http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13048\
9

Kamis, 4 Januari 2007
Rencana Bangun Sinka Square Direspon Positif

Singkawang,-  Rencana pemindahan pasar hongkong ke lokasi depan kantor
pos dan sekaligus ganti nama menjadi Sinka Square disambut positif
berbagai kalangan. Joe, anggota masyarakat yang mencari nafkah di Pasar
Hongkong menyatakan setuju akan hal ini. "Saya setuju saja, tetapi
pemkot sebaiknya melakukan sosialisasi dulu dengan pedagang," katanya,
kemarin.

Ia juga menyarankan agar pemkot segera mewujudkan rencana ini. "Jangan
sampai, masyarakat sudah mau, eh tak tahunya pemkot malah ingkar janji,"
tambah pria ini. Hal tersebut diungkapkan menanggapi komentar Asisten
Kebijakan dan Pemerintahan, HM Nadjib sebagaimana diberitakan kemarin.

Menurut Nadjib, pemkot sudah mengeluarkan larangan untuk berjualan di
Jalan Setia Budi dan Jalan Budi Utomo yang selama ini ditempati oleh
sebagian pedagang gerobak. Larangan itu dikeluarkan karena kedua ruas
jalan tersebut adalah jalan utama. Sebagai solusi, para pedagang akan
ditempatkan di dua alternatif lokasi baru yaitu di Jalan Niaga atau di
Jalan Pemuda (depan Kantor Pos).

Lokasi baru itu akan dinamai dengan Sinka Square. Dengan pemindahan ini
diharapkan lalu lintas di Jalan Setia Budi dan Jalan Budi Utomo menjadi
lebih lancar dan Sinka Square dapat menjadi sebuah icon baru Kota
Singkawang. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat Kota Singkawang, R Hartoyo SH MH juga menyambut
positif rencana ini.

Menurut Hartoyo, rencana pemindahan pedagang ke Jalan Pemuda sangat baik
karena lokasi baru itu didukung oleh panorama sungai dan taman serta
rimbunnya pepohonan sehingga menambah keasrian suasana santai sambil
menikmati jajanan yang tersedia. Apalagi pemkot akan menyediakan pentas
permanen sebagai fasilitas hiburan untuk menyemarakkan suasana.

Namun, kata Hartoyo, pemkot harus memikirkan soal fasilitas air bersih
dan listrik untuk kemudahan para pedagang. "Air bersih dan listrik itu
kebutuhan utama para pedagang. Jadi, rencana pemindahan pedagang juga
harus diikuti dengan upaya pemenuhan kebutuhan tersebut," katanya.
Selain itu, pemkot juga disarankan untuk secara bertahap membangun wc
umum serta tempat parkir khusus.

Setidaknya ada dua lokasi parkir yang harus disediakan pemkot yaitu di
lokasi Gedung Pancasila dan di depan Jalan M Suni. "Pengunjung tentunya
ada juga yang datang dari arah pasar. Nah, tempat parkir di dekat Jalan
M Suni juga sebaiknya disiapkan," tambahnya. Hartoyo juga menyarankan
supaya pemkot menutup ruas jalan (dari simpang jembatan agen hingga
Jalan M Suni) sejak pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB, bukan
mulai magrib. Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi pedagang untuk
mempersiapkan dagangannya.(rnl)

Kirim email ke