Pengalaman meliput Festival Lampion & CapGoMeh kami (3 crew) dgn 4 video camera ke singkawang jum'at tgl. 2 maret 07. s/d tgl. 6 meret 07
Jum'at, 2 maret 07 jam 19.00 s/d 23.00 ratusan ribu masyarakat memenuhi jalan2 kota singkawang utk melihat fastival lampion. padatnya pengunjung memaksa kami untuk mencari lokasi yang strategis & aman. kami memutuskan meliputnya disekitar htl kalbar & depan bakso 68. dengan membagi 3 lokasi liputan disekitar itu kami dapat meliput dgn 3 sudut camera yg berbeda arah. (diatas mobil, loteng rumah, jalan) padatnya pengunjung yang hanya 1 meter dari peserta fastival memaksa gerakan naga tdk optimal meliuk liuk di sepanjang jalan yang terkadang harus berhenti karena tdk cukup ruang utk jalan demikian pula dgn mobil hias yang harus berhati hati agar tdk menabrak pengunjung yang kurang memperhatikan keselamatannya. naga dgn lampu di mata & sepanjang tubuh yang sumber listriknya dari genset yang diberi roda, kabel listrik tsb sangat membahayakan jika tersentuh pengunjung krn liukan dari naga tsb. dapat saya membuat putusnya kabel listri dari genset tsb. disamping saya berdiri ada seorang ibu yang usaianya 67 th. menangis terharu. 51 th sdh meninggalkan kota singkawang dgn merantau ke guangdhong, ia ditemani oleh anaknya yang tdk bisa berbahasa indonesia namun fasih berbahasa hakka. meriah sekali pawai lampion di singkawang. Sabtu, 3 maret 07. jam 11.00 s/d 17.00 dgn berjalan kaki kami meliput suasana kota yg ramai menyambut perayaan capgomeh esok hari. di vihara tri dharma br (pusat kota skw) dgn diantar ketua vihara kami diberi kesempatan meliput kedalam vihara. tatung, barongsai / naga mulai berdatangan ke vihara dan sedikit mengadakan atraksi menusukan senjata tajam ketubuhnya, serta liukan2 naga di jalan depan vihara menambah kemeriahan kota singkawang. 2 jam kami meliput disini yang memaksa kami harus menjauh krn desakan orang2 yang juga ingin mengabadikan dgn handycam, camera hp. yang jaraknya hanya 1/2 sampai 2 meter dari tatung, kami tidak berani mengambil resiko rusaknya camera krn desakan2 tsb. atas inisiatif Hasan Karman beberapa petugas keamanan vihara memblokir area disekitar kami agar kami dapat meliput dgn baik, namun ini tidak berlangsung lama krn desakan kembali terjadi. menjauh adalah yg terbaik. malam jam 20.00 kami meliput atraksi whusu & barongsai di panggung depan htl prapatan. atraksi yang sangat menarik sekali dgn lompatan2 di kursi kayu yang disusun tinggi, atraksi barongsai ini memukau masyarakat yang hadir utk melihatnya. jam 21.00 kami ke vihara tri dharma utk meliput pesta kembang api. kembang api ada di 3 lokasi. 1 ditepikota (saya tdk tau nama daerahnya) 2 di dalam kota (depat htl. prapatan & vihara tri dharma) kami memilih lokasi didepan vihara tri dharma krn kami juga dapat meliput vihara dgn hiasan lampu diseluruh bangunannya. indah sekali pemandangan ini. pesta kembang api belangsung sekitar 1 jam. masyarakat tumpah ruah menikmati pemandangan kembang api di langit kota singkawang dgn tertib & santai. Minggu, 4 maret 07. jam 09.00 s/d 16.00 perayaan capgomeh diawali dgn acara pelepasan tatung di depan kantor walikota pada jam 09.45 kami tdk meliput ini, kami lebih memprioritaskan meliput atraksi tatung didepan panggung utama (bekas bioskop jl. sudirman) diawali dgn mobil hias pemkot. singkawang yang diatasnya berdiri para pejabat (termasuk gubernur kalbar, walikota dll, saya tdk menghiraukan