Iya yach........kog bisa kepikir pake 'phiau ng' ini buat maskot kota 
Singkawang???lucu jg.......
  apa disamain kota Singkawang dg ikan tembakul? suka hidup di lumpur.....gak 
maju2 dong kotanya....ngelumpur aja kerjaannya.......Coba jelasin ke kita2, apa 
sich fungsinya? menurut g kalo mo bikin maskot tuch kan mesti detail n udah ada 
risetnya"subject" yg mau dijadiin maskot tsb.........gak asal "ngomong tok".....
   
  Alang, HK
  

TJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Seingat saya ikan tembakol atau phiau ng hidup di pantai yg dipenuhi 
dengan
lumpur. belon pernah dengar kalo ikan ini mempunyai fungsi yg bisa kita
banggakan. bagaimana bisa ikan ini mau dijadikan maskot untuk kota
singkawang?
apa dasar pertimbangannnya yach? gimana image yg tercipta kalo beneran ini
dijadikan maskot suatu kota?
selain itu ikan jenis ini bisa ditemukan dibanyak tempat diluar singkawang
atau bahkan dikalimantan Barat. ada2 aja ide pemkot kita ini..

Salam,
Khiong (TJ)

----- Original Message ----- 
From: Singkawang
To: [email protected]
Sent: Saturday, April 07, 2007 3:40 PM
Subject: [Singkawang] [PP] Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=135696
Sabtu, 7 April 2007
Maskot Tembakol, Ide Gila Kadis Budpar
Banyak Maskot yang Lebih Baik

Pontianak,- Polemik maskot Pariwisata Kota Singkawang, Ikan Tembakol yang
digagas Kadis Disbudpar kembali mendapat kecaman. Kali ini datangnya dari
pemuda penggiat wisata dan seni Kota Singkawang.

Dede Hardi, pemerhati seni dan wisata kota ini mengatakan, bahwa menjadikan
Ikan Tembakol sebagai maskot pariwisata Kota Singkawang adalah ide gila.
Menurutnya, masih banyak hewan atau tempat yang lebih baik untuk dijadikan
maskot pariwisata Kota Singkawang, selain Ikan Tembakol. "Banyak nama hewan,
tumbuhan atau bunga yang bisa dijadikan maskot, kenapa harus Tembakol. Dari
nama saja, sudah tak necis dan tak gaul. Nama yang keren dong, masak
Tembakol," katanya.

Disebutkan Dede, sebelum memberi nama sesuatu untuk dijadikan maskot,
setidaknya Disbudpar melakukan survey terlebih dahulu ke warga apakah banyak
yang setuju atau tidak. "Jika saya membaca pemberitaan koran beberapa hari
ini, tampaknya banyak warga yang tak setuju. Ini harus direspon Kadis
Disbudpar sebagai pembuat ide, jangan hanya ngotot sementara warga banyak
yang mengecam," ujarnya.

Dia juga memberi ide, agar diadakan lomba kreasi dan design untuk sebuah
maskot pariwisata Kota Singkawang. "Yang terbaik patut dijadikan maskot dan
tentunya juri untuk lomba tersebut dari seluruh unsur masyarakat yang ada di
kota ini," tukas pria yang juga bergelut di bisnis radio tersebut.

Menurutnya, Ikan Tembakol bukan merupakan ikan asli yang hidup di kota ini.
Sebab, di Kabupaten Sambas, Mempawah dan Pontianak ikan tersebut juga hidup
dan berkembang biak. "Kalo mencari maskot yang benar-benar melambangkan dan
mencerminkan wisata kota ini. Sepertinya ide saya tentang lomba itu harus
diperhatikan kembali," harapnya.

Sementara suara sumbang tentang maskot tersebut juga disuarakan Muhammad
Deni Isnaini dari Geli Gersang Singkawang. Mewakili teman-teman Deni
mengatakan, Ikan Tembakol sangat-sangat tak pantas untuk dijadikan maskot .
"Tembakol itu sebutan untuk orang bodoh dan totol, lantas kenapa dijadikan
maskot. Banyak maskot lain yang lebih baik. Misalnya Tatung, Bunga Raflesia,
atau Batu Belimbing. Khan itu lebih mencerminkan Kota Singkawang sebagai
kota pariwisata," sebutnya. (bdi)



         


with my best regard..

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke