Robert Suk, tapi nasib sudah membawa kita sudah terlahir sebagai warga Singkawang.:)
Pengembangan suatu daerah sich emang tergantung siapa yg akan memimpin daerah itu sendiri. Saya pernah membaca artikel (tapi lupa baca dimana hehehhe) kalo suatu daerah akan lebih berkembang sendiri tanpa pemerintahan daripada dipimpin oleh orang2 yg tidak berkompeten:D kalo masalah air+listrik sich di jakarta juga masih pak. tiap bulan harus membayar sekian ratus ribu rupiah hanya untuk mendapatkan air ledeng yg berwarna kuning..:) Kembali ke tembakol, di Australi ada tembakol (phiau ng) ga yach?hehehe Salam, TJ (Khiong) ----- Original Message ----- From: Robert Lay To: [email protected] Sent: Thursday, April 19, 2007 1:30 PM Subject: [Singkawang] Seandainya saya bukan orang Singkawang-Maskot Tembakol Dear All, Sudah banyak gagasan dari pejabat atau dari tokoh masyarakat Singkawang tentang bagaimana cara memajukan kota Singkawang sebagai kota wisata melalui media cetak dan forum singkawang yang kita sayangi ini.Ada gagasan yang bagus tetapi sulit untuk put into implementation karena menyangkut aspek hukum atau masalah social.Ada juga gagasan tidak ada point,menghabiskan waktu kita percuma kalau kita membacanya.Type gagasan ini berdasarkan dukaan,tanpa melihat atau menguji fakta yang ada dilapangan.Bahkan banyak pihak tertentu mengemukan gagasan untuk memajukan kota Singkawang menjadi kota wisata itu dengan metode coba-coba:coba ini atau itu. Sepengetahuan saya(kalau tidak salah) belum ada data terkumpul dari lapangan tentang respond dari pada tourist yang pernah mengunjungi kota Singkawang.Seperti angket atau bentuk-bentuk komplain dari mereka tentang ketidak puasan(kenyamanan) selama ada di kota Singkawang.Dari data terkumpul kemudian dikaji dan disusun suatu program yang disukai pada tourist.Bukan asal susun program yang tidak disukai oleh pihak tourist.Umpama seperti orang memancing ikan harus memilih umpan yang disukai ikan,bukan memilih umpan yang disukai oleh pemancing. Kalau kota Singkawang mau menjadi kota tujuan pada tourist,berarti kota Singkawang harus siap menghadapi persaingan dengan kota lain untuk menarik pada tourist.Sebagai perbandingan:harga ticket dari Sydney ke Singkawang seharga A$1300(+$75 for taxi dari Pontianak Airport ke Singkawang) per orang pp(low season).Kalau dengan harga sebasar A$ 1300 itu banyak pilihan untuk kota tujuan holiday seperti: Sydney to Kuching atau(Singapore,sabah,phuket,Bangkok,Langkawi,dll) bahkan hanya ditambah 300 dolar lagi untuk Sydney to LA(Disneyland).Jelas beberapa kota yang saya sebutkan itu more fun than kota Singkawang!.Fakta ini sudah jelas untuk sale kota Singkawang dipasar internasional menjadi kota tujuan holiday memang ini bukan masalah sederhana bahkan harus melibat pihak pemerintah. Menurut fakta yang ada,tourist yang mengunjungi kota Singkawang itu sebagian besar karena ada hubungan keluarga dengan masyarakat di kota ini.Atau tempat kelahiran nenek moyang mereka. Seandainya saya bukan orang Singkawang,buat apa mengunjungi kota ini hanya melihat ikan,burng waret.Ditambah penyiksaan "pemadaman listrik" dan "air leding yang macet",sudah tidak pantas bagi manusia yang hidup diabad ini menderita karena masalah air dan listrik. Padahal ikan Tembakol ada dimana-mana.apalagi mau dijadikan mascot.! salam, Robert Lay-sydney
