemukan burung di metropolitan 
jakarta dibanding di kampung kami, bahkan trocokan sekalipun susah 
ditemui. padahal di jakarta, ketilang bisa dijumpai dengan mudah. 
>  
> Kebun di samping rumah tempat manyar dulu biasa bersarang, sekarang 
sudah jadi rumah. rumpun2 bambu yg teduh di pekarang belakang sudah 
lenyap, berganti dengan rumah2 yg terbuat dari tembok tapi jelek dan 
tidak estetis, khas negara dunia ketiga yg dishevelled dan rustic. 
Kolam ikan di belakang rumah sudah lama kering karena sumber air dari 
sawah di pinggir desa juga mengering seiring dengan hilangnya sawah. 
pohon nangka itu sudah tua dan mati. pucuk2 bayur berganti dengan 
antena TV dan parabola, sementara hamparan teduh oleh pepohonan di 
bawahnya sekarang sudah tertutup rumah2 sepupu gw. Tak ada lagi 
tempat untuk burung. dan tak ada lagi pohon2. di mana2 tembok dan 
genteng. Kalopun ada pohon, cuma pohon2 jambu ato rambutan cangkokan 
yg rendah dan pendek. burung pun tak mungkin mau bersarang di situ.
>  
> Sementara itu, jauh di pinggiran desa, sawah2 yg dulu hijau sudah 
jadi kompleks perumahan kelas bawah. Tak seperti kompleks perumahan 
mewah di jakarta yg biasanya menyisakan jalur untuk ditanami 
pohon di pinggiran jalan2nya, di kompleks perumahan kelas 
bawah kampung kami tak ada tempat tersisa untuk menanam pohon. 
>  
> Kalopun ada pohon, pohon2 itu selalu tumbuh kurus-kerdil dan jelek, 
dengan daun2 yg tumbuh jauh lebih kecil dari yg seharusnya karena 
kekurangan nutrisi. warnanya pun kusam pucat. Sebabnya, tanah tempat 
mereka tumbuh dulunya adalah bekas sawah, yg sudah 
berabad2 "dieksploitasi", sehingga sudah kehabisan unsur haranya. Tak 
seperti di jakarta, dimana pohon2 cenderung tumbuh besar dan subur 
meskipun akar2 mereka terkungkung, kepentok sana-sini oleh pondasi 
jalan, pondasi bangunan, terpotong oleh proyek selokan dan got, 
karena tanahnya bukan bekas sawah. Dan burung2 justru lebih banyak 
di metropolitan jakarta ketimbang di kampung kami. Sebuah ironi???? 
Mungkin.
>  
> Anak2 yg sekarang tumbuh di kampung kami tak lagi bisa bercanda 
dengan kepodang, mengunduh sarang bondol dari pohon untuk diberi 
makan anaknya yg masih cindil (walo biasanya akhirnya mati karena 
kurang gizi lantaran cuma dikasih makan tepung beras dicampur air), 
atau melihat gagak dan gagahnya elang. Sekarang anak2 itu cuma bisa 
dengar cerita tentang mereka, atau melihat gambar-gambar mereka di 
buku cerita dan televisi. Hiks.
>  
> Hasto P. Irawan
> 
>  
> 
> 
>  
>  
> --- On Wed, 7/2/08, Kutilang Indonesia <kutilang.indonesia@ 
gmail.com> wrote:
> 
> From: Kutilang Indonesia <kutilang.indonesia@ gmail.com>
> 
> Subject: Re: [SBI-InFo] Re: foto rumah
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Cc: kadangkukila@ yahoogroups. com
> Date: Wednesday, July 2, 2008, 9:53 AM
> 
> 
> 
> 
> Setelah hampir lebih dari satu minggu ternyata baru 3 orang yang 
punya cerita tentang burung disekitar rumah, Kang Dwi malah nyaranin 
riset....bagus juga nih temanya....trimakas ih ya buat kawan-kawan 
yang sudah berbagi cerita....
> 
> 
> buat Nonie...itu rumah di jakarte' ye ? buat mbak Wulan...wah pasti 
mess nya di deket hutan ya....?
> 
> nah, menarik ini dari pak Bas...bayangin kalau jaman dulu, dimana 
bangau tong-tong sama (mungkin) jalak uren berkeliaran disekitar 
rumah ini dapat terulang kembali sekarang.... .kelihatan kan dari 
jenis-jenis yang sekarang berkeliaran disekitar rumah, adalah jenis 
yang kecil-kecil. ...apa mengkeret ya ? karna global warming ? 
halah...wagu. ....hipotesanya. ...!!
> 
> monggo-monggo dilanjut kalau masih ada yang mau urun cerita dan 
foto pastinya....
> 
> trimankasih. ...
> ige
> 
> 
> 
> 
> 2008/6/25 Kang Bas <[EMAIL PROTECTED] com>:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Sampurasun.. .
> 
> Ada Pak Lik... Tapi foto jadul (lagi) ki, piye? Laku nggak? Tapi 
lumayan untuk referensi to, bahwa jaman dulu sangat biasa bagi burung 
untuk berkeliaran di rumah orang.
> 
> Tidak terbayang bagaimana dahsyatnya jaman dulu, si mbah botak 
Tongtong sangat umum jalan2 di halaman rumah, di Jakarta lho, dulu 
tapi.... Kalau jaman sekarang mimpi kali yee...
> 
> Yang foto baru.... bongkar-bongkar gudang dulu ya Pak Lik...
> 
> Kang Bas
> --- On Wed, 6/25/08, Yayasan Kutilang Indonesia <kutilangindonesia@ 
yahoo.com> wrote:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> request for help nih.....
> ada yang punya rumah dan disekitarnya masih bisa kita temui 
burung ? misalnya kutilang atau jenis yang lain.....
> 
> nah, kalau ada yang punya rumah dan masih ada burung disekitar 
rumah nya, tolong di kirim foto nya lewat milist ini ya....syukur 
bisa kelihatan landscape rumahnya....
> 
> trims ya....
> ige
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
______________________________________________________________________
_____
> Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
> Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
> http://id.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke