Prihatin bangget ya? ada yang tau kah perkiraan populasi di alamnya?

Yoki

2009/3/24 Yan Sukanda <[email protected]>:
> Daging punai memang amat digemari di daerah ini. Sejak dahulu orang sudah
> sering memburu dan mengkonsumsinya. Cara mendapatkannya terutama dengan
> diburu menggunakan senapan angin dan dipulut (ditangkap menggunakan getah
> pulut, getah dari sejenis pohon).
> Harga perekor sesampainya di kota Ketapang adalah Rp.6 - 7 ribu rupiah.
> Selain punai, yang agak jarang/susah didapat adalah burung pergam. Burung
> ini juga sering diperdagangkan untuk dikonsumsi. Harganya 2 kali lebih mahal
> dari punai karena ukurannya lebih besar dari punai.
> Dari salah satu pemilik warung sembako, tempat punai-punai dijual, diperoleh
> keterangan bahwa dalam sehari mereka biasanya mendapat pasokan burung punai
> hidup dari warga kampung antara 10 - 30 ekor. Biasanya para penangkap punai
> menangkap pada pagi hari, saat burung punai mulai bangun dan turun ke
> parit-parit di pinggiran pantai.
> Penjualan punai di daerah Siduk, kabupaten Ketapang (Kal-Bar) ini sudah
> berjalan bertahun-tahun.
>
> 



-- 
-----
Y. Hadiprakarsa (Yoki)

Kirim email ke