Hello MA, Kelamin: Sama seperti telinga, bibir, mulut, mata, muka, rambut, sidik jari, yg mana tdk ada satu pun manusia yg sama persis dg manusia yg lainnya; Dg demikian utk selaput yg satu ini tdk ada juga dlmj bentuk baik ketebalan, bentuk celahnya maupun lokasinya yg 100% sama antara gais yg satu dg gadis yg lainnya. Dg demikian tdk bisa dg anda hanya melihat bentuk luar bibir kecil maupun bibir besarnya baik bentuk mau pun warnanya lalu mengetahui bahwa ybs masih perawan atau sdh tdk perawan lagi. Bentukl selaputnya sendiri pun tdk ada yg sama persis, karena ada yg terlkahir dg bentukan yg hampir tdk bisa dikatakan sebagai selaput, ada yg justru sangat tebal, atau pun ada yg celahnya berbentuk sangat tdk teratur sobekannya dstnya. Jadi persoalan perawan atau tdk perawan akan sangat bergantung pada:
Kepercayaan dan percaya antara yg mencari perawan, dan yg empunya perawan tersebut. 1. Hubungan keduanya harus berdasarkan kasih, sayang n saling percaya, bukan beradsarkan ada atau tdknya selaput tersebut. 2. Ada dan tdk, masih dan sdh tdk akan sangat beregantung pada kepercayaan yg empunya perawan n kepercayaan yg mencari keperawanan. 3. Hidup kebersamaan, berbagai kasih, bukan hanya berdasarkan sang selaput, jadi kalau sdh sejak semula tdk ada kepercayaan, ya tdk perlu menyibak n mencari2 apakah dia masih perawan atau sdh tdk perawan lagi, apalagi sampai mencari2 pada organ yg belum menjadi miliknya dg berbagai dalih sdh merupakan dosa meskipun dikatkan sebagai pencari kebenaran. 4. Ketdk percayaan adalah sumber ketdk harmonisan dlm kehioduapn berumah tangga, jadi hentikan hubungan tersebut sebleum kemudain anda berdalih menemukan keperawanan, n melakukan hubungan utk membuktikannya bahwa dia masih perawan, n hasilnya adalah ketdk bertanggung jwabanya karena kemudian menentukan bahwa ia tdk perawan lagi, pada hal dlm kejujuran andalah satu2 yg menikmati keperawanannya. Jadi hentikan hubungan sebelum berlanjut, bila tdk ada kepercayaan antara anda dg dia. 5. Keperawanan adalah sejenis selaput yg terbentuk ketika terjadi pembelahan cel didlam rahim, n tdk ada rumusan atau ketentuan bahwa pembelahan cel tersebut harus menajdikan sang selaput berbentuk melingkar, penuh, dg celah berbentuk hati misalnya, atau apa pun, jadi sangat riskan kalau selalu termotivasi ttg bentuk selaput itu sendiri, yg tentunya akan suka2 terjadinya selama pembentukan organ tubuh ketika masih dlm kandungan. 6. Selaput yg tdk sama ini bisa saja rusak bukan karena berhubungan sex, tetapi juga kerena hentakan, gerakan, atau kerana sangat tipisnya (bagi org tertentu) atau memang celahnya bukan celah yg sempit dapat saja terlihat dlm pemeriksaan sebagai kondisi yg tdk perawan lagi; oleh kerna itu dlm hal ini kepercayaan adalah diatas segalanya. Dg demikian, semoga anda tdk menghunting keperawananya, lagi n membina hubungan yg harmonis atas dasar kepercayaan natara anda berdua dlm kasih Semoga bermanfaat, Wassallam, Muhammad Alwi wrote: > Dear ..., > > Saya mau tanya, apakah perempuan perawan atau tidak bisa diketahui dari > bentuk alat kelaminnya? Misalnya bibir dalam dari vaginanya keluar atau warna > dari bibir vaginanya agak gelap. > > Terima kasih, > =MA= > -- "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"

