Hello Fatahsyeih ,

Menarik juga agama anda itu yg demikian detalnya menjabarkan semua yg
perlu n yg tdk perlu.

Saya mau menarik perhatian anda:
Anda cona satu hari jalan2 ke cibinong,didepan pabrik semen yg lagi
gebul berdebu mengeluarkan deebu dai tanah, lalu anda tdk pake baju,
satu ketek anda cukur bulunya abis, yglain anda biarkan gondong dg
maksud utk membandingkan hasilnya nanti.
setelah cukup lama berkeringan n menempelnya debu yg cukup tebal dikedua
ketek, anda biarkan sampai soreh dan mengering sehingga keras. lalu anda
coba bersihkan, maka hasilnya yg ada bulunya akan lebih gampang
dibersihkan diabnding yg kelimis.
kenapa demikian, karena sang bulu ada minyaknya ketika panas, dan
meskipiun berkeringat, karena ada minyaknya, maka debu tdk menempel dg
baik pada bulu, n terutama pada kulit di lapisan persendian tangan yg
namanya ketek tersebut.
Debu yg menempel diketek tanpa bulu akirnya bersatu dg kulit di ketek n
menjadi keras sehingga sukar dibersihkan, n menjadikannya luka.

So, Ketika Tuhan menciptakan manusia, kelihatannya betapa sdh
diperhitungkan akan meraja lelanya manusia sesuai dg instruksinya utk
berkembang biaklah dan kuasailah alam semesta ciptaan Saya tersebut.
Ia tdk pernah berpikir bahwa sang manusia yg diciptakan segambar dg Dia
itu juga mempunyai akal budi dan kecerdasan yg dlm sejarah perkembangan
manusia pernah mau naik kelangit dan lebih dekat dg Tuhan n agar sama dg
Tuhan (menara Babil),pada akirnya punya rasa malu dan mengembangkan
pakaian yg nyaman utkdipakai nya, bahakan membuat udara segar yg kita
kenal sebagai air conditioner yg kini bahakan dilengkapi dg tukang sapu
n pemuat ion didalamnya agar udara selalu bersih n segar.
Dlm ciptaanNya ini tentu saja harus dilengkapi dgberbagai sarana agar
sang manusia bisa menjalani kehidupandg baik dan tdk merusak dirinya
sebagai akibat dari daya alam yg ada.
Bulu kemaluan misalnya pada wanita menutupi semua jalan masuk agar dg
demikian debu, n kuman bisa dilewatkan dan tak mengganggu bagian organ
reproduksi ini, dimana pada pria bulu ygada begitu menutupi kantung
scrotum agar dg demikian radiasi sinar matahari, radiasi sinar kosmis
tdk sampai merusak kandungantestis yg merupakan jazad renik (sperma) yg
tentu saja rawan terhadap radiasi yg keras/kuat.

Nah kalau menurut anda bahwa bulu2 tersebut sdhtdk berguna lagi n perlu
anda cukur habis, mungkin bagi anda benar, tetapi tdk berlaku umu,
karena bagi pekerja tambang, bulu masih diperlukan (ilustrasi diatas),
penyelam, dlsbnya, masing masing mempunyai kebutuhandan kebiasaan hidup
yg berbeda dg kondisi alam juga berbeda, sehingga tdk bisa dikatakan
bantai saja bulunya,toh sdh tdk dibutuhkan lagi, sdh ada pakaian.
tetapi tau kah anda kalau pakaian juga bisa menimbulkaniritasi kulit
kalau sangbulu ndak ada ditempatnya?? ini hanya salah satau saja,
sebaliknya kalau bulu yg tdk terawat, jugamenjadikan bersarangnya kutu
bulu kemaluan,kutu bulu ketek dlbsnya.
Jadi naturaly, disediakan, dibutuhkan perlu dirawat.
demkian, semoga bermanfaat,
Wassallam,





Fatahsyeih wrote:

>Sebenarnya awal dari rasa penasaran adalah doktrin agama saya yang menganjurkan untuk mencabut rambut ketiak dan memotong rambut kemaluan untuk menjaga kebersihan. Anjuran untuk bulu ketiak adalah dicabut dan anjuran untuk bulu kemaluan adalah dipotong. (ada lagi anjuran tambahan untuk kumis adalah dicukur). ketiga bahasa ini saya pahami menjadi "menghabisi bulu yang ada". Sedangkan untuk rambut kepala,alis dan kelopak mata tidak ada anjuran sama sekali untuk dihabisi.
>
>  Kesimpulan saya, (berdasarkan asas : "Semua doktrin agama yang ada, adalah untuk kemaslahatan manusia dan sama sekali bukan untuk kemaslahatan Tuhan") Untuk kelompok rambut pertama (ketiak dan kemaluan) kalau memang berguna untuk tubuh kita, mengapa di anjurkan untuk di habisi? Berarti memang rambut-rambut ini tidak ada fungsinya dari segi kesehatan.
>  
>  Untuk kelompok rambut kedua (kepala,alis dan kelopak mata) sangat jelas sekali fungsinya dan bahkan mungkin sangat urgent. Oleh karena itu tidak ada anjuran untuk menghabisi (dan bahkan ada larangan untuk itu).
>  
>  Dan berdasar asas : "Semua doktrin agama yang ada tidak bertentangan dengan fakta ilmiyah" maka saya bertanya kepada ahli-ahli yang kompeten dibidangnya. Dan Untuk jawaban I Made Cock Wirawan sudah mendekati ke kesimpulan saya, walaupun tidak secara detail. Untuk jawaban Bp. Donny Hosea sebagian jawaban juga senada dengan kesimpulan saya (khusus untuk rambut kepala dan kelopak mata) tapi untuk rambut ketiak dan kemaluan, saya masih berseberangan dengan Bp.Donny.
>  
>  Pertanyaan susulan....
>  1. Kalau fungsi rambut itu hanya untuk menjaga kelembaban daerah kemaluan, berarti rambut itu sekarang tidak berfungsi kan? Karena sudah diganti dengan fungsi celana.
>  2. Kalau fungsi rambut untuk rangsangan seksual, apakah ada fungsi lain (yang bisa di buktikan secara ilmiyah)?
>  
>  Makasih...

>
>  imho,
>
>rambut tersebut fungsinya sebagai penjaga kelembaban daerah
>kemaluan...manusia diciptakan Tuhan khan tidak menggunakan pakaian,
>jadi untuk menjaga kelembaban di daerah kemaluan, Tuhan menumbuhkan
>rambut disana...tetapi karena manusia pintar dan menciptakan pakaian
>yang bagus bagus, maka fungsi rambut itu pun sedikit berkurang...jadi
>tidak masalah bila rambut itu 'dihabisi'...
>--
>I Made Cock Wirawan
>
>  
>  "Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Hello Fatahsyeih ,
>
>1. Kalau anda perhatikan tubuh anda, maka utk setiap tempat yg rawan dan
>perlu dilindungi maka akan tumbuh rambut/bulu ditempat tersebut.
>Contohnya, kepala, perlu dijaga, tdk terbentur, pecah, dan sangat rawan
>di ubun2, dimana tumbuh rambut paling tebal disana ketika masih bayi.
>Mata, ada rambut, diatasnya,ada bulu mata agar debu, cairan, atau benda
>asing tdk dg mudah singgah dlm mata.
>
>Ketika belum menggunakan baju, kemungkinan besar, seluruh tubuh
>ditumbuhi bulu yg lebih jarang, dan ditempat rawan ditumbuhi bulu yg
>lebih lebat dan menutupi tempat tersebut.
>Dg pertumbuhan manusia, perubahan jaman dan evolusi manusia, maka
>tersisa yg paling penting yg menjga bagian 2 rawan tersebut dg bulu.
>
>2. Sebenarnya jumlah bulu, tumbuhnya dimana, dan bentuk bulu merupakan
>finger print atau ciri khas masing2 manusia yg berbeda satu sama
>lainnya, hanya saja sidik jari, merupakan hal yg cukup terlihat, tanpa
>menyinggung ke pornoan, dan dg segera bisa diambil gambarnya hanya sg
>meggunakan tinta, pada hala faktor2 lainnya seperti banyaknya bulu,
>lokasi bulu, juga bisa menunjukan data org tersebut.
>
>3. Bulu adalah produk yg disamping berguna seperti yg disebutkan diatas,
>juga merupakan identifikasi sex yg mempunyai pengaggum tersendiri;
>misalnya anda dan istri/suami anda mengenal anda dan menjadi tertarik
>secra seksual, atau terangsang secara seksual karena citra bulu anda yg
>misalnya hanya ada pada daerah tertentu, bentuk dan jumlahnya tertentu juga.
>
>So, dibersihkan, di sampoin dan dirapikan bisa membantu anda utk merawat
>jumlah bulu dan keberadaannya.
>
>Semoga bermanfaat,
>Wassallam,
>
>
>
>
>
>Fatahsyeih wrote:
>

>
>>Bapak Dokter.... Apasih rahasia dibalik tumbuhnya rambut diketiak dan kemaluan. Terus terang saja aku nggak kurang suka terhadap rambut-rambut itu, sampai-sampai aku beli obat untuk menghambat pertumbuhanya. Apa dampak negatifnya jika saya tetap memakai obat itu. Dengan kalimat lain, apa sih kegunaan rambut-rambut itu buat tubuh kita?
>> Makasih......
>>
>>
>>

--

   "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke