Hello Fatahsyeih ,

Sangat banyak produk yg melengkapi tubuh manusia yg pengaturan
pertumbuhan, perbaikan dan pembaharuan diatur oleh tubuh itu sendiri, yg
a/l oleh hormon.
Inilah yg menyebabkan kenapa payudara gadis membesar ketika organ
seksualnya mulai dibentuk utk siap, aatau ada jangkun dan bulu disekitar
mulut, dada dan pipi menyambung kedagu.
Kelihatannya produk dg jenis kelamin pria, disiapkan utk melakukan
petualangan dan utk itu produk perlindungan yg berbentuk rambut ini juga
diadakan bagi pria mulai sejak pembentukan growth hormonnya mencapai
puncak pembentukan (12-30 thn kurang lebih), sementara perempuan
dipersiapkan utk memlki tubuh yg baik, halus, lemah gemualai tetapi
tahan terhadap berbagai serangan terhadap antibodynya.
Hal ini mungkin disebabkan karena lelaki tdk mungkin mengandung, karena
sejak dlm kandungan pun, pemisahan struktur seksual organnya sdh
membentuk agar dia menghasilkan sperma dan bukan cell telur, sedangkan
perempuan, akan mengandung, n oleh karena itu sang tubuh perlu lebih
soft, halus, baik, tetapi kuat terhadap berbagai serangan dari luar
seperti bacteria, virus,dlsbnya, dg demikian, maka hasil kandungannya
akan sukses dan unsur "berkembang biaklah kamu memenuhi isi bumi ini"
bisa tergenapi.

Rambut atau bulu merupakan salah satu produk yg diperankan oleh hormon
utk pembentukannya, pergantian, bertambah panjang atau panjang tertentu
n bertambahnya.
Coba anda bayangkan kalau bulu di ketek n di kemaluan ayaknya seperti
bulu dikepala yg ndak kenal lelah utk terus tumbuh panjang n panjaaaaang
sampai ke bawah lantai?????????
Demikian juga dg bulu2 dihidung, alis,mata semuanya sama dg rambut??????
Apa yg terjadi? anda berubah jadi utan bulu yg semua bulunya termasuk
bulu badannya panjang222 mengelilingi tubuh anda????
Sekali lagi kita sadar bahwa Tuhan ndak asal mencipta dan manusia adalah
produk ciptaanNya yg paling canggih, karena dari sisi bulu aja kita sdh
bisa belajar banyak ??

Saya ndak anti utk dicukur,di potong,n sejak semula saya hnay katakan
bahwa propertiitu menjadi hak masing2utk mengurusnya,baikhanya
dikeramas/dicuci bersih2,dirawat dg lotion, atau dipangkas berkala,
tetapi tdk ada rumusan baku yg harus berlaku bagi semua org.
Utk itulah produk ini menjadi unique dan bisa sebgai pengganti
fingerprint bagimasing2 org.
Coba kalau hal ini menjadi hal biasa, maka penemuan mayatmisalnya
dikaitkan dg dna, potongan rambut,potongangigi, jumlah/ banyaknya bulu
di bawah,diketiak, didada, kan semuanya jadi finger print yg menjelaskan
siapakah dia???

Btw, pertanyaan anda adalah:

1. Mana yang lebih baik (secara kesehatan), membiarkan "rambut" itu tetap eksis  ataukah menggantinya secara kontinyu dalam masa tertentu.

Sangat tergantung anda sendiri, mau diapakan sangbulu itu, karena kalau
dibiarkan eksis pun akan ada masanya di berguguran (ndak kayak flamboyan
dlm lagunya Bimbo), dan diganti dg yg baru.

2. Apakah masa 40 hari itu ukuran ideal untuk mencukur "rambut" ataukah ada jarak masa lain yang lebih baik secara medis?

Biasanya keperluan dicukur secara medis adalah
Bila hendak melahirkan (agar tdk mengganggu sang janin dg berbagai kuman
bila jarang dibersihkan dan sangat amat mengganggu jalan kelahiran)
Bila diadakan operasi, agar daerah sekitar yg akan dipotong cukup baik
gampang disteril dan tdk menggaggu proses penjahitan.
Bila ada kutu luka atau kendala yg membutuhkan perawatan n sang bulu
ikut berperan (misalnya kutu kemaluan hidupnya di bulu, kalau bulunya
gundul ya otomatis dia bisa pindah (migrasi atau mungkin transmigran??)
ketempat lain, dan akirnya mati karena tempat lain ndakdisekap kayak di
sono.
Bila ada iritasi, luka atau hal yg mengganggu kalau ada bulu menutupi
permukaan.
Bila dibuat hiasan, kayak di sex n thecity,dijuluki high way to heven
dimana bulu dicukur berbentuk memanjang dari ujung bawah ke atas, atau
butterfly in love dlsb.

3. Berdasar asas "Perbedaan pemakaian istilah bahasa dalam agama mengandung fungsi/rahasia yang berbeda", apakah Bp. Donny memandang ada perbedaan pengaruh ke fisik antara bulu ketiak sebaiknya dicabut, bulu kemaluan sebaiknya dipotong dan kumis yang dianjurkan untuk dicukur?

Saya pikir alasannya sederhana kok, kalau bulu kemaluan dicabut, rasanya
ajubile, sedangkan bulu ketek masih tertahankan.
kumis n jenggot, ada juga yg cabut dg perangkat pinset atau besi yg
dibuat dari bekas pengaman peti kayu yg cukup fleksibel.
Mungkin saja org dulu juga mengalami pengalaman sepeti itu, jadi dibaut
juklak yg tentu saja agar bisa diikuti dg nyaman; kalau juklaknya
menjebak, tentu berakibat juglak2 yg lainnya ndak digubris org pula.
jadi ini soal rasa saya pikir, dan kembali tergantung ybs bagaimana
merawatnya.


Semoga bermanfaat


Fatahsyeih wrote:

>Pemaparan Bapak Donny yang meyakinkan, membuat aku berpikir 3 hari dulu untuk kemudian menjawabnya. Selidik punya selidik, memang ada ajaran untuk mencukur bulu-bulu kelompok kedua (kemaluan dan ketiak). Tapi ada point yang terlupakan. Anjuran ini punya jeda masa tersendiri. Bukanya harus  memotongnya setiap hari, akan tetapi dipotong dalam masa 40 hari.
>  
>  Disini barangkali, kita temukan titik temu dengan pendapat Bp. Donny. Berangkat dari kesimpulan "Bulu-bulu itu tidak berfungsi dan harus di habisi", saya berpindah pada kesimpulan "Bulu-bulu itu mempunyai fungsi dan harus selalu di perbarui setelah 40 hari". Layaknya sebuah mesin yang membutuhkan onderdil baru untuk menggantikan yang usang.
>  
>  Tidak mungkin kita menggunakan satu sapu selamanya. Suatu saat, niscaya bulu sapu itu akan berkurang optimalisasi fungsinya. Dengan kita membeli sapu yang baru peran sapu yang usang akan tergantikan. Kurang lebih, itu analogi saya.
>  
>  Pertanyaan penutup untuk masalah rambut:
>  1. Mana yang lebih baik (secara kesehatan), membiarkan "rambut" itu tetap eksis  ataukah menggantinya secara kontinyu dalam masa tertentu.
>  2. Apakah masa 40 hari itu ukuran ideal untuk mencukur "rambut" ataukah ada jarak masa lain yang lebih baik secara medis?
>  3. Berdasar asas "Perbedaan pemakaian istilah bahasa dalam agama mengandung fungsi/rahasia yang berbeda", apakah Bp. Donny memandang ada perbedaan pengaruh ke fisik antara bulu ketiak sebaiknya dicabut, bulu kemaluan sebaiknya dipotong dan kumis yang dianjurkan untuk dicukur?
>  Terimaksih sebelumnya...
>
>"Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Hello Fatahsyeih ,
>
>Menarik juga agama anda itu yg demikian detalnya menjabarkan semua yg
>perlu n yg tdk perlu.
>
>Saya mau menarik perhatian anda:
>Anda cona satu hari jalan2 ke cibinong,didepan pabrik semen yg lagi
>gebul berdebu mengeluarkan deebu dai tanah, lalu anda tdk pake baju,
