http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13057\ 6
Jumat, 5 Januari 2007 Pindahkan PKL Perlu Analisa yang Matang Sinka Square Baru Wacana Singkawang,- Rencana pemindahan PKL yang menempati Pasar Hongkong Singkawang diakui Ketua Forum Komunikasi Pedagang Kaki Lima Singkawang, Soetomo haruslah dianalisa secara matang. Jangan sampai memindahkan PKL yang sudah lama menempati lokasi Pasar Hongkong tersebut merugikan PKL itu sendiri. Demikian diungkapkan oleh Tomo, menanggapi wacana pemindahaan PKL Pasar Hongkong oleh Pemkot Singkawang. Menurut dia, Singkawang terkenal juga karena ada Pasar Hongkongnya. Di luar daerah dan luar negeri, kata Tomo, sudah mengetahui sejak lama keberadaan Pasar Hongkong tersebut. "Pasar Hongkong ini adalah maskotnya pariwisata Singkawang dan historisnya jangan sampai hilang. Mengapa kita harus menggunakan bahasa asing yang tak dimengerti oleh banyak pihak. Kita tentu tidak menginginkan ada pemaksaan. Jadi, perlu analisa matang," katanya memberikan penjelasan. Wacana Sinka Square ini, kata Tomo yang kini aktif di lembaga perdamaian mengakui, sudah ada sejak lama dan ini adalah kegagalan pemerintah kota. "Dulu, di Jalan Sejahtera diwacanakan Sinka Square. Warga yang ingin menikmati makanan harus berjalan kaki. Dan, ini gagal. Apakah harus mengulangi wacana ini," kata Tomo dengan nada bertanya. Diakuinya, keberadaan PKL Pasar Hongkong sudah tertata dengan baik bahkan salah satu penilaian memperoleh adipura adalah Pasar Hongkongnya Singkawang. "Singkawang memperoleh adipura nomor dua adalah salah satu penilaiannya karena tertata rapinya Pasar Hongkong dan dinilai bersih," katanya. "Tertata dengan baik karena PKL sadar, bukan dari pemerintah yang menatanya," kata dia. Sebetulnya, untuk menata PKL Pasar Hongkong, kata Tomo, sudah ada konsep yang ditawarkan oleh Forum Komunikasi PKL Singkawang sejak lama. Bahkan, kata dia, Forum Komunikasi PKL Singkawang, kata Tomo, sudah melakukan studi banding di Surabaya bersama Pemerintah Kota Singkawang yang diwakili oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Singkawang. "Kita sudah studi banding. Oleh wali kota kita disuruh menyediakan konsepnya. Kita sudah bikinkan dan persentasikan di depan wali kota. Waktu itu di ruang pertemuan wali kota bersama kadis perindustrian dan perdagangan bersama staf," kata Tomo mengingat. "Ya, mungkin karena konsep itu tidak dibaca lantas tidak dilaksanakan. Konsep itu tidak memindahkan PKL Pasar Hongkong ke lokasi baru melainkan menatanya dengan baik. Bahkan, tidak hanya keuntungan bagi PKL tapi juga bagi penjual pakaian dan sebagainya. Ini adalah konsep yang sudah dianalisis baik tantangan, kekurangan maupun lainnya," kata Tomo memberikan penjelasan. Mengakhiri pembicaraannya, Tomo berterima kasih kepada pemeirntah yang memperhatikan kondisi PKL. "Kami PKL juga sangat peduli dan cinta kota kami. Kami juga ikut memperjuangkan Singkawang menjadi sebuah pemerintahan," katanya. (zrf)
