Wah, saya benar2 ketinggalan berita yak?hehehehe soalnga bgt plg jarang2 lagi denger orang che sau ke Tw lg...:) kalo dulu sich, tiap hari selalu denger. Diluar semua itu emang semua amoi yg mau berangkat itu sadar akan resiko yg mungkin terjadi. tapi yach gitulah, seperti kata Ci Lidya, semua berakar dari keinginan untuk bisa keluar dari "Kemiskinan". yach mereka anggap aja seperti gambling, kalo dapet yg baik yach nasibnya kayak tetangga gw yg Ci Lidya bilang itu, tiap bulan bisa mengirimi orng tuanya sekian ratus dolar. Angka yg lumayan menggiurkan..:) Sebenarnya che siauw ini udah ada dari jaman dulu, dari jaman gw baru lahir atau bahkan sebelum itu.
----- Original Message ----- From: Lidya Pei To: [email protected] Sent: Monday, April 23, 2007 9:17 PM Subject: Re: [Singkawang] Pengantin - Pengantin Pesanan Dear All, Terlepas dari dilemma human trafficking, dalam persoalan che siauw amoi untuk maried ke Taiwan or Hongkong or Singapore, pihak calon korban itu semua sadar akan apa yg berlaku dan yg akan berlaku. Dalam hal ini, tidak ada pihak yg menodongkan pistol ke kepala mereka untuk memaksa mereka melakukan tindakan tersebut, mereka merelakan diri atau merelakan anak cewek mereka untuk dijodohkan. Seperti didalam cerita Liputan6, kalo merasa gak mau or dipaksa lapor aja ke Polisi setempat. Kan bukan di sinetron bikinan orang keturunan india, yg bercucuran air mata karena tidak berdaya, trus pasrah aja mau diapain. Tidak sepenuhnya mereka itu mengalami nasib naas, dibandingkan dengan TKI dari Jawa yg kerja di Tanah Arab, mereka itu masih bernasib baik. Kalo gak cocok bisa cerai trus kawin lagi. Lihat di laporan tv, tentang TKI yg bekerja di Arab, ada yg diperkosa ampe melahirkan udah itu disiksa hingga mati. syerem. Sejauh ini belum kedengaran ada orang yg maried ke Taiwan, hongkong, or Singapore yg mati disiksa. Ada memang yg tidak berhasil dengan perkawinannya tapi mereka akhirnya bisa cerai, yg gak mau kawin lagi bisa pulang lagi ke kampung. akar permasalahannya hanya bersumber dari satu hal "POVERTY/KEMISKINAN". Atasi aja hal ini, maka tidak akan ada masalah yg timbul. Kalo udah sekolah tapi tidak ada lowongan kerja yg tersedia sementara kedua orang tua menagih hasil investasi yg telah mereka keluarkan untuk menyekolahkan anaknya ditambah lagi dapur di rumah menunggu untuk dinyalakan, gimana orang gak nekat. khiong, siapa bilang dikampung kita berkurang? kamu jarang sih pulang kampung, malah udah gak malu malu lagi. Tapi tetangga kamu ada yg berhasil dari jenis perkawinan ini, dia maried sama orang singapore dari che siauw, trus dapat 2 anak dari hasil perkawinan tersebut, setiap bulan dia bisa mengirimkan Sin$400 ke ortunya. Kalau begini contohnya siapa yg tidak tergoda? Fresh graduate S1 mana yg bisa support orang tua perbulan Sin$400?, jangankan mo support mungkin jumlah itulah yg dia dapat dari orang yg mempekerjakannya.
