Yup,
Keperawanan itu ngak penting lagi, yang penting kejujuran masing masing akan
masa lalunya.
Salam
absolute new <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setuju bgt bung Donny. Sudah bukan jamannya lagi keperawanan harus
dibuktikan dengan keluarnya darah. Karena memang tidak semua perawan
mengeluarkan darah pada mlm pertama meskipun nyata2 dia masih perawan.
Jika saling mencintai tdk perlu
dicari-cari lagi keperawanan itu,keperawanan hanyalah simbol. Yg lebih
penting adalah apakah sepasang kekasih itu saling mencintai dengan
tulus hati atau sekedar nafsu? Akan lebih sulit lagi ketika kita
mencari bukti apakah seorang pria masih perjaka atau tidak??Krn sama
sekali tidak ada indikatornya!! Namun bukan berarti cewek bisa
menyerahkan keperawanannya kepada pria mana saja,namun dia juga harus
menjaganya untuk suaminya kelak!!
Pada tanggal 20/05/08, Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.
<[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Hello MA,
> Kelamin:
> Sama seperti telinga, bibir, mulut, mata, muka, rambut, sidik jari, yg
> mana tdk ada satu pun manusia yg sama persis dg manusia yg lainnya;
> Dg demikian utk selaput yg satu ini tdk ada juga dlmj bentuk baik
> ketebalan, bentuk celahnya maupun lokasinya yg 100% sama antara gais yg
> satu dg gadis yg lainnya.
> Dg demikian tdk bisa dg anda hanya melihat bentuk luar bibir kecil
> maupun bibir besarnya baik bentuk mau pun warnanya lalu mengetahui bahwa
> ybs masih perawan atau sdh tdk perawan lagi.
>
Cinta tak harus memiliki
Tapi kalo nggak bisa memiliki kurang Mak NYYUUSSS...!
[Non-text portions of this message have been removed]