>satu ketek anda cukur bulunya abis, yglain anda biarkan gondong dg
>maksud utk membandingkan hasilnya nanti.
>setelah cukup lama berkeringan n menempelnya debu yg cukup tebal dikedua
>ketek, anda biarkan sampai soreh dan mengering sehingga keras. lalu anda
>coba bersihkan, maka hasilnya yg ada bulunya akan lebih gampang
>dibersihkan diabnding yg kelimis.
>kenapa demikian, karena sang bulu ada minyaknya ketika panas, dan
>meskipiun berkeringat, karena ada minyaknya, maka debu tdk menempel dg
>baik pada bulu, n terutama pada kulit di lapisan persendian tangan yg
>namanya ketek tersebut.
>Debu yg menempel diketek tanpa bulu akirnya bersatu dg kulit di ketek n
>menjadi keras sehingga sukar dibersihkan, n menjadikannya luka.
>
>So, Ketika Tuhan menciptakan manusia, kelihatannya betapa sdh
>diperhitungkan akan meraja lelanya manusia sesuai dg instruksinya utk
>berkembang biaklah dan kuasailah alam semesta ciptaan Saya tersebut.
>Ia tdk pernah berpikir bahwa sang manusia yg diciptakan segambar dg Dia
>itu juga mempunyai akal budi dan kecerdasan yg dlm sejarah perkembangan
>manusia pernah mau naik kelangit dan lebih dekat dg Tuhan n agar sama dg
>Tuhan (menara Babil),pada akirnya punya rasa malu dan mengembangkan
>pakaian yg nyaman utkdipakai nya, bahakan membuat udara segar yg kita
>kenal sebagai air conditioner yg kini bahakan dilengkapi dg tukang sapu
>n pemuat ion didalamnya agar udara selalu bersih n segar.
>Dlm ciptaanNya ini tentu saja harus dilengkapi dgberbagai sarana agar
>sang manusia bisa menjalani kehidupandg baik dan tdk merusak dirinya
>sebagai akibat dari daya alam yg ada.
>Bulu kemaluan misalnya pada wanita menutupi semua jalan masuk agar dg
>demikian debu, n kuman bisa dilewatkan dan tak mengganggu bagian organ
>reproduksi ini, dimana pada pria bulu ygada begitu menutupi kantung
>scrotum agar dg demikian radiasi sinar matahari, radiasi sinar kosmis
>tdk sampai merusak kandungantestis yg merupakan jazad renik (sperma) yg
>tentu saja rawan terhadap radiasi yg keras/kuat.
>
>Nah kalau menurut anda bahwa bulu2 tersebut sdhtdk berguna lagi n perlu
>anda cukur habis, mungkin bagi anda benar, tetapi tdk berlaku umu,
>karena bagi pekerja tambang, bulu masih diperlukan (ilustrasi diatas),
>penyelam, dlsbnya, masing masing mempunyai kebutuhandan kebiasaan hidup
>yg berbeda dg kondisi alam juga berbeda, sehingga tdk bisa dikatakan
>bantai saja bulunya,toh sdh tdk dibutuhkan lagi, sdh ada pakaian.
>tetapi tau kah anda kalau pakaian juga bisa menimbulkaniritasi kulit
>kalau sangbulu ndak ada ditempatnya?? ini hanya salah satau saja,
>sebaliknya kalau bulu yg tdk terawat, jugamenjadikan bersarangnya kutu
>bulu kemaluan,kutu bulu ketek dlbsnya.
>Jadi naturaly, disediakan, dibutuhkan perlu dirawat.
>demkian, semoga bermanfaat,
>Wassallam,
>
>
>
>
>
>Fatahsyeih wrote:
>

>
>>Sebenarnya awal dari rasa penasaran adalah doktrin agama saya yang menganjurkan untuk mencabut rambut ketiak dan memotong rambut kemaluan untuk menjaga kebersihan. Anjuran untuk bulu ketiak adalah dicabut dan anjuran untuk bulu kemaluan adalah dipotong. (ada lagi anjuran tambahan untuk kumis adalah dicukur). ketiga bahasa ini saya pahami menjadi "menghabisi bulu yang ada". Sedangkan untuk rambut kepala,alis dan kelopak mata tidak ada anjuran sama sekali untuk dihabisi.
>>
>> Kesimpulan saya, (berdasarkan asas : "Semua doktrin agama yang ada, adalah untuk kemaslahatan manusia dan sama sekali bukan untuk kemaslahatan Tuhan") Untuk kelompok rambut pertama (ketiak dan kemaluan) kalau memang berguna untuk tubuh kita, mengapa di anjurkan untuk di habisi? Berarti memang rambut-rambut ini tidak ada fungsinya dari segi kesehatan.
>> 
>> Untuk kelompok rambut kedua (kepala,alis dan kelopak mata) sangat jelas sekali fungsinya dan bahkan mungkin sangat urgent. Oleh karena itu tidak ada anjuran untuk menghabisi (dan bahkan ada larangan untuk itu).
>> 
>> Dan berdasar asas : "Semua doktrin agama yang ada tidak bertentangan dengan fakta ilmiyah" maka saya bertanya kepada ahli-ahli yang kompeten dibidangnya. Dan Untuk jawaban I Made Cock Wirawan sudah mendekati ke kesimpulan saya, walaupun tidak secara detail. Untuk jawaban Bp. Donny Hosea sebagian jawaban juga senada dengan kesimpulan saya (khusus untuk rambut kepala dan kelopak mata) tapi untuk rambut ketiak dan kemaluan, saya masih berseberangan dengan Bp.Donny.
>> 
>> Pertanyaan susulan....
>> 1. Kalau fungsi rambut itu hanya untuk menjaga kelembaban daerah kemaluan, berarti rambut itu sekarang tidak berfungsi kan? Karena sudah diganti dengan fungsi celana.
>> 2. Kalau fungsi rambut untuk rangsangan seksual, apakah ada fungsi lain (yang bisa di buktikan secara ilmiyah)?
>> 
>> Makasih...
>>
>>
>> imho,
>>
>>rambut tersebut fungsinya sebagai penjaga kelembaban daerah
>>kemaluan...manusia diciptakan Tuhan khan tidak menggunakan pakaian,
>>jadi untuk menjaga kelembaban di daerah kemaluan, Tuhan menumbuhkan
>>rambut disana...tetapi karena manusia pintar dan menciptakan pakaian
>>yang bagus bagus, maka fungsi rambut itu pun sedikit berkurang...jadi
>>tidak masalah bila rambut itu 'dihabisi'...
>>--
>>I Made Cock Wirawan
>>
>> 
>> "Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Hello Fatahsyeih ,
>>
>>1. Kalau anda perhatikan tubuh anda, maka utk setiap tempat yg rawan dan
>>perlu dilindungi maka akan tumbuh rambut/bulu ditempat tersebut.
>>Contohnya, kepala, perlu dijaga, tdk terbentur, pecah, dan sangat rawan
>>di ubun2, dimana tumbuh rambut paling tebal disana ketika masih bayi.
>>Mata, ada rambut, diatasnya,ada bulu mata agar debu, cairan, atau benda
>>asing tdk dg mudah singgah dlm mata.
>>
>>Ketika belum menggunakan baju, kemungkinan besar, seluruh tubuh
>>ditumbuhi bulu yg lebih jarang, dan ditempat rawan ditumbuhi bulu yg
>>lebih lebat dan menutupi tempat tersebut.
>>Dg pertumbuhan manusia, perubahan jaman dan evolusi manusia, maka
>>tersisa yg paling penting yg menjga bagian 2 rawan tersebut dg bulu.
>>
>>2. Sebenarnya jumlah bulu, tumbuhnya dimana, dan bentuk bulu merupakan
>>finger print atau ciri khas masing2 manusia yg berbeda satu sama
>>lainnya, hanya saja sidik jari, merupakan hal yg cukup terlihat, tanpa
>>menyinggung ke pornoan, dan dg segera bisa diambil gambarnya hanya sg
>>meggunakan tinta, pada hala faktor2 lainnya seperti banyaknya bulu,
>>lokasi bulu, juga bisa menunjukan data org tersebut.
>>
>>3. Bulu adalah produk yg disamping berguna seperti yg disebutkan diatas,
>>juga merupakan identifikasi sex yg mempunyai pengaggum tersendiri;
>>misalnya anda dan istri/suami anda mengenal anda dan menjadi tertarik
>>secra seksual, atau terangsang secara seksual karena citra bulu anda yg
>>misalnya hanya ada pada daerah tertentu, bentuk dan jumlahnya tertentu juga.
>>
>>So, dibersihkan, di sampoin dan dirapikan bisa membantu anda utk merawat
>>jumlah bulu dan keberadaannya.
>>
>>Semoga bermanfaat,
>>Wassallam,
>>
>>
>>
>>
>>
>>Fatahsyeih wrote:
>>
>>
>>
>>   
>>
>>>Bapak Dokter.... Apasih rahasia dibalik tumbuhnya rambut diketiak dan kemaluan. Terus terang saja aku nggak kurang suka terhadap rambut-rambut itu, sampai-sampai aku beli obat untuk menghambat pertumbuhanya. Apa dampak negatifnya jika saya tetap memakai obat itu. Dengan kalimat lain, apa sih kegunaan rambut-rambut itu buat tubuh kita?
>>>Makasih......
>>>
>>>
>>>
>>>     
>>>
>

>

--

   "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"



[Non-text portions of this message have been removed]



SPONSORED LINKS
Illness Critical illness Foodborne illness
Mental illness Terminal illness Chronic illness


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke