Daging punai memang amat digemari di daerah ini. Sejak dahulu orang sudah 
sering memburu dan mengkonsumsinya. Cara mendapatkannya terutama dengan diburu 
menggunakan senapan angin dan dipulut (ditangkap menggunakan getah pulut, getah 
dari sejenis pohon).
Harga perekor sesampainya di kota Ketapang adalah Rp.6 - 7 ribu rupiah. Selain 
punai, yang agak jarang/susah didapat adalah burung pergam. Burung ini juga 
sering diperdagangkan untuk dikonsumsi. Harganya 2 kali lebih mahal dari punai 
karena ukurannya lebih besar dari punai.
Dari salah satu pemilik warung sembako, tempat punai-punai dijual, diperoleh 
keterangan bahwa dalam sehari mereka biasanya mendapat pasokan burung punai 
hidup dari warga kampung antara 10 - 30 ekor. Biasanya para penangkap punai 
menangkap pada pagi hari, saat burung punai mulai bangun dan turun ke 
parit-parit di pinggiran pantai.
Penjualan punai di daerah Siduk, kabupaten Ketapang (Kal-Bar) ini sudah 
berjalan bertahun-tahun.



      

Kirim email ke