siapa mereka krn saya lebih memilih meliput tatung & masyarakat yang antusias melihat pawai ini, lambaiayan tangan walikota singkawang saat turun mobil hias tdk mendapat respon masyarakat, masyarakat ingin segera melihat peserta pawai tatung dgn segala atraksinya) beruntung saya dapat meliput dari atas panggung utama, sehingga saya dapat mengabadikan seluruh peserta pawai dgn baik, walaupun agak sedikit terhalang oleh orang2 yang mengabadikan dgn handycam maupun camera HP. acara pawai tatung ini berlangsung sampai jam 13.00 3 tatung dirawat dirumah sakit krn terluka pada saat atraksi. isu di masyarakat mengatakan bahwa tatung2 yg terluka tsb. krn tdk cukup syarat puasanya yang harus dijalani para tatung tsb. selama 3 hari sebelumnya, dan ada pula isu bahwa ada 1 tatung yang terluka tsb. krn mengadakan atraksi diluar batas waktu 3 jam. terhitung jam 10.00 s/d jam 13.00 (mrk beranggapan bahwa langit terbuka selama 3 jam untuk melindungi seluruh kota singkawang & tatung2, agar tidak ada kekuatan lain yang dapat mengganggu para tatung2 tsb beratraksi) Senin, 5 maret 07 jam 08.00 s/d 14.00 di Pemangkat. pawai naga / barongsai berawal dari vihara di kaki bukit (depan PLN) menyusuri kota pada jam 10.00. hadir para pejabar kalbar & pemkab. sambas. dipanggung utama yg terletak di ujung jalan (menghadap ke bukit) tidak banyak perbedaan perayaan capgomeh di pemangkat ini dgn perayaan di singkawang. hanya skala nya saja yang lebih kecil baik jumlah tatung maupun peserta pawainya. namun ada hal yang unik saat parayaan capgomeh di pemangkat ini, yaitu dgn tampilnya hiburan musik & tari 8 dewa. dgn kostum yang khas, jenggot palsu serta alat musik tradisional China yang dimainkan 6 dewa mengiringi 2 dewa menyanyi sambil menari. baru kali ini saya melihat kesenian ini. Kesan : event budaya cap go meh ini sangat menarik untuk diliput khas dgn latar belakang bangunan2nya menambah keunikan ciri cap go meh di singkawang. tatung2 yang ikut pawai monoton, dgn tusukan di sekitar mulut, menggorok leher dgn parang, kursi tatung yang semuanya sama bentuknya. mungkin dgn tandu berupa alas kayu menyerupai kasur yang di pasang paku maupun parang akan sedikit berbeda tampilan tatung2 tsb penanganan event budaya ini harus lebih profesional : pengaturan jarak antar peserta pawai (tatung, mobil hias, barongsai / naga) harus agak jauh kira2 15 s/d 30 meter agar tidak saling mendahului (salip menyalip) antar peserta pawai, petugas keamanan yang sangat sedikit jumlahnya terutama pada area sekitar panggung utama sehingga para pengunjung dgn seenaknya maju berkerumbun untuk mendekat (1/2 meter) dari tatung2 yang mengadakan atraksi didepan panggung utama tsb. (tdk adanya pembatas area atraksi) sehingga atraksi tsb tdk dapat ternikmati oleh orang / masyarakat lainnya. jika hal ini terus dibiarkan berlangsung niscaya event ini akan sepi liputan dari stasiun tv yang lebih mengutamakan keselamatan cameranya (puluhan sampai ratusan juta harganya)dari kerusakan karena benturan2 dgn handycam maupun camera HP. liputan stasiun tv akan beralih ke hal2 yang berkaitan dgn pernak pernik kehidupan masyarakat dlm menyambut imlek & capgomeh, tidak pada saat perayaan cap go krn alasan keamanan cameranya. hal ini disampaikan oleh rekan saya yang juga meliput di singkawang pada tgl. 2 & 3 maret 07. pada saat cap go meh mrk lebih memilih meliput cap go meh di pontianak. terimakasih, Prima Production
