Rabu, 29 November 2006 100 Tahun Suster SFIC
Singkawang,- Peringatan 100 tahun kedatangan lima Suster Kongregasi SFIC dari Belanda, Minggu (26/11) di SMA Ignasius, dihadiri Asisten Gubernur Kalbar, Ignasius Liong. Dalam peringatan tersebut, Ignasius mengatakan karya 100 tahun yang telah dirintis dan dilakukan oleh para suster telah memberikan sumbangsih bagi terwujudnya kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di Provinsi Kalimanatan Barat, khususnya di Kota Singkawang ini. Kedatangannya dipandang pemerintah provinsi sangat seiring dan sejalan dengan motto Kalimantan Barat. "Yaitu "harmonis dalam etnis, maju dalam usaha dan tertib dalam pemerintah," timpalnya. Kata dia, motto Kalimantan Barat ini pada intinya adalah untuk mempersiapkan infrastruktur yang kuat yang didukung oleh daya kohesi yang mantap dilandasi interkoneksitasantar etnis dan agama. Dengan demikian semua potensi dan sumber daya yang ada di bumi khatulistiwa ini dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan daya saing baik ditingkat lokal, regional maupun internasional. Ignasius berharap, dengan adanya peringatan tersebut semakin menambah semangat masyarakat Kalbar khususnya di Singkawang untuk meningkatkan penerapan motto Kalbar. Dia juga berharap, peringatan tersebut dapat meningkatkan kembali semangat bagi para missionaris dan pemuka-pemuka agama untuk berkiprah dan menciptakan kerukunan hidup dan harmonis dalam etnis dan agama. Serta akan memberikan banyak manfaat yang optimal bagi peningkatan kesejahteraan bersama di Provinsi Kalimantan Barat. Harus diakui katanya, bahwa sumbangsih dari para suster kongregasi SFIC di Singkawang tentu saja telah banyak ikut berpartisipasi dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Baik melalui pelayanan sosial, pendidikan, penyadaran masyarakat, termasuk menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama di kota singkawang yang selama ini telah terjalin secara harmonis. "Menyadari 100 tahun pengabdian suster-suster tersebut yang keberadannya sudah ada sebelum negara Indonesia merdeka, hal ini menunjukkan betapa besarnya pengabdian dan perhatian mereka terhadap kondisi masyarakat Indonesia yang waktu itu masih jauh terbelakang dan sangat memprihatinkan," kata Ignasius di hadapan para undangan peringatan yang juga dihadiri pejabat tinggi di Kota Singkawang. Oleh karena itu lanjutnya, selaku pribadi dan pemerintah, dia sangat bersyukur dan berterima kasih atas segala karya dan pengabdian yang tulus dari suster-suster kongregasi SFIC yang sejakl dulu telah terpanggil dalam membangun sumber daya manusia Indonesia berkualitas, khususnya masyarakat Kalimantan Barat. Lanjutnya, selain pengabdian dari para suster, terwujudnya kerukunan antar umat beragama dan peningkatan SDM Kalimantan Barat, khususnya di Kota Singkawang, tentu juga tidak terlepas dari peran para tokoh lainnya. "Baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat dan pemerintah seperti berbagai pertemuan dan dialog yang dilakukan antar umat beragama serta berbagai perkumpulan organisasi sosial kemasyarakatan,"tandasnya.(vie)
