http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=130656


Sabtu, 6 Januari 2007
Pisang Bertandan Empat Bikin Heboh
Dipercaya Membawa Berkah


Singkawang,-  Warga Jalan Swadaya heboh akan adanya pisang bertandan empat yang 
menghiasi pekarangan sebuah rumah di wilayah tersebut. Fenomena alam yang 
jarang terjadi itu dipercaya sebagai pembawa berkah dan hadiah akhir tahun dari 
Yang Maha Kuasa. "Kami sekeluarga tidak mau menebangnya, dibiarkan masak saja," 
kata Wayan, cucu dari Tarsisia, pemilik pisang, kemarin. 

Menurut Wayan, pisang hotel yang terletak di pekarangan rumahnya itu berbuah 
sejak Nopember 2006 lalu. Namun, ia sekeluarga tidak terlalu memperhatikan 
karena pekarangan tersebut memang memiliki banyak rumpun pisang. "Setelah 
beberapa lama, baru kami tahu bahwa pisang itu aneh. Pertama, tandan yang 
keluar dari pelepahnya ada dua. Eh, setelah yang dua itu cukup besar, keluar 
lagi dua tandan," tuturnya. 

Pantauan Pontianak Post, pisang bertandan empat itu berada di pekarangan depan 
rumah Tarsisia. Pohon pisang tersebut tidak terlihat mencolok karena di 
sekelilingnya ada beberapa pohon pisang lain. Tepat di bawah pisang itu 
terdapat tanaman bunga kenanga yang menebarkan bau harum. Menurut Wayan, dari 
sekian banyak pohon pisang yang tumbuh di pekarangan rumahnya, kejadian ini 
baru pertama kali ditemui. Pisang aneh itu pun merupakan generasi yang entah 
sudah ke berapa kali. 

"Dari dulu di sini memang ditanam pisang, setelah berbuah, ditebang. Lalu 
tumbuh lagi, ditebang lagi, entah sudah generasi keberapa," ucapnya. Hendri, 
anak kos yang tinggal di rumah itu juga membenarkan. Meski sehari-hari bermain 
di pekarangan, ia pun tidak menyadari adanya keanehan pada pisang tersebut. 
"Waktu itu saya kira empat pohon, rupanya tandan itu berasal dari satu pohon," 
katanya. 

Keluarga Tarsisia yakin, pisang itu membawa rejeki dan tuah. Mereka juga 
menyatakan tidak ingin menjualnya. Berdasarkan penuturan Wayan, pisang-pisang 
yang dihasilkan dari pekarangannya selama ini memang tidak pernah dijual. 
"Biasanya pisang hanya kami makan sama-sama sekeluarga, sebagian diberikan ke 
tetangga. Tidak pernah dijual. Mungkin itu hadiah dari tuhan," ujarnya. 

Yunus, seorang warga yang tertarik dengan pohon aneh itu mengatakan, pisang 
bertandan empat memang dipercaya sebagai pembawa rejeki dan pembangkit 
kesuburan bagi pasangan yang ingin segera dikaruniai momongan. "Saya belum 
pernah lihat yang bertandan empat. Kalau tandan dua sudah pernah yaitu di 
kampung saya di Bengkayang. Waktu itu, pisang bertandan dua itu dibagi-bagikan 
orang sekampung karena dianggap membawa berkah," tuturnya. 

Sementara itu, menurut praktisi agribisnis Kalbar, Ir Fresh Lande MSc pernah 
mengatakan, secara ilmiah, pisang yang bertandan banyak itu adalah fenomena 
yang memungkinkan sebagai akibat terjadinya penyimpangan dari sifat genetik 
normal. Namun, kelainan seperti ini sulit untuk diperbanyak karena sifatnya 
tidak permanen. Artinya, jika anak pisang tadi ditanam ketempat lain, tidak 
akan menghasilkan seperti tanaman induk. 

"Poly embrional pada pisang bertandan banyak hanya kejadian biasa yang langka 
ditemui. Jadi secara ilmiah hal itu memang bisa terjadi akibat penyimpangan 
sifat genetik normal," katanya.(rnl)

Kirim email ke