Selamat! aktivitas birdwatching ada di Kompas ya.... semoga kegiatan di daerah lain menyusul ya masuk media biar tambah semangat dan getol, dan tercium banyak orang Good jobs Kang Bas:)
2009/3/14 arman anang <[email protected]> > Mengamati Burung, Melestarikan Lingkungan > Sabtu, 14 Maret 2009 | 06:45 WIB > > http://regional.kompas.com/read/xml/2009/03/14/06455243/mengamati.burung.melestarikan.lingkungan.. > > KOMPAS.com - Pelestarian lingkungan dapat dimanifestasikan dalam > berbagai bentuk, salah satunya adalah kegiatan pengamatan burung di alam > bebas. Selain memberikan kenikmatan tersendiri, kegiatan ini juga > dianggap edukatif. Lalu, apa menariknya? > > Bagi para pegiat pengamatan burung (bird watching), kegiatan tersebut > menarik karena memiliki berbagai dimensi manfaat baik bagi manusia > maupun untuk lingkungan sendiri. Menyenangi burung bukan berarti harus > ditangkap dan dipelihara, tetapi justru membiarkan mereka hidup di alam > bebas. > > "Kami dapat menikmati keindahan dan keunikan burung dari ciri fisiknya > hingga suaranya, tanpa harus menangkapnya. Bedanya dengan berburu, kami > membidik mereka dengan teropong bukan dengan senjata," kata Karyadi > Baskoro, koordinator Semarang Bird Community (SBC), ketika sedang > mengamati migrasi burung pemangsa di Hutan Wisata Penggaron Kabupaten > Semarang, Jumat (13/3). > > SBC adalah komunitas pelestari burung yang beranggotakan sekitar 60 > orang dari berbagai elemen baik organisasi maupun perorangan. Dari > tanggal 7-15 Maret ini, SBC mengadakan program acara migration festival > 2009 atau festival migrasi burung pemangsa (raptor) yang melintasi > Semarang, tepatnya di Hutan Wisata Penggaron. > > Dengan mengamati burung, para anggota SBC bisa mengetahui berbagai > karakter burung, manfaat burung bagi alam, dan mendata berbagai jenis > spesies yang terdapat di alam bebas. Proses edukasi ini membuat seorang > pengamat semakin menghargai lingkungannya. > > Dalam sebuah pengamatan, para anggota SBC berbagi peran. Ada yang > mengamati dengan teropong, menghitung jumlah dan mengidentifikasi > spesies burung, dan mendokumentasikan hasil identifikasi tersebut. > > Menurut Baskoro, hal yang paling menarik dari pengamatan burung adalah > proses pencariannya. Kepuasan tersebut terdapat ketika sang pengamat > menemukan obyek yang diburu . > > "Terdapat berbagai macam bentuk pengamat, dari yang senang mengamati > berbagai jenis burung hingga pengamat yang memburu burung-burung jenis > tertentu yang langka. Pemburu burung-burung langka ini rela pergi ke > berbagai negara agar bisa mengamati burung tersebut. Mereka seperti > kecanduan," kata pengajar di Jurusan Biologi Undip ini. > > Tak heran, jika para anggota SBC juga bepergian ke berbagai tempat, > seperti Jepara, Blora, Kendal, dan Kedung Ombo, demi mendapatkan > kepuasan dari kegiatan bird watching. > > Ketua Pelaksana Migfest 2009 Muhammad Nurhasyim menuturkan, festival > migrasi diadakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai > fenomena migrasi burung. "Selain itu, kami ingin mengenalkan hutan > wisata Penggaron sebagai salah satu tempat ekowisata," kata mahasiswa > Pencinta Alam Biologi Undip Haliaster ini. > > Hutan Wisata Penggaron merupakan salah satu lokasi di Indonesia yang > berciri bottle neck flyway (penggabungan jalur migrasi burung), sehingga > menjadi tempat yang strategis untuk mengamati perpindahan burung. > > Selain mengamati migrasi burung raptor, rangkaian kegiatan Migfest 2009 > sendiri terdiri atas, pelatihan identifikasi dan pembuatan data migrasi, > pendidikan lingkungan hidup, publikasi dan kampanye konservasi > lingkungan hidup, dan lomba menggambar. > > "Kebanyakan pesertanya mulai dari anak yang bersekolah di TK hingga > kelas 6 SD. Hal ini karena kami ingin memperkenalkan dunia konservasi > lingkungan melalui burung sejak dini," kata Hasyim. > > -- Irma Dana http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis] http://www.friendster.com/dawala
