http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=132972
Sabtu, 17 Februari 2007 Kesadaran Masih Kurang Singkawang,- Sampah-sampah di sejumlah kawasan Kota Singkawang masih saja menumpuk. Sampah itu membuat suasana tidak nyaman karena selain merusak pandangan juga menimbulkan aroma bau busuk. Tumpukan sampah tersebut diantaranya dapat dilihat di Jalan Diponegoro, tepatnya di Belakang Eks Gedung Wanita. Di belakang gedung ini ternyata cukup banyak tumpukan sampah dengan rerumputan yang sudah acak-acakan. "Kalau kita melintas dari arah belakang gedung ini, bersiap-siaplah menahan nafas. Sebab bau sampahnya sudah menyengat penciuman, entah dari mana datangnya sampah-sampah itu," keluh Zulkifli, aktivis LSM Bhakti Nusa Singkawang. Berdasarkan pengamatannnya, tak jauh dari gedung tersebut, sebetulnya sudah terpasang tempat pembuangan sampah (TPS). Tapi mengapa halaman belakang gedung tersebut masih dijadikan tempat pembuangan sampah. Seharusnya kata dia lagi, penduduk di sekitar kawasan itu tidak membuang sampah sembarangan tapi di TPS yang bersedia. Kalau pun lanjutnya, warga setempat tidak mengerti akan kebersihan lingkungan, mestinya ketua RT setempat lebih rutin memberikan pengawasan dan sosialisasi ke warganya tentang bahaya membuang sampah sembarangan. "Lebih baik lagi kalau ketua RTnya yang langsung turun bersama warga untuk mengatasi sampah itu. Salah satunya dengan cara bergotong royong atau kerja bakti," ujarnya seraya mengingatkan, di belakang gedung itu sampah yang ada sudah begitu menyengat hidung, "jadi jangan hanya memble saja." Selain di belakang Gedung Wanita, kata Zulkifli, tumpukan sampah juga terlihat di lingkungan tempat tinggalnya, di RT 5 Kelurahan Tengah. Tepatnya di samping rumah salah satu warga setempat bernama Bapak Mian. Awalnya, di dekat rumah Mian ini, berupa tanah kosong. Tapi perlahan-lahan oleh warga setempat lahan itu dijadikan tempat liar untuk membuang sampah. Padahal di lingkungan itu, sudah ada TPS-nya. Dia khawatir, akibat tumpukan sampah itu, timbul berbagai penyakit yang tidak diinginkan. Sekarang saja kata dia, sudah ada tiga orang anak-anak dari warga setempat terserang nyamuk demam berdarah (DBD). Mereka terpaksa dirawat di rumah sakit, akibat penyakit yang dideritanya. Pernah perihal tumpukan sampah ini dilaporkan kepada ketua RT setempat. Namun sampai kini, persoalan sampah tersebut belum juga diatasi. "Kita berharap tidak ada lagi sampah di lingkungan kita. Marilah membuang sampah di tempat yang sudah disediakan," ajaknya. (**)
