http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=135783

Senin, 9 April 2007
Tak Ada Unsur Politis


Singkawang,-  Koordinator ratusan tatung, Akiong menyatakan kalau polemik ini 
tidaklah bernuansa politis. Menurut Akiong, polemik ini didasari pada persoalan 
tanggungjawab panitia dan transparan dalam pengelolaan dana yang diperoleh dari 
hasil lelang, donatur dan anggaran. 

"Akan salah benar, jika kita mengkaitkan masalah cap go meh sekarang dengan 
politik apalagi dengan pilkada. Itu tidak benar. Cap go meh hanya budaya. 
Ketika ada permasalahan, maka kita sebagai orang yang peduli lantas mengkritisi 
dan memperjuangkan hak-hak tatung yang terabaikan," kata Akiong memberikan 
penjelasan. 

Salah satu pengurus Yayasan Bakti Kekal Singkawang ini mengatakan, tak ada di 
benaknya membawa masalah tersebut ke ranah politik menjelang pilkada wali kota. 
"Karena pilkada dengan masalah cap go meh yang dihadapi oleh para tatung, 
sangat jauh. Muncul masalah pasca cap go meh mungkin orang melihat karena 
Kalbar dan Singkawang akan melaksanakan pilkada. 

Padahal, tidak ada hubungan atau kaitannya sama sekali," kata Akiong yang cukup 
vokal ini. Dia mencontohkan di Sungai Pinyuh, juga terjadi masalah mengenai cap 
go meh. "Apakah bisa dikatakan itu bernuansa politis. Jadi, terlalu dangkal 
bila ada orang yang mengkaitkan hal tersebut ke politik," kata Akiong. 

Dia mengungkapkan, tidak ada sama sekali menjatuhkan nama kandidat wali kota. 
"Kalau memang ada yang salah, pasti akan kita lawan siapa pun. Kalau pun dia 
kebetulan salah satu kandidat wali kota, maka pasti akan berhadapan. Kita 
berkeinginan agar cap go meh mendatang benar-benar berbeda dari tahun-tahun 
sebelumnya. Ada tanggungjawab panitia dan transparan dalam penggunaan anggaran 
dari mana pun berasal," kata Akiong. (zrf)


Kirim email ke